Murid SD Dicabuli Tetangga

Diduga Cabuli Murid Kelas 2 SD, Pelaku Ajak Korban Bermain dan Kasih Uang Rp 10 Ribu

Polisi sebut modus pelaku yang diduga melakukan perbuatan cabul kepada anak di bawah umur dengan mengajaknya bermain dan mengasih uang Rp 10 ribu agar

Tribun Lampung
Ilustrasi pencabulan 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Polisi sebut modus pelaku yang diduga melakukan perbuatan cabul kepada anak di bawah umur dengan mengajaknya bermain dan mengasih uang Rp 10 ribu agar tidak bercerita ke siapapun.

Kejadian ini terjadi Kecamatan V Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman.

Pencabulan Bocah 8 Tahun di Kabupaten Padang Pariaman Terungkap Setelah Korban Bercerita ke Keluarga

Bocah 8 Tahun di Kabupaten Padang Pariaman Jadi Korban Pencabulan Tetangganya Sendiri

Seorang murid Sekolah Dasar (SD) diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan pelaku inisial M.

Kasus dugaan pencabulan terungkap saat korban bercerita kepada keluarganya, dan diketahui korban telah dicabuli sekitar enam kali di bulan Januari tahun 2020.

Kapolres Pariaman, AKBP Andri Kurniawan mengatakan korban diduga dicabuli pelaku berinisial M dengan cara mengajaknya bermain-main.

VIRAL Video Rekaman CCTV Pria Cabuli Gadis 9 Tahun di Surau, Pelaku Akhirnya Menyerahkan Diri

PADANG - Pelaku Cabul di Padang Terancam 15 Tahun| Sekda Sebut Data Harus Diperbaiki

Ia menyebutkan keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian pada Sabtu (18/1/2020).

"Kemudian setelah melaporkan kepada kita, kita tanya keluhannya dan sebagainya," katanya.

Andri menjelaskan korban merupakan tetangga dekat pelaku, namun tidak ada hubungan keluarga.

"Pada awalnya ditarik tangannya (korban), dan di ajak main-main. Sehingga pada suatu ketika, korban ditarik untuk diajak bermain, istilahnya main hubungan badan," sebutnya.

Pelaku Cabul yang Sebabkan Gadis Menderita Kanker Rektum di Padang Terancam 15 Tahun Penjara

Dicabuli Tetangga, Gadis di Padang Menderita Kanker Rektum Stadium 4, Sempat Pendarahan Hebat

Andri menyebutkan bahwa korban dipeloroti di kamar tengahnya, dan dipeloroti celananya sampai kaki.

"Dan, barangnya dimasukin tapi tidak sampai merobek selaput dara si anak," ujarnya.

Menurutnya, korban karena polos dan mengatakan seperti ada keluar cairan seperti ingus.

"Sampai ia bilang sakit, dan setelah itu dikasih uang Rp 10 ribu dan mengatakan untuk tidak menceritakannya kepada orang lain," katanya. (*)

Penulis: Rezi Azwar
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved