Berita Populer Padang
3 BERITA POPULER PADANG: Harga Plastik Melejit, Kepulangan Jemaah Haji dan Proyektil Peluru Nyasar
akibat nilai tukar rupiah terus melemah, harga plastik di Pasar Raya, Kelurahan Kampung Jawa, Kota Padang melonjak naik.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Simak sejumlah informasi menarik seputar Kota Padang dirangkum dalam berita populer Padang.
Kabar pertama, akibat nilai tukar rupiah terus melemah, harga plastik di Pasar Raya, Kelurahan Kampung Jawa, Kota Padang melonjak naik.
Sejumlah pedagang mengaku harga jual plastik polyethylene (PE) mencapai Rp47.000 hingga Rp48.000 sekilo.
Selanjutnya, suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti kawasan Asrama Haji Padang pada Rabu (3/6/2026) malam.
Isak tangis bahagia pecah saat rombongan bus yang membawa jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 01 Debarkasi Padang secara perlahan memasuki gerbang kompleks asrama.
Terakhir, penyelidikan kasus dugaan peluru nyasar yang melukai seorang mahasiswi dan warga sipil di kawasan Kampus Universitas Negeri Padang (UNP) masih terus berlanjut.
Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) mengungkapkan bahwa proyektil yang berhasil dikeluarkan dari tubuh korban memiliki kaliber berbeda dengan amunisi yang biasa digunakan dalam latihan menembak yang digelar pada saat kejadian.
Baca selengkapnya berikut ini:
1. Dampak Rupiah Melemah, Harga Plastik di Pasar Raya Padang Tembus Rp48 Ribu Sekilo
Akibat nilai tukar rupiah terus melemah, harga plastik di Pasar Raya, Kelurahan Kampung Jawa, Kota Padang melonjak naik.
Sejumlah pedagang mengaku harga jual plastik polyethylene (PE) mencapai Rp47.000 hingga Rp48.000 sekilo.
Pedagang, Fahrul, mengatakan harga jual plastik PE biasanya hanya berkisar Rp28.000 per kilogram.
"Penjualannya untuk saat ini Rp47.000-48.000 sekilo, kalau dulu cuma Rp28.000," kata Fahrul saat ditemui di kedainya, Pasar Raya Padang, Kamis (4/6/2026).
Ia menjelaskan, sebelum terjadi kenaikan plastik yang diimpor tersebut, modal awal hanya Rp26.000 per kilogram.
Baca juga: Rupiah Terus Tertekan, Ekonom Unand Minta Sumbar Perkuat Pariwisata dan Ekspor Produk Lokal
Sedangkan untuk sekarang, modalnya melonjak mencapai Rp46.000 untuk satu kilogramnya.
"Tapi kebanyakan barang di toko saya masih stok lama, beberapa sudah ada stok baru, dan modalnya masih tinggi," ujarnya.
Senada, pedagang lainnya bernama Ronal mengatakan bahwa harga styrofoam dengan ukuran kecil dari Rp28.000, kini sudah dijual Rp40.000 an per pack.
Untuk satu pack styrofoam berjumlah 25 biji. Sedangkan untuk ukuran besar dari harga jual Rp38.000 menjadi Rp50.000.
"Umumnya berefek, namun berbahan utama plastik. Seperti plastik PE, styrofoam hingga thinwal," kata dia.
Baca juga: Rupiah Melemah, Kadin Sumbar Sebut Dolar Tak Terlalu Berdampak karena Didominasi Industri Kecil
Untuk diketahui, thinwal adalah wadah kemasan makanan plastik sekali pakai namun serbaguna yang memiliki dinding tipis, ringan, transparan, dan ekonomis
Untuk harganya kata Ronal, naik merata dari Rp5.000 hingga Rp10.000 per pack isi 25 biji.
"Naik semuanya, merata untuk plastik," tutupnya.
Fahrul mengaku plastik di tokonya, umumnya diambil dari daerah Jawa dan Medan, Provinsi Sumatera Utara.
Selain kurs rupiah melonjak, kesulitan mendapatkan solar bagi para pengendara, khususnya truk pengangkut barang juga membuat harga melonjak.
"Solar sudah sebulan lebih sudah, distribusi barang ke Kota Padang juga terganggu, bahkan habis beberapa hari baru sampai," jelasnya.
Baca juga: Rupiah Melemah Tembus Rp18.040 per Dolar AS, Ekonom Unand Sebut Alarm Risiko Ekonomi Indonesia
Di sisi lain, peningkatan ongkos distribusi juga meningkat. Dari sebelumnya Rp1.200 untuk sekilo plastik, sekarang menjadi Rp1.500.
Sehingga, penjualan juga harus mengikuti biaya produksi yang meningkat tersebut.
"Ongkos pengangkutan menjadi naik, akibat solar susah, terpaksa menambah Rp300 untuk per kilogram plastik yang dibawa," sebutnya.
2. Suasana Haru Sambut Kedatangan Jemaah Haji Kloter 1 Debarkasi Padang, 1 Orang Tinggal karena Sakit
Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti kawasan Asrama Haji Padang pada Rabu (3/6/2026) malam.
Isak tangis bahagia pecah saat rombongan bus yang membawa jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 01 Debarkasi Padang secara perlahan memasuki gerbang kompleks asrama.
Berdasarkan pantauan reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda langsung di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB, ratusan anggota keluarga para jemaah haji tampak sudah memadati area luar perimeter.
Mereka dengan setia menanti di balik pagar pembatas, berusaha melambaikan tangan serta mencari wajah sanak saudara di dalam bus yang baru saja menempuh perjalanan panjang dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Satu per satu armada bus jemaah haji bergerak teratur memasuki halaman Asrama Haji Padang.
Baca juga: Kapendam Ungkap Tujuan Latihan Menembak di Lapai Sebelum Insiden Peluru Nyasar di UNP
Setelah pintu-pintu bus terbuka, para jemaah langsung turun dengan pengawalan ketat petugas dan diarahkan menuju aula utama asrama untuk mengikuti jalannya prosesi acara penyambutan resmi kedatangan tanah air.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag / Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat, M. Rifki, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran kepulangan kloter pertama ini.
Pihaknya mengapresiasi kerja keras seluruh petugas yang berhasil memastikan para duyufurrahman tiba kembali ke ranah Minang dengan selamat.
“Alhamdulillah, kita bersama-sama mengucapkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT karena jemaah haji kita yang tergabung dalam Kloter 1 telah kembali mendarat di tanah air dalam keadaan selamat, sehat walafiat, dan tanpa kekurangan suatu apa pun,” ujar M. Rifki.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat datang secara khusus kepada seluruh rombongan yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian rukun Islam kelima di tanah suci.
Baca juga: Cuaca 7 Kota di Sumbar Hari Ini 4 Juni 2026, Padang hingga Payakumbuh Diselimuti Kabut dan Asap
M. Rifki mendoakan agar seluruh perjuangan ibadah fisik dan batin yang dilakukan selama di Mekah dan Madinah mendapatkan ganjaran terbaik.
“Selamat datang kembali di tanah air untuk seluruh jemaah sekalian. Kami segenap panitia senantiasa berdoa dengan tulus semoga seluruh bapak dan ibu memperoleh haji yang mabrur dan mabrullah, serta membawa berkah kebaikan bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” tambahnya penuh khidmat.
Meski demikian, terdapat perubahan jumlah manifes kepulangan pada kloter pembuka ini jika dibandingkan saat keberangkatan.
Berdasarkan data manifestasi awal, Kloter 1 Debarkasi Padang tercatat diberangkatkan menuju tanah suci dengan total jemaah sebanyak 391 orang.
Namun, pada malam kepulangan ini, jumlah jemaah haji yang secara fisik mendarat dan kembali ke Asrama Haji Padang tercatat berjumlah 390 orang.
Baca juga: 3 BERITA POPULER SUMBAR: Kecewa Vonis Mati Wanda, Truk Tabrak Truk dan Kecelakaan di Payakumbuh
Diketahui terdapat selisih satu orang jemaah yang tidak bisa ikut terbang bersama rombongan asalnya pada jadwal yang telah ditentukan.
Terkait kondisi tersebut, M. Rifki memberikan klarifikasi resmi bahwa satu orang jemaah haji tersebut terpaksa harus menunda kepulangannya ke tanah air.
Hal ini disebabkan karena kondisi kesehatan yang bersangkutan mendadak menurun sehingga memerlukan perawatan medis intensif.
Jemaah yang bersangkutan saat ini dilaporkan masih menjalani perawatan berkala di fasilitas kesehatan di Mekah secara komprehensif.
Pihak panitia memastikan bahwa pengawasan medis terus berjalan hingga kondisi jemaah tersebut dinyatakan layak untuk melakukan penerbangan jarak jauh.
Baca juga: Dua Rumah Hangus Terbakar di Koto Panjang Padang, Kerugian Ditaksir Rp800 Juta
“Satu orang jemaah kita memang tertunda kepulangannya hari ini karena faktor kesehatan dan masih dirawat di sana. Namun pihak keluarga tidak perlu khawatir, karena nanti jika kondisinya sudah membaik dan mendapat rekomendasi layak terbang, jemaah tersebut akan dipulangkan dengan kloter berikutnya,” jelas Kakanwil Kemenag Sumbar.
Di balik kegembiraan menyambut kepulangan Kloter 1, terselip pula kabar duka mengenai perkembangan operasional ibadah haji tahun 2026 M ini.
Hingga hari pertama pemulangan debarkasi, tercatat total ada 7 orang jemaah haji asal Debarkasi Padang yang dilaporkan meninggal dunia di tanah suci.
Berdasarkan rincian resmi data komparatif dari bidang kesehatan PPIH, dari total tujuh jemaah haji yang wafat tersebut, sebanyak 5 orang jemaah di antaranya merupakan warga asli Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Sementara itu, dua orang jemaah haji lainnya yang masuk ke dalam daftar wafat merupakan jemaah yang berasal dari wilayah Provinsi Bengkulu.
3. Peluru Nyasar di UNP Masih Diselidiki, Kodam Temukan Proyektil Berbeda dari Amunisi Latihan
Penyelidikan kasus dugaan peluru nyasar yang melukai seorang mahasiswi dan warga sipil di kawasan Kampus Universitas Negeri Padang (UNP) masih terus berlanjut.
Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) mengungkapkan bahwa proyektil yang berhasil dikeluarkan dari tubuh korban memiliki kaliber berbeda dengan amunisi yang biasa digunakan dalam latihan menembak yang digelar pada saat kejadian.
Kapendam XX/TIB, Letnan Kolonel Kav Taufiq mengatakan, pada saat kejadian memang terdapat kegiatan pelatihan menggunakan senjata laras panjang.
Namun, hasil temuan awal menunjukkan proyektil yang diamankan berkaliber 9 milimeter.
"Pada saat itu kan kami sampaikan bahwa ada pelaksanaan pelatihan menggunakan senjata laras panjang. Kalau laras panjang itu kalibernya adalah 5,56 mm. Saat ini memang yang kita temukan adalah 9 mm, artinya kan sedikit berbeda," kata Taufiq, Rabu (3/6/2026)
Menurutnya, perbedaan kaliber tersebut menjadi salah satu alasan mengapa tim investigasi masih membutuhkan waktu untuk melakukan pendalaman lebih lanjut.
"Makanya kami sampaikan, tim investigasi tadi juga sudah melaksanakannya, sudah mencoba itu semua. Ini ada sedikit yang perlu kami cocokkan lagi. Makanya tolong kami diberi waktu lagi untuk melaksanakan pendalaman ini," ujarnya.
Baca juga: Daftar Jenis Pelanggaran Incaran Polisi dalam Operasi Patuh Singgalang 2026
Masih Menunggu Hasil Uji Balistik
Taufiq menjelaskan, proyektil yang ditemukan saat ini menjadi barang bukti penting dalam proses penyelidikan. Namun, pihaknya belum dapat menyimpulkan asal-usul peluru sebelum hasil uji balistik keluar.
"Kami memang sudah mendapatkan satu proyektil yang berada di paha kiri korban dan sudah berhasil dikeluarkan. Namun proyektil ini masih perlu dilakukan uji balistik yang tentunya membutuhkan waktu," jelasnya.
Ia mengatakan, hasil pemeriksaan balistik nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan apakah proyektil tersebut memiliki keterkaitan dengan kegiatan latihan yang berlangsung pada waktu yang hampir bersamaan atau berasal dari sumber lain.
Menurutnya, sejumlah kemungkinan masih terus dianalisis oleh tim investigasi agar kesimpulan yang diambil benar-benar berdasarkan fakta.
Baca juga: Operasi Patuh Singgalang 2026 Digelar 8 Juni, Polres Padang Panjang Sasar Pelanggar Kasat Mata
Kodam Minta Informasi dari Masyarakat
Selain menunggu hasil uji balistik, tim investigasi juga sedang menelusuri informasi terkait adanya suara tembakan yang disebut-sebut terdengar di sekitar lokasi kejadian.
Taufiq mengaku informasi tersebut menjadi salah satu petunjuk yang perlu didalami lebih lanjut.
"Saat ini yang perlu kami dalami adalah salah satu informasi yang disampaikan bahwa di lokasi ada terdengar suara tembakan yang cukup keras. Kami membutuhkan informasi itu. Mungkin ada yang bisa memberikan informasi, tolong beritahu kami sehingga kami bisa melakukan pendalaman dari mana suara itu," katanya.
Ia menjelaskan, jarak antara lokasi latihan menembak dengan lokasi tempat korban ditemukan tergolong cukup jauh.
Karena itu, informasi mengenai suara tembakan yang terdengar di sekitar area kampus menjadi perhatian tersendiri bagi penyidik.
"Karena memang kalau kita melihat lokasi tempat latihan menembak dengan lokasi olah TKP itu cukup jauh. Informasi adanya suara tembakan ini menjadi informasi tersendiri yang perlu kami dalami," ujarnya.
Baca juga: Agenda Wali Kota Padang 4 Juni 2026: Fadly Amran Bahas Bungus, BBM hingga GOR H Agus Salim
Investigasi Dilakukan Secara Menyeluruh
Terkait kapan hasil penyelidikan akan diumumkan, Taufiq mengaku belum dapat memastikan waktu yang dibutuhkan.
Menurutnya, proses investigasi sangat bergantung pada perkembangan data dan informasi yang berhasil dikumpulkan di lapangan.
"Kalau untuk waktu, kami tidak bisa memastikan. Karena itu butuh waktu. Kami ingin memastikan semua informasi yang ada benar-benar dapat diverifikasi," katanya.
Ia menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan transparan demi mengungkap penyebab sebenarnya dari insiden yang terjadi.
"Dari lokasi kejadian dengan tempat pelaksanaan latihan cukup jauh. Jadi kami masih membutuhkan waktu untuk memastikan apakah proyektil tersebut berasal dari tempat latihan yang dilaksanakan kemarin sore atau dari sumber lain. Saat ini masih dilakukan pendalaman," ujarnya.
Baca juga: 3 BERITA POPULER PADANG: Usut Ilegal Minning, 10 Saksis Diperiksa Peluru Nyasar dan 2 Rumah Terbakar
Taufiq pun meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil investigasi yang tengah berjalan.
"Kami mohon kepada semua pihak untuk bersabar. Investigasi akan kami lakukan secara menyeluruh dan transparan. Apa yang kami lakukan murni untuk mencari kebenaran," tutupnya. (*)
Populer Padang hari ini
populer Padang
BERITA POPULER PADANG
kenaikan harga plastik
penyebab harga plastik naik
Harga plastik di Padang
Jemaah Haji
jemaah haji Sumbar
Jemaah Haji Termuda
peluru nyasar UNP
Peluru nyasar
peluru nyasar depan Rektorat UNP
| 3 BERITA POPULER PADANG: Usut Ilegal Minning, 10 Saksis Diperiksa Peluru Nyasar dan 2 Rumah Terbakar |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Peluru Nyasar Kena Mahasiswi, Pesawat AS Mendarat di BIM dan Pelatihan AC |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Update Kematian Bayi Alceo, Penimbunan Solar dan Maling Motor Kepergok |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Pantai Diserbu Wisatawan, Alasan GM Baru Kabau Sirah dan Antrean SPBU |
|
|---|
| 4 Berita Populer Padang: OB Unand Meninggal Tergantung hingga Minibus Rem Blong di Sitinjau Lauik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Pedagang-plastik-di-Padang-462026.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.