TOPIK
Banjir di Padang Pariaman
-
Warga Padang Laring, Kecamatan IV Koto Aur Malintang Utara, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi
-
Tim yang dipimpin Sekretaris Kabinet Muhammad Qodari di dampingi Danrem 032/wirabraja Brigjen TNI Machfud turun
-
Tingginya sedimen dan kondisi muara yang tertutup memicu luapan Batang Ulakan hingga banjir melanda kawasan Padang Pariaman
-
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyampaikan bahwa selain Batang Ulakan, sejumlah sungai lain di daerahnya
-
Pemerintah merencanakan normalisasi Sungai Batang Ulakan setelah banjir besar yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
-
Banjir yang melanda Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat tidak hanya merendam ribuan rumah
-
BPBD Kabupaten Padang Pariaman mencatat ada ribuan rumah terendam banjir sejak Minggu (23/11/2025).
-
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari, terhitung sejak 23 November 2025.
-
Rio menjelaskan bahwa bantuan dapur umum ini akan berlangsung hingga 4 Desember, sesuai dengan SK Tanggap Darurat Bupati.
-
“Keluhan terbanyak itu hipertensi, kemudian demam flu, dan gatal-gatal. Itu yang paling banyak datang ke posko pengungsian,” jelasnya.
-
Sejumlah warga yang semula sempat mengungsi di Surau Kalampaian sudah kembali ke rumah untuk membersihkan material banjir.
-
Menurut Bupati, banjir yang melanda 14 dari 17 kecamatan di Padang Pariaman itu memberikan dampak terparah di Kecamatan Ulakan Tapakis.
-
“Yang sakit banyak. Banyak yang demam, flu, pilek, gatal-gatal. Penyakit kulit juga banyak," ujar John Kenedy kepada TribunPadang.com.
-
Menurutnya, dari 17 kecamatan dan 103 nagari di Padang Pariaman, setidaknya 14 kecamatan ikut terdampak banjir akibat hujan ekstrem.
-
Polda Sumbar juga menurunkan tim dokter tambahan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia selama masa tanggap darurat.
-
“Untuk jalan lintas nasional terakhir kita update, yang di Pesisir Selatan itu sudah surut dan sudah normal kembali, sudah bisa dilintasi,” jelasnya.
-
Sejumlah warga yang terdampak banjir di Nagari Kampung Galapung, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman,
-
Emri Nurman mengatakan, total sebanyak 3.043 rumah dilaporkan terdampak, yang secara langsung mempengaruhi kehidupan 9.778 jiwa penduduk.
-
Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, mengkonfirmasi bahwa total kerugian material diperkirakan mencapai Rp4.891.000.000.
-
Hujan lebat masih melanda Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, Selasa (25/11/2025).
-
Banjir menerjang Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat sejak Minggu (23/11/2025) mengisahkan kisah pilu pada warga
-
Air di kawasan Nagari Kampung Galapuang, Kecamatan Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, akhirnya mulai surut pada Selasa (25/11/2025) siang.
-
BPBD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meminta seluruh masyarakat tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem
-
“Karena air sudah tinggi bahkan sampai setinggi leher saya memutuskan kembali mengungsi di Surau,” ucapnya dengan suara sedikit gemetar.
-
“Selimut itu yang paling banyak kami perlukan. Kalau ada tempat tidur, alas tidur, matras, itu sangat bermanfaat,” katanya.
-
Ia menyebut Kepala BNPB, Rustian, telah merespons dan menyatakan akan menurunkan tim untuk membantu penanganan.
-
“Kurang lebih seluruh kecamatan terdampak banjir. Kami punya 17 kecamatan, 103 nagari, dan sebagian besar sudah terdampak banjir,” ujar Bupati.
-
Ia mengatakan salah satu kekhawatiran terbesar adalah masih adanya warga yang memilih bertahan di rumah meskipun air terus naik.
-
Sebab saat mengungsi hanya membawa baju yang melekat di badan saja. Begitu juga dengan anak dan suaminya.
-
“Saya sekeluarga sudah mengungsi di sini semenjak pagi, air di rumah sudah mencapai leher hingga kini belum surut,” ucap Nurlis.