Banjir di Padang Pariaman
Diterjang Badai Tiga Hari Berturut-turut, Padang Pariaman Lumpuh dan Ribuan Warga Mengungsi
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari, terhitung sejak 23 November 2025.
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (25/11/2025).
- Bencana gabungan dari angin kencang, banjir genangan, dan tanah longsor ini menyebabkan kerusakan meluas dengan taksiran kerugian materiil mencapai angka fantastis, yaitu sekitar Rp4.891.000.000.
- Pemerintah Daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari, terhitung sejak 23 November 2025.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN – Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, lumpuh total akibat serangkaian bencana hidrometeorologi parah yang melanda daerah tersebut sejak Sabtu, 22 November hingga Selasa, 25 November 2025.
Bencana gabungan dari angin kencang, banjir genangan, dan tanah longsor ini menyebabkan kerusakan meluas dengan taksiran kerugian materiil mencapai angka fantastis, yaitu sekitar Rp4.891.000.000.
Juru Bicara BPBD Sumatera Barat, Ilham Wahab, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang turun selama berhari-hari, ditambah dengan cuaca ekstrem berupa angin kencang yang terjadi pada Sabtu dan Minggu dini hari.
Baca juga: Dinsos Padang Pariaman Salurkan Logistik ke 19 Titik Dapur Umum di Empat Kecamatan Terdampak Banjir
"Kondisi terparah dialami oleh hampir seluruh wilayah Padang Pariaman. Total ada 17 kecamatan dan 56 nagari yang terdampak, menjadikan bencana ini sebagai salah satu yang terluas dalam beberapa tahun terakhir," ungkap Ilham Wahab.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari, terhitung sejak 23 November 2025.
Banjir Genangan Melumpuhkan Empat Kecamatan
Bencana banjir genangan menjadi penyumbang terbesar dari dampak kali ini.
Ilham Wahab menyebutkan bahwa banjir yang mencapai ketinggian antara 30 hingga 150 sentimeter itu merendam setidaknya 3.326 unit rumah di 26 titik berbeda, memaksa 327 jiwa warga mengungsi, termasuk ibu hamil, lansia, dan balita.
Secara keseluruhan, lebih dari 10.000 jiwa terdampak langsung oleh banjir.
Baca juga: Banjir di Kampung Galapuang Padang Pariaman Mulai Surut, Warga Mulai Berbenah Membersihkan Rumah
Kecamatan Ulakan Tapakih menjadi area dengan dampak terburuk, di mana lebih dari 2.400 rumah terendam di nagari-nagari seperti Tapakih, Manggopoh Palak Gadang, dan Kampung Galapuang.
Sementara itu, di Kecamatan Batang Anai, ratusan rumah di Nagari Kasang, Katapiang, dan Sungai Buluah turut terendam.
"Kami juga mencatat adanya 15 unit rumah yang rusak berat dan sangat memprihatinkan, bahkan 13 unit rumah dilaporkan hanyut terseret derasnya arus sungai," kata Ilham.
Selain banjir, tanah longsor juga menjadi ancaman serius.
Baca juga: Warga Padang Pariaman Banyak Jatuh Sakit Pascabanjir, Bupati: Demam, Flu dan Gatal-Gatal
Ilham menjelaskan bahwa hujan lebat memicu longsor di 16 titik, merusak dua unit jalan utama, termasuk jalan yang berada di depan RSUD Padang Pariaman menuju Polres.
Kerusakan infrastruktur kian diperparah oleh gerusan air sungai.
| Sungai Meluap, Banjir di Kayu Tanam Padang Pariaman Rendam Rumah Warga Setinggi Lutut |
|
|---|
| Krisis Air Bersih dan Lahan Pertanian Terancam Puso Akibat Pamsimas Disapu Galodo di Padang Pariaman |
|
|---|
| Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Machfud Dampingi Tim Sekretaris Kabinet ke Lokasi Bencana di Sumbar |
|
|---|
| Penyebab Banjir di Padang Pariaman Sedimen Tinggi dan Muara Tertutup Batang Ulakan |
|
|---|
| Dilanda Banjir Parah, Bupati Ungkap 10 Sungai Padang Pariaman Mendesak Normalisasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Banjir-di-Nagari-Kampung-Galapuang-Padang-Pariaman-2-25112025.jpg)