Berita Populer Padang
3 BERITA POPULER PADANG: Harga Plastik Melejit, Kepulangan Jemaah Haji dan Proyektil Peluru Nyasar
akibat nilai tukar rupiah terus melemah, harga plastik di Pasar Raya, Kelurahan Kampung Jawa, Kota Padang melonjak naik.
Jemaah yang bersangkutan saat ini dilaporkan masih menjalani perawatan berkala di fasilitas kesehatan di Mekah secara komprehensif.
Pihak panitia memastikan bahwa pengawasan medis terus berjalan hingga kondisi jemaah tersebut dinyatakan layak untuk melakukan penerbangan jarak jauh.
Baca juga: Dua Rumah Hangus Terbakar di Koto Panjang Padang, Kerugian Ditaksir Rp800 Juta
“Satu orang jemaah kita memang tertunda kepulangannya hari ini karena faktor kesehatan dan masih dirawat di sana. Namun pihak keluarga tidak perlu khawatir, karena nanti jika kondisinya sudah membaik dan mendapat rekomendasi layak terbang, jemaah tersebut akan dipulangkan dengan kloter berikutnya,” jelas Kakanwil Kemenag Sumbar.
Di balik kegembiraan menyambut kepulangan Kloter 1, terselip pula kabar duka mengenai perkembangan operasional ibadah haji tahun 2026 M ini.
Hingga hari pertama pemulangan debarkasi, tercatat total ada 7 orang jemaah haji asal Debarkasi Padang yang dilaporkan meninggal dunia di tanah suci.
Berdasarkan rincian resmi data komparatif dari bidang kesehatan PPIH, dari total tujuh jemaah haji yang wafat tersebut, sebanyak 5 orang jemaah di antaranya merupakan warga asli Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Sementara itu, dua orang jemaah haji lainnya yang masuk ke dalam daftar wafat merupakan jemaah yang berasal dari wilayah Provinsi Bengkulu.
3. Peluru Nyasar di UNP Masih Diselidiki, Kodam Temukan Proyektil Berbeda dari Amunisi Latihan
Penyelidikan kasus dugaan peluru nyasar yang melukai seorang mahasiswi dan warga sipil di kawasan Kampus Universitas Negeri Padang (UNP) masih terus berlanjut.
Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) mengungkapkan bahwa proyektil yang berhasil dikeluarkan dari tubuh korban memiliki kaliber berbeda dengan amunisi yang biasa digunakan dalam latihan menembak yang digelar pada saat kejadian.
Kapendam XX/TIB, Letnan Kolonel Kav Taufiq mengatakan, pada saat kejadian memang terdapat kegiatan pelatihan menggunakan senjata laras panjang.
Namun, hasil temuan awal menunjukkan proyektil yang diamankan berkaliber 9 milimeter.
"Pada saat itu kan kami sampaikan bahwa ada pelaksanaan pelatihan menggunakan senjata laras panjang. Kalau laras panjang itu kalibernya adalah 5,56 mm. Saat ini memang yang kita temukan adalah 9 mm, artinya kan sedikit berbeda," kata Taufiq, Rabu (3/6/2026)
Menurutnya, perbedaan kaliber tersebut menjadi salah satu alasan mengapa tim investigasi masih membutuhkan waktu untuk melakukan pendalaman lebih lanjut.
"Makanya kami sampaikan, tim investigasi tadi juga sudah melaksanakannya, sudah mencoba itu semua. Ini ada sedikit yang perlu kami cocokkan lagi. Makanya tolong kami diberi waktu lagi untuk melaksanakan pendalaman ini," ujarnya.
Baca juga: Daftar Jenis Pelanggaran Incaran Polisi dalam Operasi Patuh Singgalang 2026
Masih Menunggu Hasil Uji Balistik
Taufiq menjelaskan, proyektil yang ditemukan saat ini menjadi barang bukti penting dalam proses penyelidikan. Namun, pihaknya belum dapat menyimpulkan asal-usul peluru sebelum hasil uji balistik keluar.
"Kami memang sudah mendapatkan satu proyektil yang berada di paha kiri korban dan sudah berhasil dikeluarkan. Namun proyektil ini masih perlu dilakukan uji balistik yang tentunya membutuhkan waktu," jelasnya.
Ia mengatakan, hasil pemeriksaan balistik nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan apakah proyektil tersebut memiliki keterkaitan dengan kegiatan latihan yang berlangsung pada waktu yang hampir bersamaan atau berasal dari sumber lain.
Menurutnya, sejumlah kemungkinan masih terus dianalisis oleh tim investigasi agar kesimpulan yang diambil benar-benar berdasarkan fakta.
Baca juga: Operasi Patuh Singgalang 2026 Digelar 8 Juni, Polres Padang Panjang Sasar Pelanggar Kasat Mata
Kodam Minta Informasi dari Masyarakat
Selain menunggu hasil uji balistik, tim investigasi juga sedang menelusuri informasi terkait adanya suara tembakan yang disebut-sebut terdengar di sekitar lokasi kejadian.
Taufiq mengaku informasi tersebut menjadi salah satu petunjuk yang perlu didalami lebih lanjut.
"Saat ini yang perlu kami dalami adalah salah satu informasi yang disampaikan bahwa di lokasi ada terdengar suara tembakan yang cukup keras. Kami membutuhkan informasi itu. Mungkin ada yang bisa memberikan informasi, tolong beritahu kami sehingga kami bisa melakukan pendalaman dari mana suara itu," katanya.
Ia menjelaskan, jarak antara lokasi latihan menembak dengan lokasi tempat korban ditemukan tergolong cukup jauh.
Karena itu, informasi mengenai suara tembakan yang terdengar di sekitar area kampus menjadi perhatian tersendiri bagi penyidik.
"Karena memang kalau kita melihat lokasi tempat latihan menembak dengan lokasi olah TKP itu cukup jauh. Informasi adanya suara tembakan ini menjadi informasi tersendiri yang perlu kami dalami," ujarnya.
Baca juga: Agenda Wali Kota Padang 4 Juni 2026: Fadly Amran Bahas Bungus, BBM hingga GOR H Agus Salim
Investigasi Dilakukan Secara Menyeluruh
Terkait kapan hasil penyelidikan akan diumumkan, Taufiq mengaku belum dapat memastikan waktu yang dibutuhkan.
Menurutnya, proses investigasi sangat bergantung pada perkembangan data dan informasi yang berhasil dikumpulkan di lapangan.
"Kalau untuk waktu, kami tidak bisa memastikan. Karena itu butuh waktu. Kami ingin memastikan semua informasi yang ada benar-benar dapat diverifikasi," katanya.
Ia menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan transparan demi mengungkap penyebab sebenarnya dari insiden yang terjadi.
"Dari lokasi kejadian dengan tempat pelaksanaan latihan cukup jauh. Jadi kami masih membutuhkan waktu untuk memastikan apakah proyektil tersebut berasal dari tempat latihan yang dilaksanakan kemarin sore atau dari sumber lain. Saat ini masih dilakukan pendalaman," ujarnya.
Baca juga: 3 BERITA POPULER PADANG: Usut Ilegal Minning, 10 Saksis Diperiksa Peluru Nyasar dan 2 Rumah Terbakar
Taufiq pun meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil investigasi yang tengah berjalan.
"Kami mohon kepada semua pihak untuk bersabar. Investigasi akan kami lakukan secara menyeluruh dan transparan. Apa yang kami lakukan murni untuk mencari kebenaran," tutupnya. (*)
Populer Padang hari ini
populer Padang
BERITA POPULER PADANG
kenaikan harga plastik
penyebab harga plastik naik
Harga plastik di Padang
Jemaah Haji
jemaah haji Sumbar
Jemaah Haji Termuda
peluru nyasar UNP
Peluru nyasar
peluru nyasar depan Rektorat UNP
| 3 BERITA POPULER PADANG: Usut Ilegal Minning, 10 Saksis Diperiksa Peluru Nyasar dan 2 Rumah Terbakar |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Peluru Nyasar Kena Mahasiswi, Pesawat AS Mendarat di BIM dan Pelatihan AC |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Update Kematian Bayi Alceo, Penimbunan Solar dan Maling Motor Kepergok |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Pantai Diserbu Wisatawan, Alasan GM Baru Kabau Sirah dan Antrean SPBU |
|
|---|
| 4 Berita Populer Padang: OB Unand Meninggal Tergantung hingga Minibus Rem Blong di Sitinjau Lauik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Pedagang-plastik-di-Padang-462026.jpg)