Peluru Nyasar

Pomdam XX/TIK Periksa 10 Saksi Terkait Dugaan Peluru Nyasar yang Lukai Dua Orang di UNP

Para saksi yang telah diperiksa berasal dari berbagai pihak, mulai dari teman-teman korban, petugas keamanan UNP, hingga prajurit.

Tayang:
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rezi Azwar

Ringkasan Berita:
  • Update peluru nyasar yang melukai dua orang di dalam kawasan kampus UNP.
  • Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol lakukan pemeriksaan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
  • Saat kejadia sedang ada latihan menembak di Lapangan Tembak Lapai.
  • Para saksi yang telah diperiksa berasal dari berbagai pihak, mulai dari teman-teman korban, petugas keamanan UNP, hingga personel Batalyon DTP Singgalang.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Komando Polisi Militer Kodam (Pomdam) XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) telah memeriksa 10 orang saksi terkait insiden dugaan peluru nyasar yang mengakibatkan dua orang terluka di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (2/6/2026) sore. 

Komandan Polisi Militer Kodam I/Tuanku Imam Bonjol (Danpomdam XX/TIK), Kolonel CPM Laksono Puji Lisdianto, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

"Yang sudah kami mintai keterangan sekitar 10 orang," kata Kolonel CPM Laksono Puji Lisdianto saat konferensi pers dengan awak media, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, para saksi yang telah diperiksa berasal dari berbagai pihak, mulai dari teman-teman korban, petugas keamanan UNP, hingga prajurit Batalyon DTP Singgalang yang saat itu sedang melaksanakan latihan menembak di Lapangan Tembak Lapai.

"Memang sudah ada beberapa saksi yang kami periksa dan mintai keterangannya. Itu termasuk teman-teman korban, pihak keamanan UNP, serta personel yang melakukan latihan menembak saat itu," ujarnya.

Baca juga: Peluru Nyasar di Kampus UNP Masih Diselidiki, Kodam XX/TIB Tunggu Hasil Uji Balistik Proyektil

Laksono menegaskan proses investigasi masih berlangsung dan dilakukan secara internal dengan berkoordinasi bersama Polda Sumbar.

"Saat ini investigasi masih berlangsung dan dilakukan internal oleh pihak kami serta berkoordinasi dengan Polda Sumbar," tegasnya.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap saksi, TNI juga menutup sementara lokasi latihan menembak di kawasan Lapai.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Letkol Kav Taufiq, mengatakan penutupan tersebut merupakan bagian dari langkah evaluasi pascainsiden.

"Penutupan lokasi menembak ini merupakan bagian dari evaluasi. Perlu dipahami bahwa kondisi lapangan tembak kami saat ini masih dalam kondisi terbatas. Meski demikian, dari sisi keamanan seperti tanggul dan fasilitas pendukung lainnya tetap dalam kondisi safety," kata Taufiq.

Ia menegaskan lapangan tembak tersebut untuk sementara tidak akan digunakan hingga proses investigasi selesai dilakukan.

Baca juga: Kelompok Korban Banjir Bandang Sumbar Tuntut Pengusutan Illegal Mining dan Illegal Logging

"Untuk sementara lapangan tembak ini belum bisa digunakan sampai investigasi lanjutan selesai," jelasnya.

Taufiq menambahkan, proses penyelidikan masih terus berjalan. Sementara itu, kondisi kedua korban saat ini terus berangsur pulih.

Sebelumnya, dua orang mengalami luka tembak yang diduga akibat peluru nyasar di kawasan depan Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP), Jalan Prof Dr Hamka, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (2/6/2026) sore.

Sekretaris Universitas Negeri Padang, Erianjoni, membenarkan adanya insiden tersebut yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved