Banjir di Padang Pariaman

Bencana Hidrometeorologi Landa Padang Pariaman, Kerugian Hampir Rp5 Miliar

Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, mengkonfirmasi bahwa total kerugian material diperkirakan mencapai Rp4.891.000.000.

Tayang:
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
BANJIR PADANG PARIAMAN- Banjir masih merendam pemukiman warga di Korong Kasai, Nagari Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada Senin (24/11/2025). Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, mengkonfirmasi bahwa total kerugian material diperkirakan mencapai Rp4.891.000.000. 

Ringkasan Berita:
  • Hujan mengguyur Kabupaten Padang Pariaman selama empat hari, terhitung sejak 22 hingga 25 November 2025.
  • Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, mengkonfirmasi bahwa total kerugian material diperkirakan mencapai Rp4.891.000.000.
  • Total sebanyak 3.043 rumah dilaporkan terdampak, yang secara langsung mempengaruhi kehidupan 9.778 jiwa penduduk.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN – Kabupaten Padang Pariaman menghadapi periode bencana hidrometeorologi yang intensif selama empat hari, terhitung sejak 22 hingga 25 November 2025.

Peristiwa yang didominasi oleh banjir, pohon tumbang, dan longsor yang menimbulkan kerugian materil yang sangat besar.

Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, mengkonfirmasi bahwa total kerugian material diperkirakan mencapai Rp4.891.000.000.

Menurut data yang berhasil dihimpun Pusdalops bekerja sama dengan Wali Nagari, dampak paling signifikan terasa pada sektor permukiman.

Baca juga: Banjir Padang Pariaman, Warga Bertahan di Surau Kalampaian: "Kalau Sudah Aman Saya Kembali ke Rumah"

Total sebanyak 3.043 rumah dilaporkan terdampak, yang secara langsung mempengaruhi kehidupan 9.778 jiwa penduduk.

Dari ribuan rumah tersebut, Emri Nurman merinci bahwa lima unit mengalami kerusakan serius, terdiri dari tiga unit rusak berat dan dua unit rusak ringan.

"Bencana kali ini tidak hanya menghantam rumah warga, namun juga sektor pertanian dan infrastruktur publik," jelas Emri.

Ia menambahkan bahwa area persawahan yang terendam banjir mencapai 156 hektar, sementara kebun terendam seluas 28 hektar.

Baca juga: Bukan Hanya Hujan! PVMBG Ungkap Pemicu Pergerakan Tanah Ngarai Sianok dan Risiko Longsor

Kerusakan infrastruktur juga cukup parah, mencakup dua unit jembatan, satu unit irigasi utama, dua unit saluran irigasi sekunder, serta satu unit sekolah dan sepuluh unit SD yang memerlukan penanganan segera.

Secara geografis, kerugian materiil terparah tercatat di Batang Gasan, di mana kerugian mencapai Rp1,5 Miliar.

Wilayah lain yang juga menderita kerugian signifikan adalah V Koto Kampung Dalam dan 2x11 Kayu Tanam yang meliputi Kepala Hilalang dan Anduriang, yang mengalami kerusakan pada perumahan, sawah, hingga fasilitas umum.

Sementara itu, di Nan Sabaris dan Sintoga, meskipun nilai kerugiannya lebih kecil, ratusan jiwa dan puluhan rumah turut menjadi korban.

Baca juga: Air Sampai Leher! Korban Banjir Padang Pariaman Ungkap Masih Syok Ceritakan Detik-Detik Evakuasi

Menanggapi kondisi darurat ini, Emri Nurman menyatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi kebutuhan mendesak di lapangan.

Kebutuhan tersebut mencakup suplai family kit, makanan siap saji, obat-obatan, selimut, pakaian, serta penyediaan dapur umum dan lokasi pengungsian yang memadai.

Emri Nurman juga menegaskan bahwa penanganan bencana melibatkan tim terpadu dari berbagai pihak.

Tim yang bergerak cepat di lapangan terdiri dari Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, mulai dari Sekretaris Daerah, Inspektorat, Dinas terkait, TNI, Polri, hingga seluruh elemen masyarakat dan relawan bencana, bersatu padu memastikan proses evakuasi dan bantuan berjalan lancar. (TribunPadang.com/Panji Rahmat)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved