Banjir di Padang Pariaman
BPBD Catat 3.326 Rumah Terendam di Padang Pariaman, Kerugian Capai Rp4 Miliar
BPBD Kabupaten Padang Pariaman mencatat ada ribuan rumah terendam banjir sejak Minggu (23/11/2025).
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- 3.326 rumah di Padang Pariaman terendam banjir sejak 23 November 2025.
- 10.042 jiwa terdampak, ratusan warga mengungsi ke lokasi darurat.
- 15 rumah rusak dan 13 rumah hanyut terbawa arus.
- Total kerugian material ditaksir mencapai Rp4,89 miliar.
- Bantuan darurat mulai digerakkan BPBD ke wilayah terdampak.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman mencatat ada ribuan rumah terendam banjir sejak Minggu (23/11/2025).
Cuaca ekstrim hujan lebat menyebabkan debit air beberapa sungai di Kabupaten Padang Pariaman meluap.
Berdasarkan data sementara BPBD Padang Pariaman sampai 25 November 2025 tercatat ada 3326 unit rumah atau 10042 jiwa terdampak banjir.
Rumah rusak 15 unit dan 13 unit rumah hanyut ke sungai di bawa banjir serta ada 327 jiwa mengungsi terdiri dari: Bumil 11 jiwa, lansia 104 jiwa, Balita 50 jiwa, Dewasa 162 jiwa dan Luka-Luka 2 Orang.
Sementara itu terdapat 138 Ha Sawah terendam, Ladang/Kebun terendam 26 Ha dan sarana pendidikan rusak satu unit, serta ada terendam satu unit.
Baca juga: BMKG Umumkan Ancaman Bibit Siklon 95B, Cuaca Ekstrem Intai Sumbar, Diminta Siaga Banjir Rob
Sebelumnya, Kabupaten Padang Pariaman menghadapi periode bencana hidrometeorologi yang intensif selama empat hari, terhitung sejak 22 hingga 25 November 2025.
Peristiwa yang didominasi oleh banjir pohon tumbang, dan longsor yang menimbulkan kerugian materil yang sangat besar.
Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman Emri Nurman mengkonfirmasi bahwa total kerugian material diperkirakan mencapai Rp4.891.000.000.
Wilayah lain yang juga menderita kerugian signifikan adalah V Koto Kampung Dalam dan 2x11 Kayu Tanam yang meliputi Kepala Hilalang dan Anduriang, yang mengalami kerusakan pada perumahan, sawah, hingga fasilitas umum.
Baca juga: Hadiah HGN dari Bupati dan Wabup, Enam Guru dan Kepsek Terbaik Dharmasraya Berangkat Umrah
Sementara itu, di Nan Sabaris dan Sintoga, meskipun nilai kerugiannya lebih kecil, ratusan jiwa dan puluhan rumah turut menjadi korban.
Menanggapi kondisi darurat ini, Emri Nurman menyatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi kebutuhan mendesak di lapangan.
Kebutuhan tersebut mencakup suplai family kit, makanan siap saji, obat-obatan, selimut, pakaian, serta penyediaan dapur umum dan lokasi pengungsian yang memadai.
Emri Nurman juga menegaskan bahwa penanganan bencana melibatkan tim terpadu dari berbagai pihak. (*)
| Sungai Meluap, Banjir di Kayu Tanam Padang Pariaman Rendam Rumah Warga Setinggi Lutut |
|
|---|
| Krisis Air Bersih dan Lahan Pertanian Terancam Puso Akibat Pamsimas Disapu Galodo di Padang Pariaman |
|
|---|
| Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Machfud Dampingi Tim Sekretaris Kabinet ke Lokasi Bencana di Sumbar |
|
|---|
| Penyebab Banjir di Padang Pariaman Sedimen Tinggi dan Muara Tertutup Batang Ulakan |
|
|---|
| Dilanda Banjir Parah, Bupati Ungkap 10 Sungai Padang Pariaman Mendesak Normalisasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/BANJIR-PADANG-PARIAMAN-Basan-Penanggulangan-Bencana-Dsinggu-23112025.jpg)