Banjir di Padang Pariaman

BPBD Sumbar Minta Warga Siaga, Banjir Padang Pariaman Jadi yang Terparah

BPBD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meminta seluruh masyarakat tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem

Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
Tribunnews.com/Muhammad Afdal Afrianto
BANJIR PADANG PARIAMAN - Kalaksa BPBD Sumbar Era Sukma Munaf meninjau lokasi banjir di Nagari Kampung Galapuang, Padang Pariaman, Senin (24/11/2025). Hingga Senin (24/11/2025) malam, sejumlah daerah di Sumbar tercatat terdampak banjir, dengan Kabupaten Padang Pariaman menjadi wilayah terparah. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meminta seluruh masyarakat tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih terjadi.

Hingga Senin (24/11/2025) malam, sejumlah daerah di Sumbar tercatat terdampak banjir, dengan Kabupaten Padang Pariaman menjadi wilayah terparah.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf, menyampaikan hal tersebut saat meninjau kondisi banjir di Nagari Kampung Galapuang, Kecamatan Ulakan Tapakis, Padang Pariaman.

Ia menyebut banjir tidak hanya terjadi di satu dua titik, tetapi merata di beberapa kabupaten.

“Daerah yang terdampak seperti Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Tanah Datar, dan Solok. Penanganan sudah langsung dilakukan oleh BPBD masing-masing kabupaten. Kita tetap pantau dan koordinasikan, termasuk logistik yang bisa kita bantu,” ujar Era Sukma.

Baca juga: Kutipan Jawaban Bupati Dharmasraya atas pandangan fraksi DPRD tentang RAPBD 2026

Dari hasil pemantauan BPBD Sumbar, Padang Pariaman menjadi daerah dengan dampak terparah dalam peristiwa banjir kali ini.

“Padang Pariaman yang paling parah,” tegasnya.

Ia menambahkan, dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, sudah beberapa daerah melaporkan kondisi banjir, antara lain Agam, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Kabupaten Solok, dan Tanah Datar.

Terkait kemungkinan penetapan status siaga bencana oleh provinsi, Era Sukma menjelaskan hal itu bergantung pada penetapan status dari kabupaten dan kota.

“Kalau ada tiga kabupaten dan kota yang menetapkan status siaga bencana, maka provinsi otomatis akan menyatakan status siaga bencana untuk darurat banjir,” jelasnya.

Baca juga: Wagub Sumbar Minta Warga Siaga, Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut Tiga Hari Kedepan

Hingga Senin malam, baru Padang Pariaman yang secara resmi menetapkan status siaga bencana.

Sementara itu, BPBD Sumbar mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang bermukim di daerah rawan seperti bantaran sungai.

“Kita minta warga tetap siaga, hati-hati dengan kondisi cuaca yang sangat ekstrem sekarang ini. Apalagi masyarakat yang berada di bantaran sungai. Meski diprediksi mulai menurun, hujan masih akan terjadi tiga hari ke depan,” katanya.

BANJIR PADANG PARIAMAN- Banjir masih merendam pemukiman warga di Korong Kasai, Nagari Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (24/11/2025).
BANJIR PADANG PARIAMAN- Banjir masih merendam pemukiman warga di Korong Kasai, Nagari Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (24/11/2025). (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Warga Wajib Waspada

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Rusemy, meninjau langsung banjir yang melanda Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, pada Senin (24/11/2025) malam.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved