BERITA POPULER SUMBAR

3 BERITA POPULER SUMBAR: Teror Beruang di Pasbar, Penyebab Cuaca Panas dan Razia SPBU Sijunjung

Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo membenarkan terkait beruang madu yang muncul di permukiman masyarakat tersebut.

Tayang:
Editor: Rahmadi
Dokumentasi/BKSDA Sumbar
KEMUNCULAN BERUANG MADU - Pemasangan kandang jebak dan bekas cakaran beruang madu di pohon, Jorong Benteng, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (5/6/2026). Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo sebut pihaknya sudah pasang dua kandang jebak, usai beruang madu memasuki permukiman masyarakat. 

Tidak hanya Pekanbaru, sejumlah kota besar lainnya juga mencatat suhu yang cukup tinggi.

Kota Medan, Palembang dan Bengkulu sama-sama mencatat suhu feels like sebesar 40 derajat Celsius. Sementara itu, Kota Jambi berada di angka 38 derajat Celsius dan Banda Aceh mencapai 37 derajat Celsius.

Adapun Kota Padang mencatat suhu feels like sebesar 35 derajat Celsius. Meski lebih rendah dibanding sejumlah kota besar lainnya di Sumatra, kondisi cuaca di Kota Padang tetap terasa panas dan gerah, terutama pada siang hingga sore hari.

Dataran Rendah Sumatra Didominasi Warna Merah Pekat

Visualisasi peta termal yang dirilis turut menunjukkan sebaran suhu panas yang melanda Pulau Sumatra.

Pada peta tersebut, warna merah pekat mendominasi wilayah dataran rendah di sepanjang pesisir timur Sumatra, mulai dari Sumatra Utara, Riau, Jambi hingga Sumatra Selatan.

Sementara itu, wilayah yang berada di kawasan Pegunungan Bukit Barisan terlihat memiliki gradasi warna yang lebih terang, menandakan suhu yang relatif lebih rendah dibandingkan kawasan dataran rendah.

Fenomena serupa juga terjadi di negara-negara tetangga. Kuala Lumpur dan Singapura masing-masing tercatat memiliki suhu feels like sebesar 39 derajat Celsius.

BMKG Jelaskan Penyebab Cuaca Panas

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau, Jeni Andrian, menjelaskan kondisi cuaca panas yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh pola pergerakan angin musiman yang sedang berlangsung.

Menurutnya, saat ini matahari berada di belahan bumi utara sehingga arah pergerakan angin berasal dari wilayah selatan atau Australia menuju Asia.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini Sabtu 6 Juni 2026: Sejumlah Daerah Diguyur Hujan Ringan

"Jadi matahari sekarang berada di belahan utara. Pergerakan angin dari selatan. Massa udara yang datang dari Australia tidak membawa banyak uap air sehingga energi untuk pembentukan awan-awan hujan menjadi berkurang," kata Jeni saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6/2026).

Akibat berkurangnya pasokan uap air tersebut, pembentukan awan hujan menjadi tidak optimal sehingga curah hujan di sejumlah wilayah Sumatera Barat ikut berkurang.

Kondisi ini menyebabkan cuaca cerah lebih dominan dan suhu udara pada siang hari terasa lebih panas dibandingkan saat curah hujan tinggi.

"Kalaupun terjadi hujan, biasanya hanya bersifat lokal dan tidak berlangsung lama," ujarnya.

Merupakan Siklus Tahunan

Jeni menegaskan bahwa kondisi cuaca panas yang terjadi saat ini bukan merupakan fenomena baru ataupun kejadian yang tidak biasa.

Menurutnya, pola tersebut merupakan siklus tahunan yang rutin terjadi setiap memasuki bulan Juni.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved