Aksi Demo Mahasiswa

Demo di Polda Sumbar, Mahasiswa Desak Polisi Ungkap Cukong Tambang Ilegal

 Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumatera Barat menggelar aksi

Tayang:
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman
AKSI DEMO - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam GMNI saat melakukan aksi demo di depan Mapolda Sumbar, Senin (8/6/2026). Para mahasiswa meminta agar pihak kepolisian bisa mengungkap cukong ataupun investor dari tambang-tambang ilegal yanga ada di Sumbar dan meminta Pemprov bergerak cepat untuk memastikan keamanan masyarakat yang menggantungkan kehidupan di tambang. 

Ringkasan Berita:
  • GMNI Sumbar demo di Polda, soroti kerusakan lingkungan akibat tambang ilegal.
  • Mahasiswa mendesak polisi mengungkap investor dan cukong di balik aktivitas tambang.
  • Massa kecewa Kapolda tak menemui aksi, sinyal aksi lanjutan pun muncul.
  • Wakapolda klaim penertiban tambang ilegal masih terus berlangsung di lapangan.
  • Siapa sosok yang disebut membekingi tambang ilegal? Polisi diminta buka ke publik.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumatera Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Barat, Senin (8/6/2026).

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap maraknya aktivitas tambang ilegal yang dinilai telah merusak lingkungan di berbagai daerah di Sumbar.

Pantauan TribunPadang.com di lokasi, sekitar pukul 17.00 WIB massa aksi mulai berdialog dengan Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, di depan gerbang utama Mapolda Sumbar.

Suasana dialog berlangsung santai. Wakapolda bersama sejumlah personel kepolisian dan para mahasiswa tampak duduk mengemper di depan pagar Mapolda.

Saat dialog berlangsung, hujan gerimis turun membasahi massa aksi maupun aparat yang berjaga.

Meski diguyur hujan, para mahasiswa tetap bertahan menyampaikan aspirasi mereka terkait persoalan lingkungan dan penegakan hukum terhadap tambang ilegal di Sumbar.

Baca juga: SPMB SD Negeri Kota Padang Dibuka 22-24 Juni 2026, Ini Jadwal, Kuota, Syarat dan Mekanisme Lengkap

GMNI Pertanyakan Dalang di Balik Tambang Ilegal

Ketua DPD GMNI Sumbar, Fikri, mengatakan aksi tersebut dilatarbelakangi keresahan terhadap kerusakan lingkungan yang diduga disebabkan aktivitas pertambangan ilegal.

Menurutnya, publik berhak mengetahui siapa pihak-pihak yang berada di balik aktivitas tambang yang selama ini merusak lingkungan.

"Kami hari ini aksi terkait isu lingkungan yang mana lingkungan Sumatera Barat hari ini telah rusak yang dibuat oleh oknum-oknum, investor-investor dan pemilik modal yang merusak lingkungan Sumbar," kata Fikri.

Ia menegaskan salah satu tuntutan utama GMNI adalah meminta aparat penegak hukum mengungkap pihak yang diduga menjadi aktor utama di balik aktivitas tambang ilegal tersebut.

"Kami ingin mengetahui siapa cukong, siapa investor di balik ini semua. Publik juga ingin mengetahui siapa yang berada di belakang aktivitas tambang yang merusak lingkungan tersebut," ujarnya.

Selain itu, GMNI juga meminta aparat kepolisian menegakkan hukum secara transparan dan memberikan informasi perkembangan penanganan kasus kepada masyarakat.

"Tangkap, adili dan hukum sesuai amanat undang-undang. Transparansikan kepada publik agar tidak menimbulkan kerancuan di tengah masyarakat," katanya.

Baca juga: SPMB SMP Kota Padang 2026 Dibuka 22 Juni, Simak Jadwal, Kuota dan Syarat Pendaftarannya

Kecewa Kapolda Tidak Menemui Massa

Dalam aksi tersebut, GMNI mengaku kecewa karena Kapolda Sumbar tidak dapat menemui langsung massa aksi.

Menurut Fikri, mahasiswa berharap Kapolda menerima langsung aspirasi yang mereka bawa.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved