Peluru Nyasar

Kodam Cari Saksi, Minta Warga Laporkan Suara Dentuman Terkait Kasus Peluru Nyasar di UNP

Tim investigasi Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol meminta bantuan masyarakat untuk mengungkap misteri kasus peluru nyasar di UNP. 

Tayang:
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
PELURU NYASAR- Suasana halaman rektorat UNP saat dikunjungi, Rabu (3/6/2026). Tim investigasi Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol meminta bantuan masyarakat untuk mengungkap misteri kasus peluru nyasar di Universitas Negeri Padang (UNP).  

Ringkasan Berita:
  • Kodam minta bantuan masyarakat ungkap asal peluru yang melukai mahasiswi UNP.
  • Informasi suara tembakan di sekitar kampus kini jadi petunjuk penting penyidik.
  • Jarak lokasi latihan tembak dan TKP korban disebut cukup jauh. Ada apa?
  • Proyektil yang ditemukan berkaliber 9 mm, berbeda dari amunisi latihan.
  • Hasil uji balistik belum keluar, asal peluru masih menjadi misteri.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Tim investigasi Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol meminta bantuan masyarakat untuk mengungkap misteri kasus peluru nyasar di Universitas Negeri Padang (UNP). 

Petugas kini memburu informasi dari saksi mata yang mendengar suara tembakan di sekitar area kampus Universitas Negeri Padang saat insiden terjadi.

Langkah ini menyusul temuan janggal tim investigasi mengenai jenis proyektil berkaliber 9 mm yang bersarang di paha korban.

Padahal, personel TNI saat itu menggelar latihan memakai senjata laras panjang kaliber 5,56 mm, sehingga asal-usul amunisi kasus peluru nyasar di UNP masih menyisakan teka-teki.

Kapendam XX/TIB, Letnan Kolonel Kav Taufiq menyatakan jarak antara lapangan latihan menembak dengan lokasi penemuan korban sangat jauh.

Baca juga: Polisi Bakar Pondok Tambang Emas Ilegal di Pasaman Barat, Sita Puluhan Jeriken Solar

Oleh karena itu, kesaksian warga mengenai suara dentuman senjata di sekitar kampus menjadi petunjuk krusial untuk mengusut tuntas kasus peluru nyasar di UNP tersebut.

Tim investigasi sekarang sedang menelusuri informasi terkait adanya suara tembakan yang disebut-sebut terdengar di sekitar lokasi kejadian.

Taufiq mengaku informasi tersebut menjadi salah satu petunjuk yang perlu didalami lebih lanjut.

"Saat ini yang perlu kami dalami adalah salah satu informasi yang disampaikan bahwa di lokasi ada terdengar suara tembakan yang cukup keras. Kami membutuhkan informasi itu. Mungkin ada yang bisa memberikan informasi, tolong beritahu kami sehingga kami bisa melakukan pendalaman dari mana suara itu," katanya.

Ia menjelaskan, jarak antara lokasi latihan menembak dengan lokasi tempat korban ditemukan tergolong cukup jauh.

Baca juga: Polres Agam Tangkap Dua Pria Terkait Penyalahgunaan BBM Subsidi di Agam, Sita 13 Jeriken Biosolar

Karena itu, informasi mengenai suara tembakan yang terdengar di sekitar area kampus menjadi perhatian tersendiri bagi penyidik.

"Karena memang kalau kita melihat lokasi tempat latihan menembak dengan lokasi olah TKP itu cukup jauh. Informasi adanya suara tembakan ini menjadi informasi tersendiri yang perlu kami dalami," ujarnya.

Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) mengungkapkan bahwa proyektil yang berhasil dikeluarkan dari tubuh korban memiliki kaliber berbeda dengan amunisi yang biasa digunakan dalam latihan menembak yang digelar pada saat kejadian.

Letnan Kolonel Kav Taufiq mengatakan, pada saat kejadian memang terdapat kegiatan pelatihan menggunakan senjata laras panjang. Namun, hasil temuan awal menunjukkan proyektil yang diamankan berkaliber 9 milimeter.

"Pada saat itu kan kami sampaikan bahwa ada pelaksanaan pelatihan menggunakan senjata laras panjang. Kalau laras panjang itu kalibernya adalah 5,56 mm. Saat ini memang yang kita temukan adalah 9 mm, artinya kan sedikit berbeda," kata Taufiq.

Baca juga: Peluru Nyasar di UNP Masih Diselidiki, Kodam Temukan Proyektil Berbeda dari Amunisi Latihan

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved