Banjir di Padang Pariaman
Warga Padang Pariaman Banyak Jatuh Sakit Pascabanjir, Bupati: Demam, Flu dan Gatal-Gatal
“Yang sakit banyak. Banyak yang demam, flu, pilek, gatal-gatal. Penyakit kulit juga banyak," ujar John Kenedy kepada TribunPadang.com.
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Banjir merendam permukiman masyarakat di Nagari Kampung Galapuang, Padang Pariaman.
- Warga terdampak banjir mulai mengalami gangguan kesehatan, terutama penyakit kulit, demam, flu, dan gatal-gatal.
- Untuk mengatasi lonjakan warga yang sakit, Pemkab Padang Pariaman telah menurunkan tenaga medis ke lokasi-lokasi terdampak.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN – Kondisi kesehatan masyarakat di Nagari Kampung Galapuang, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, mulai menunjukkan dampak serius pascabanjir besar yang melanda wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengungkapkan bahwa banyak warga mulai mengalami gangguan kesehatan, terutama penyakit kulit, demam, flu, dan gatal-gatal.
Hal ini disampaikan saat ia meninjau langsung kondisi banjir di Nagari Kampung Galapuang, Selasa (25/11/2025).
“Yang sakit banyak. Banyak yang demam, flu, pilek, gatal-gatal. Penyakit kulit juga banyak," ujar John Kenedy kepada TribunPadang.com.
Baca juga: Turap di Kampus 3 UIN Imam Bonjol Padang Terdampak Longsor, Kerugian Sentuh Rp5 Miliar
Menurut Bupati, banjir yang melanda 14 dari 17 kecamatan di Padang Pariaman itu memberikan dampak terparah di Kecamatan Ulakan Tapakis, di mana tujuh dari delapan nagari terendam hebat.
Di titik yang ia kunjungi, ketinggian air sempat mencapai 1,8 meter pada Senin malam sebelum akhirnya turun hingga setinggi lutut pada Selasa siang.
Untuk mengatasi lonjakan warga yang sakit, Pemkab Padang Pariaman telah menurunkan tenaga medis ke lokasi-lokasi terdampak.
Baca juga: Wakapolda Sumbar Tinjau Banjir di Padang Pariaman, Pastikan Layanan Kesehatan & Dapur Umum Berjalan
“Pemerintah daerah telah menyiapkan dokter, ambulans, dan perawat untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan,” kata Bupati.
Posko kesehatan didirikan di sejumlah titik bersama delapan dapur umum yang tersebar di kecamatan terdampak banjir.
Meski air mulai surut hingga 60 persen, Bupati meminta masyarakat tetap berhati-hati. Berdasarkan informasi BMKG, intensitas hujan baru akan menurun pada 27–28 November, sehingga potensi banjir susulan masih ada.
Polda Sumbar Pastikan Layanan Kesehatan dan Dapur Umum Berjalan
Wakapolda Sumatera Barat Brigjen Pol Solihin meninjau langsung kondisi warga terdampak banjir di Nagari Kampung Galapuang, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (25/11/2025).
Dalam peninjauan tersebut, ia memastikan seluruh jajaran kepolisian telah disiagakan untuk membantu penanganan banjir di berbagai wilayah Sumbar.
Solihin mengatakan Polda Sumbar bekerja sama dengan pemerintah daerah tingkat kabupaten dan kota untuk memastikan evakuasi maupun penanganan darurat berjalan optimal.
Baca juga: Hujan 4 Hari, 9.778 Warga Padang Pariaman Terdampak Bencana Hidrometeorologi
“Dari Polda Sumbar bekerja sama dengan Pemda tingkat kabupaten dan kota, kita siaga. Kami bersama Brimob dan jajaran lain mendirikan dapur-dapur darurat serta membantu mengevakuasi warga yang terdampak,” ujar Brigjen Pol Solihin kepada TribunPadang.com.
banjir padang pariaman
Padang Pariaman
Sumatera Barat
Banjir di Ulakan Tapakis
Kampuang Galapuang
Multiangle
banjir
Bupati Padang pariaman
John Kenedy Azis
| Sungai Meluap, Banjir di Kayu Tanam Padang Pariaman Rendam Rumah Warga Setinggi Lutut |
|
|---|
| Krisis Air Bersih dan Lahan Pertanian Terancam Puso Akibat Pamsimas Disapu Galodo di Padang Pariaman |
|
|---|
| Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Machfud Dampingi Tim Sekretaris Kabinet ke Lokasi Bencana di Sumbar |
|
|---|
| Penyebab Banjir di Padang Pariaman Sedimen Tinggi dan Muara Tertutup Batang Ulakan |
|
|---|
| Dilanda Banjir Parah, Bupati Ungkap 10 Sungai Padang Pariaman Mendesak Normalisasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/para-pengungsi-korban-banjir-di-padang-pariaman-25112025.jpg)