BERITA POPULER SUMBAR

3 BERITA POPULER SUMBAR: Teror Beruang di Pasbar, Penyebab Cuaca Panas dan Razia SPBU Sijunjung

Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo membenarkan terkait beruang madu yang muncul di permukiman masyarakat tersebut.

Tayang:
Editor: Rahmadi
Dokumentasi/BKSDA Sumbar
KEMUNCULAN BERUANG MADU - Pemasangan kandang jebak dan bekas cakaran beruang madu di pohon, Jorong Benteng, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (5/6/2026). Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo sebut pihaknya sudah pasang dua kandang jebak, usai beruang madu memasuki permukiman masyarakat. 

Pada periode ini, posisi matahari berada di belahan bumi utara sehingga pola pergerakan angin berbeda dengan kondisi pada Desember atau Januari.

Ketika memasuki akhir tahun, angin bergerak dari Asia menuju Australia dan melewati wilayah samudra yang luas sehingga membawa banyak uap air. Kondisi tersebut mendukung pembentukan awan hujan yang lebih banyak di wilayah Indonesia.

Baca juga: Padang Terapkan E-Audit Terintegrasi, Pengawasan Keuangan dan Pengadaan Dilakukan Secara Real Time

Sebaliknya, pada periode sekarang, massa udara dari Australia cenderung lebih kering sehingga peluang terbentuknya awan hujan menjadi lebih sedikit.

"Ini memang siklus tahunan. Untuk bulan Juni curah hujan di Sumatera Barat umumnya berkurang dibanding periode musim hujan," jelasnya.

Potensi Hujan Meningkat pada 8 Juni 2026

Meski cuaca panas masih mendominasi, BMKG memprediksi adanya peningkatan potensi hujan pada 8 Juni 2026.

Wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat antara lain Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Padang Pariaman, Kota Padang dan Pesisir Selatan.

Sementara itu, untuk periode 6 hingga 12 Juni 2026 secara umum sebagian besar wilayah Sumatera Barat masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang.

Menurut Jeni, tanggal 8 Juni menjadi periode yang perlu diperhatikan karena potensi hujan diperkirakan lebih tinggi dibanding hari-hari lainnya dalam sepekan ke depan.

Selain itu, untuk Kota Padang sendiri masih terdapat peluang terjadinya hujan ringan mulai sore hingga malam hari, bahkan berlanjut hingga dini hari.

Waspadai Dehidrasi dan Risiko Karhutla

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca panas yang berlangsung saat ini.

Masyarakat yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan diminta untuk memperbanyak konsumsi air putih guna menghindari dehidrasi.

Baca juga: Dipicu Truk Rusak, Kendaraan Mengular Panjang di Sitinjau Lauik Sejak Sore hingga Malam

Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di sektor pertanian maupun perkebunan diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Menurut Jeni, berkurangnya curah hujan menyebabkan kondisi lahan menjadi lebih kering sehingga api dapat dengan mudah merambat apabila terjadi pembakaran.

"Yang perlu diantisipasi adalah pembukaan lahan dengan cara membakar. Saat hujan berkurang dan lahan kering, api bisa cepat menyebar dan memicu kebakaran hutan dan lahan serta bencana asap," katanya.

Karena itu, BMKG mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi cuaca selama beraktivitas serta menghindari tindakan yang dapat memicu kebakaran lahan di tengah kondisi cuaca yang relatif kering saat ini.

3. Cek 2 SPBU di Sijunjung, Polisi Ingatkan Petugas Tak Layani Tangki Modifikasi dan Jeriken Tanpa Izin

Kepolisian Resor (Polres) Sijunjung, Sumatera Barat, memperketat pengawasan terhadap pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Langkah antisipatif ini diambil guna memperkecil celah penyelewengan yang kerap memanfaatkan momentum kelengahan petugas.

Melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), petugas mulai memetakan sekaligus menyisir sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi di wilayah hukum Kabupaten Sijunjung.

Langkah preventif ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam mengawal kebijakan intervensi energi dari pemerintah agar tidak salah sasaran.

Baca juga: Ketua DPRD Padang: Penyusunan Pokir Mengutamakan Skala Prioritas dan Kebutuhan Riil Masyarakat

PENGAWASAN BBM- Polres Sijunjung, Sumatera Barat, memperketat pengawasan terhadap pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsid, Sabtu(6/6/2026).
PENGAWASAN BBM- Polres Sijunjung, Sumatera Barat, memperketat pengawasan terhadap pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsid, Sabtu(6/6/2026). (Dokumentasi/Polres Sijunjung)

Penyisiran Dua Titik Strategis

Pada Sabtu (6/6/2026) siang, personel Unit II Satreskrim Polres Sijunjung dikerahkan langsung ke lapangan. Fokus pemantauan kali ini menyasar dua titik krusial yang memiliki intensitas pengisian kendaraan cukup tinggi di daerah tersebut.

Adapun fasilitas pengisian bahan bakar yang menjadi target operasi berkala ini adalah SPBU Kinantan Muaro Sijunjung dan SPBU Muaro Bodi.

Petugas sengaja memilih waktu operasional yang sibuk, yakni mulai pukul 12.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Jam-jam tersebut dinilai sebagai waktu rawan terjadinya antrean panjang maupun potensi praktik kecurangan.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap liter BBM bersubsidi yang keluar dari nosel SPBU benar-benar masuk ke tangki kendaraan masyarakat yang berhak, bukan ditampung oleh pihak lain," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Sijunjung, AKP Hendra Yose, Sabtu(6/6/2026).

Baca juga: Minyak Goreng Lain Kurang Diminati, Pedagang Pasar Raya Padang Sesuaikan Harga MinyaKita Rp17.000

Pengawasan Melekat di Lapangan

Dalam pelaksanaannya, operasi ini tidak dilakukan secara acak, melainkan melibatkan tim khusus yang dibekali pemahaman regulasi niaga migas.

Tim tersebut dipimpin oleh deretan personel berpengalaman dari Satreskrim Polres Sijunjung, di antaranya Aipda Iswahyudi, Aipda Doni Febriandi, dan Aipda Rezi Andika Putra.

Selain itu, pengawasan di area pompa pengisian juga diperkuat oleh Bripka Riddal Afdil, Bripka Sectio Andres, Brigadir Wahyudi Meka Saputra, Brigadir Febi Kardian, hingga Bripda Ananda Bima Nugraha.

Kehadiran para personel secara fisik di area tangki dan dispenser SPBU ini bertujuan untuk memberikan efek gentar (deterrent effect) bagi para pelaku pelangsiran.

Baca juga: Khawatir Omzet Anjlok, Pedagang Pasar Raya Padang Minta Pemerintah Tak Naikkan HET MinyaKita

Selama dua jam melakukan pemantauan ketat dan memeriksa manifest pengisian, petugas melakukan verifikasi secara acak terhadap kendaraan yang mengantre.

Petugas mengamati secara jeli pola pengisian guna mendeteksi adanya modifikasi tangki kendaraan yang kerap digunakan para penimbun BBM.

Berdasarkan hasil pemantauan di SPBU Kinantan dan SPBU Muaro Bodi, polisi menyatakan situasi berjalan normal dan kondusif.

Petugas lapangan tidak menemukan adanya indikasi maupun aktivitas mencurigakan terkait penyalahgunaan solar maupun pertalite subsidi.

Kendati belum ditemukan adanya pelanggaran hukum, polisi tidak mau kecolongan. Petugas tetap melayangkan peringatan keras kepada manajemen dan operator SPBU agar tetap konsisten menerapkan prosedur operasi standar (SOP).

Para pengelola SPBU diingatkan untuk tegas menolak kendaraan dengan tangki modifikasi atau pembelian menggunakan jeriken tanpa izin resmi dari instansi terkait.

Baca juga: Kemacetan Truk ke Teluk Bayur Jadi Sorotan, Area Parkir Bypass Disiapkan sebagai Solusi

AKP Hendra Yose menegaskan bahwa pengawasan ini tidak akan berhenti sampai di sini saja. Pihaknya telah menyusun jadwal patroli berkala yang sifatnya dinamis dan tidak terprediksi waktu pelaksanaannya.

Langkah ini diambil demi menjaga konsistensi di lapangan, mengingat modus operandi penyalahgunaan BBM bersubsidi kerap berubah-ubah demi menghindari endusan petugas.

Ke depan, Satreskrim Polres Sijunjung berencana memetakan wilayah-wilayah pinggiran yang dianggap rawan dan jauh dari pusat pengawasan kota.

Melalui kombinasi penegakan hukum dan edukasi publik, diharapkan kesadaran bersama dapat terbangun, sehingga subsidi negara benar-benar menopang perekonomian masyarakat kelas menengah ke bawah.(*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved