Berita Populer Sumbar

4 Berita Populer Sumbar: Kisruh Pelantikan KPID, Progres Flyover Sitinjau dan Kebakaran Jelang Sahur

Menurut Mahyeldi, jika ia tidak hadir maka pelantikan harus diundur, lantaran penerbitan Surat Keputusan (SK) berasal darinya.

Tayang:
Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Muhammad Iqbal
PELANTIKAN KOMISIONER KPID- Para komisioner KPID Sumbar terpilih berada di Auditorium Gubernuran Sumbar dengan setelan jas lengkap sembari menunggu kepastian jadwal pelantikan, Jumat (13/3/2026). Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa penerbitan surat pelantikan hingga penyebaran undangan kepada para komisioner terpilih dilakukan sepenuhnya tanpa seizin dan konfirmasi darinya. 

Pantauan TribunPadang.com di lokasi sekitar pukul 19.01 WIB usai melaksanakan salat, ia yang mengenakan baju koko putih dan peci hitam menjawab persoalan tersebut.

Dengan nada tegas, mimik muka tegang, dan sembari melangkah ke Auditorium Gubernuran Sumbar, ia menjawab pertanyaan dari TribunPadang.com.

Ia menyesalkan surat pelantikan dan penyebaran undangan tanpa seizinnya, sehingga harus diundur pada 16 Maret 2026 mendatang.

3. Progres Flyover Sitinjau Lauik Capai 15 Persen, BPJN Sumbar Kejar Target Rampung Oktober 2027

FLYOVER SITINJAU LAUIK- Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, diwawancarai awak media usai kegiatan serah terima lahan bebas dan simbolis pendaftaran konsinyasi pengadaan tanah pembangunan Flyover Panorama I Sitinjau Lauik di Istana Gubernur Sumbar, Padang, Jumat (13/3/2026) malam. BPJN Sumbar menyebut proses konsinyasi lahan proyek flyover tersebut akan mulai didaftarkan ke pengadilan pada pekan depan.
FLYOVER SITINJAU LAUIK- Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, diwawancarai awak media usai kegiatan serah terima lahan bebas dan simbolis pendaftaran konsinyasi pengadaan tanah pembangunan Flyover Panorama I Sitinjau Lauik di Istana Gubernur Sumbar, Padang, Jumat (13/3/2026) malam. BPJN Sumbar menyebut proses konsinyasi lahan proyek flyover tersebut akan mulai didaftarkan ke pengadilan pada pekan depan. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Pembangunan Flyover Panorama I Sitinjau Lauik terus berjalan. Hingga pertengahan Maret 2026, progres proyek strategis tersebut telah mencapai sekitar 15 persen.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat optimistis pembangunan flyover yang berada di jalur ekstrem Sitinjau Lauik itu dapat rampung sesuai target pada Oktober 2027.

Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, mengatakan pihaknya terus mengupayakan percepatan pekerjaan di lapangan meskipun terdapat beberapa kendala, termasuk persoalan lahan.

Hal itu disampaikan Elsa saat diwawancarai wartawan usai kegiatan serah terima lahan bebas dan simbolis pendaftaran konsinyasi pengadaan tanah pembangunan Flyover Panorama I Sitinjau Lauik di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (13/3/2026) malam.

“Progres pembangunan sekarang sekitar 15 persen. Kita terus berupaya agar pekerjaan ini bisa berjalan sesuai rencana,” katanya.

Baca juga: 12 Bidang Lahan Flyover Sitinjau Lauik Masuk Konsinyasi, BPJN: Proyek Tetap Jalan

Elsa mengakui pembangunan flyover sempat mengalami keterlambatan. Namun pihaknya bersama Kementerian Pekerjaan Umum serta pihak kontraktor terus melakukan berbagai langkah untuk mempercepat pengerjaan proyek tersebut.

“Kita terus mengupayakan percepatan. Dari PU dan pihak pelaksana juga melakukan berbagai langkah agar progresnya bisa lebih cepat,” ujarnya.

Menurut Elsa, secara umum pelaksanaan pekerjaan di lapangan masih berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Ia berharap percepatan yang dilakukan dapat membuat proyek flyover Sitinjau Lauik segera selesai sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat.

Baca juga: Konsinyasi Lahan Flyover Sitinjau Lauik Dimulai Pekan Depan, BPJN: Proyek Rampung Oktober 2027

Flyover tersebut nantinya diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan serta kemacetan di jalur Sitinjau Lauik yang dikenal memiliki medan ekstrem dengan tanjakan dan turunan curam.

Selain progres pembangunan, BPJN Sumbar juga terus menuntaskan proses pengadaan lahan yang menjadi bagian penting dalam proyek ini.

Elsa mengatakan sebagian besar lahan masyarakat sudah dibebaskan, sementara lahan yang masih bersengketa akan diselesaikan melalui mekanisme konsinyasi di pengadilan.

Di sisi lain, kondisi kemacetan yang kerap terjadi di jalur Sitinjau Lauik dinilai tidak terlalu berdampak signifikan terhadap pembangunan flyover.

Meski demikian, Elsa mengakui kemacetan terkadang mempengaruhi distribusi material menuju lokasi proyek.

Baca juga: BPJN Sumbar Segera Bangun Jalur Penyelamatan di Panyalaian untuk Cegah Kecelakaan Rem Blong

“Kalau menghambat secara signifikan tidak, tapi kalau macet parah kadang material sedikit terlambat masuk ke lokasi. Namun itu masih bisa kita atasi,” katanya.

Dengan berbagai upaya percepatan yang dilakukan, BPJN Sumbar optimistis pembangunan Flyover Sitinjau Lauik dapat diselesaikan sesuai target pada Oktober 2027.

“Kita optimistis proyek ini bisa selesai dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

3. Rumah Warga Padang Panjang Hangus Terbakar Jelang Sahur, Pemilik Rugi Ratusan Juta Rupiah

KEBAKARAN SEBUAH RUMAH - Penampakan rumah yang terbakar di Jalan Bahder Johan No.37, Kelurahan Guguk Malintang, Kecamatan Padang Panjang Timur, Jumat (13/3/2026) sekira pukul 00:21 WIB. Kabid Damkar dan Penyelamatan Padang Panjang, Jhon Erico sebut kerugian ditafsir Rp180 juta.
KEBAKARAN SEBUAH RUMAH - Penampakan rumah yang terbakar di Jalan Bahder Johan No.37, Kelurahan Guguk Malintang, Kecamatan Padang Panjang Timur, Jumat (13/3/2026) sekira pukul 00:21 WIB. Kabid Damkar dan Penyelamatan Padang Panjang, Jhon Erico sebut kerugian ditafsir Rp180 juta. (TribunPadang.com/ist)

Satu unit rumah hangus terbakar di Jalan Bahder Johan No.37, Kelurahan Guguk Malintang, Kecamatan Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang, Jumat (13/3/2026) sekira pukul 00:21 WIB.

Kabid Damkar dan Penyelamatan Padang Panjang, Jhon Erico membenarkan terkait kebakaran satu unit rumah tersebut.

"Benar, informasi kebakaran kami terima dari masyarakat sekira pukul 00:21 WIB, dan tiba di lokasi pukul 00:25 WIB," ungkapnya.

Damkar Padang Panjang menurunkan enam armada dan dibantu satu unit armada dari Kabupaten Agam.

Sementara itu, sebanyak 30 personel Damkar Padang Panjang diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Baca juga: Ombudsman Sumbar Soroti Dugaan Premanisme Berkedok Koperasi di BIM Jelang Mudik

"Total ada tujuh armada, enam dari Damkar Padang Panjang, satu dari Kabupaten Agam. Sementara api berhasil dipadamkan pukul 01:20 WIB," pungkasnya.

Akibat kebakaran, satu unit rumah dilaporkan rusak berat dengan luas area 10 x 20 meter persegi.

Rumah tersebut dihuni oleh satu kartu keluarga dan milik dari warga bernama Ermiyati. Jhon Erico menyebut tidak ada korban dari kebakaran.

"Korban jiwa nihil, untuk kerugian ditaksir Rp180 juta. Sedangkan yang terselamatkan 

Di sisi lain, jumlah bangunan yang akan terdampak, namun berhasil diselamatkan berjumlah satu unit rumah.

Kerugian rumah yang terselamatkan ditaksir Rp200 juta dengan perkiraan area 10 x 20 meter persegi.

"Tafsiran kita untuk bangunan yang berhasil diselamatkan sekira Rp200 juta," tambahnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved