Peluru Nyasar

Peluru Nyasar di UNP Diduga Berasal dari Senjata Laras Panjang TNI dengan Jarak 800 Meter

Kasus peluru nyasar UNP diduga berasal dari latihan tembak menggunakan senjata laras panjang milik personel TNI

Tayang:
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Ist
PELURU NYASAR - Kasus peluru nyasar UNP diduga berasal dari latihan tembak menggunakan senjata laras panjang milik personel TNI yang berlangsung sekitar 800 meter dari Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (2/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Peluru nyasar di UNP diduga berasal dari latihan tembak TNI berjarak 800 meter.
  • Saat insiden terjadi, personel TNI memakai senjata laras panjang di Lapai.
  • Dua korban terluka, satu di antaranya mahasiswi UNP yang jalani operasi.
  • Kapendam benarkan kejadian, tapi asal peluru masih diselidiki.
  • Rektor UNP turun tangan, koordinasi dengan TNI, intelijen, dan polisi.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kasus peluru nyasar UNP diduga berasal dari latihan tembak menggunakan senjata laras panjang milik personel TNI yang berlangsung sekitar 800 meter dari Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (2/6/2026).

Dugaan peluru nyasar UNP itu muncul setelah dua orang terluka di depan Rektorat UNP, sementara pada waktu yang sama personel Batalyon DTP Singgalang menggelar latihan tembak di kawasan Lapai.

Kapendam I/Bukit Barisan Letkol Kav Taufiq membenarkan adanya insiden dugaan peluru nyasar yang mengakibatkan dua orang terluka di kawasan Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (2/6/2026).

pihaknya masih melakukan investigasi untuk memastikan asal peluru yang mengenai kedua korban tersebut.

"Memang benar ada kejadian atau insiden yang menyebabkan dua saudara kita terkena peluru nyasar. Namun, belum bisa dipastikan apakah peluru tersebut berasal dari anggota Kodam yang sedang melaksanakan latihan atau bukan," kata Letkol Kav Taufiq kepada wartawan, Selasa (2/6/2026) malam.

Baca juga: Pemkab Solok Selatan Gratiskan Lahan ex-HGU, Siapkan Rusunawa ASN Solok Selatan dan Rumah MBR

Ia menjelaskan, pada saat kejadian memang terdapat kegiatan latihan tembak yang dilakukan personel Batalyon DTP Singgalang di lapangan tembak kawasan Lapai. 

Latihan berlangsung sejak pagi hingga sore hari dengan menggunakan senjata laras panjang. Lokasi latihan tersebut berjarak sekitar 800 meter dari Kampus UNP.

"Saat ini tengah dilakukan investigasi untuk mengetahui kebenaran dari kejadian tersebut," ujarnya.

Menurut Taufiq, hasil investigasi akan disampaikan kepada publik setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan.

"Nanti kalau investigasi sudah selesai, kami akan menyampaikan informasi lengkap terkait kejadian ini," katanya.

Baca juga: Dua Orang Kena Peluru Nyasar di UNP Diduga Berasal dari Lapangan Latihan Tembak TNI Kawasan Lapai

Selain melakukan penyelidikan, pihak Kodam juga fokus pada penanganan kedua korban yang diduga terkena peluru nyasar.

"Untuk korban saat ini sudah dalam penanganan. Salah satu korban menjalani operasi lanjutan sesuai prosedur yang berlaku," ungkapnya.

Ia menyebut kedua korban mengalami luka pada bagian tangan dan paha.

"Kedua korban sudah dalam penanganan. Kami melakukan seluruh prosedur yang ada dan seluruh biaya pengobatan ditanggung," jelasnya.

Dua Korban Terluka

Sebelumnya diberitakan, dua orang mengalami luka tembak yang diduga akibat peluru nyasar di kawasan depan Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP), Jalan Prof Dr Hamka, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Selasa sore.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved