Peluru Nyasar

Kodam Cari Saksi, Minta Warga Laporkan Suara Dentuman Terkait Kasus Peluru Nyasar di UNP

Tim investigasi Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol meminta bantuan masyarakat untuk mengungkap misteri kasus peluru nyasar di UNP. 

Tayang:
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
PELURU NYASAR- Suasana halaman rektorat UNP saat dikunjungi, Rabu (3/6/2026). Tim investigasi Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol meminta bantuan masyarakat untuk mengungkap misteri kasus peluru nyasar di Universitas Negeri Padang (UNP).  

Menurutnya, perbedaan kaliber tersebut menjadi salah satu alasan mengapa tim investigasi masih membutuhkan waktu untuk melakukan pendalaman lebih lanjut.

"Makanya kami sampaikan, tim investigasi tadi juga sudah melaksanakannya, sudah mencoba itu semua. Ini ada sedikit yang perlu kami cocokkan lagi. Makanya tolong kami diberi waktu lagi untuk melaksanakan pendalaman ini," ujarnya.

Masih Menunggu Hasil Uji Balistik

Taufiq menjelaskan, proyektil yang ditemukan saat ini menjadi barang bukti penting dalam proses penyelidikan. Namun, pihaknya belum dapat menyimpulkan asal-usul peluru sebelum hasil uji balistik keluar.

"Kami memang sudah mendapatkan satu proyektil yang berada di paha kiri korban dan sudah berhasil dikeluarkan. Namun proyektil ini masih perlu dilakukan uji balistik yang tentunya membutuhkan waktu," jelasnya.

Ia mengatakan, hasil pemeriksaan balistik nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan apakah proyektil tersebut memiliki keterkaitan dengan kegiatan latihan yang berlangsung pada waktu yang hampir bersamaan atau berasal dari sumber lain.

Menurutnya, sejumlah kemungkinan masih terus dianalisis oleh tim investigasi agar kesimpulan yang diambil benar-benar berdasarkan fakta.

Baca juga: Daftar Jenis Pelanggaran Incaran Polisi dalam Operasi Patuh Singgalang 2026

Investigasi Dilakukan Secara Menyeluruh

Terkait kapan hasil penyelidikan akan diumumkan, Taufiq mengaku belum dapat memastikan waktu yang dibutuhkan.

Menurutnya, proses investigasi sangat bergantung pada perkembangan data dan informasi yang berhasil dikumpulkan di lapangan.

"Kalau untuk waktu, kami tidak bisa memastikan. Karena itu butuh waktu. Kami ingin memastikan semua informasi yang ada benar-benar dapat diverifikasi," katanya.

Ia menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan transparan demi mengungkap penyebab sebenarnya dari insiden yang terjadi.

"Dari lokasi kejadian dengan tempat pelaksanaan latihan cukup jauh. Jadi kami masih membutuhkan waktu untuk memastikan apakah proyektil tersebut berasal dari tempat latihan yang dilaksanakan kemarin sore atau dari sumber lain. Saat ini masih dilakukan pendalaman," ujarnya.

Baca juga: Pilu dan Bahagia, Cerita Jemaah Haji Padang Berjuang Lawan Batuk Pilek dan Cuaca Ekstrem di Makkah

Taufiq pun meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil investigasi yang tengah berjalan.

"Kami mohon kepada semua pihak untuk bersabar. Investigasi akan kami lakukan secara menyeluruh dan transparan. Apa yang kami lakukan murni untuk mencari kebenaran," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved