Banjir di Padang Pariaman

Warga Padang Pariaman Banyak Jatuh Sakit Pascabanjir, Bupati: Demam, Flu dan Gatal-Gatal

“Yang sakit banyak. Banyak yang demam, flu, pilek, gatal-gatal. Penyakit kulit juga banyak," ujar John Kenedy kepada TribunPadang.com.

Tayang:
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
BANJIR PADANG PARIAMAN- Warga yang mengungsi akibat banjir merendam rumahnya di Nagari Kampung Galapuang, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (25/11/2025). Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengungkapkan bahwa banyak warga mulai mengalami gangguan kesehatan, terutama penyakit kulit, demam, flu, dan gatal-gatal. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir merendam permukiman masyarakat di Nagari Kampung Galapuang, Padang Pariaman.
  • Warga terdampak banjir mulai mengalami gangguan kesehatan, terutama penyakit kulit, demam, flu, dan gatal-gatal.
  • Untuk mengatasi lonjakan warga yang sakit, Pemkab Padang Pariaman telah menurunkan tenaga medis ke lokasi-lokasi terdampak.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN – Kondisi kesehatan masyarakat di Nagari Kampung Galapuang, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, mulai menunjukkan dampak serius pascabanjir besar yang melanda wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengungkapkan bahwa banyak warga mulai mengalami gangguan kesehatan, terutama penyakit kulit, demam, flu, dan gatal-gatal.

Hal ini disampaikan saat ia meninjau langsung kondisi banjir di Nagari Kampung Galapuang, Selasa (25/11/2025).

“Yang sakit banyak. Banyak yang demam, flu, pilek, gatal-gatal. Penyakit kulit juga banyak," ujar John Kenedy kepada TribunPadang.com.

Baca juga: Turap di Kampus 3 UIN Imam Bonjol Padang Terdampak Longsor, Kerugian Sentuh Rp5 Miliar

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, bersama Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin 25/11/2025
BANJIR PADANG PARIAMAN- Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, bersama Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin, meninjau kondisi banjir yang mulai surut di Nagari Kampung Galapuang, Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (25/11/2025).

Menurut Bupati, banjir yang melanda 14 dari 17 kecamatan di Padang Pariaman itu memberikan dampak terparah di Kecamatan Ulakan Tapakis, di mana tujuh dari delapan nagari terendam hebat.

Di titik yang ia kunjungi, ketinggian air sempat mencapai 1,8 meter pada Senin malam sebelum akhirnya turun hingga setinggi lutut pada Selasa siang.

Untuk mengatasi lonjakan warga yang sakit, Pemkab Padang Pariaman telah menurunkan tenaga medis ke lokasi-lokasi terdampak.

Baca juga: Wakapolda Sumbar Tinjau Banjir di Padang Pariaman, Pastikan Layanan Kesehatan & Dapur Umum Berjalan

“Pemerintah daerah telah menyiapkan dokter, ambulans, dan perawat untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan,” kata Bupati.

Posko kesehatan didirikan di sejumlah titik bersama delapan dapur umum yang tersebar di kecamatan terdampak banjir.

Meski air mulai surut hingga 60 persen, Bupati meminta masyarakat tetap berhati-hati. Berdasarkan informasi BMKG, intensitas hujan baru akan menurun pada 27–28 November, sehingga potensi banjir susulan masih ada.

Polda Sumbar Pastikan Layanan Kesehatan dan Dapur Umum Berjalan

BANJIR PADANG PARIAMAN- Wakapolda Sumatera Barat Brigjen Pol Solihin meninjau langsung kondisi warga terdampak banjir di Nagari Kampung Galapuang, Kecamatan Ulakan Tapakis, Selasa (25/11/2025).
BANJIR PADANG PARIAMAN- Wakapolda Sumatera Barat Brigjen Pol Solihin meninjau langsung kondisi warga terdampak banjir di Nagari Kampung Galapuang, Kecamatan Ulakan Tapakis, Selasa (25/11/2025). (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Wakapolda Sumatera Barat Brigjen Pol Solihin meninjau langsung kondisi warga terdampak banjir di Nagari Kampung Galapuang, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (25/11/2025).

Dalam peninjauan tersebut, ia memastikan seluruh jajaran kepolisian telah disiagakan untuk membantu penanganan banjir di berbagai wilayah Sumbar.

Solihin mengatakan Polda Sumbar bekerja sama dengan pemerintah daerah tingkat kabupaten dan kota untuk memastikan evakuasi maupun penanganan darurat berjalan optimal.

Baca juga: Hujan 4 Hari, 9.778 Warga Padang Pariaman Terdampak Bencana Hidrometeorologi

“Dari Polda Sumbar bekerja sama dengan Pemda tingkat kabupaten dan kota, kita siaga. Kami bersama Brimob dan jajaran lain mendirikan dapur-dapur darurat serta membantu mengevakuasi warga yang terdampak,” ujar Brigjen Pol Solihin kepada TribunPadang.com.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved