Bandara Internasional Dipangkas

Gubernur Sumbar Mahyeldi Dukung Rencana Pemerintah Pangkas Bandara Internasional

Kata Mahyeldi, rencana pemangkasan status bandara internasional punya nilai positif, untuk mengontrol orang yang masuk ke Indonesia

|
Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Panji Rahmat
Gerbang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (7/11/2022). 

Ia menambahkan, apalagi penerbangan internasional di BIM baru dibuka pada bulan Oktober 2022 lalu.

Lanjutnya, seandainya BIM termasuk yang kena pangkas tentu akan memicu protes terutama pelaku usaha tour and travel.

Baca juga: Bandara Internasional Bakal Dipangkas, Wagub Sumbar: BIM Saya Rasa Tak Akan Dicabut

Sari Lenggogeni mengatakan alasan pemerintah untuk mendukung peningkatan wisata dalam negeri sangat Ia dukung.

Namun perlu kajian lebih mendalam lagi terutama pemangkasan penerbangan internasional di BIM.

"Kita saja membuka penerbangan internasional ini, Pemerintah Provinsi Sumbar dan lainnya sudah berjuang, tentunya Pemrpov akan bersurat agar BIM tidak termasuk dipangkas," ujarnya.

Sementara itu, Menurut, Menteri BUMN Erick Thohir, pembukaan 15 bandara internasional itu sudah disepakati dalam rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menparekraf Sandiaga Uno pada Senin (30/1/2023).

Erick menyebutkan, kesepakatan itu dilakukan untuk mendukung peningkatan wisata dalam negeri

Baca juga: Pemerintah Berencana Pangkas Bandara Internasional Jadi 15, Bagaimana dengan BIM Sumbar?

Tujuannya agar masyarakat lokal mau berlibur di tempat-tempat wisata dalam negeri sehingga konektivitas penerbangan lokal akan diperbaiki.

Namun penerbangan haji dan umrah menjadi pengecualian alias tetap dibolehkan. (*)

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved