BERITA POPULER SUMBAR

3 BERITA POPULER SUMBAR: Teror Beruang di Pasbar, Penyebab Cuaca Panas dan Razia SPBU Sijunjung

Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo membenarkan terkait beruang madu yang muncul di permukiman masyarakat tersebut.

Tayang:
Editor: Rahmadi
Dokumentasi/BKSDA Sumbar
KEMUNCULAN BERUANG MADU - Pemasangan kandang jebak dan bekas cakaran beruang madu di pohon, Jorong Benteng, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (5/6/2026). Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo sebut pihaknya sudah pasang dua kandang jebak, usai beruang madu memasuki permukiman masyarakat. 

Saat melakukan pengecekan di lapangan, tim menemukan sejumlah tanda keberadaan satwa berupa bekas cakaran, jejak, serta sisa makanan yang berserakan.

Berdasarkan informasi saksi mata, beruang madu tersebut sering muncul pada malam hari dan memakan ternak ayam milik warga.

Baca juga: Kecelakaan di Panorama 2 Sitinjau Lauik, Arus Lalu Lintas Padang-Solok Buka Tutup Malam Ini

"Sehingga usai kemunculan, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi menjadi terganggu dan menimbulkan keresahan," terang Edi.

Ia menyebut, petugas telah memberikan imbauan kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan.

Petugas juga meminta warga untuk tidak beraktivitas hingga malam hari serta tidak keluar ruangan seorang diri di sekitar lokasi kemunculan satwa.

"Kita sudah melakukan imbauan untuk tidak beraktivitas di sekitar lokasi, agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan," katanya.

Baca juga: Gempa Magnitudo 2,1 Guncang Pasaman Barat Sabtu 6 Juni 2026, Kedalaman 10 Km

Sebagai langkah penanganan, petugas bersama masyarakat telah memasang dua kandang jebak di lokasi yang diduga sering dilalui dan menjadi area kemunculan beruang madu.

Ia menambahkan, petugas bersama masyarakat akan terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memantau pergerakan satwa agar tidak masuk ke kawasan permukiman warga.

"Kita sudah pasang kandang jebak, dan nantinya petugas akan terus melakukan pemantauan berkala bersama masyarakat sekitar," tutupnya.

2. Cuaca Panas Melanda Sumatra, BMKG Ungkap Penyebab dan Imbau Warga Waspada Karhutla hingga Dehidrasi

Cuaca panas dan gerah tengah dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Pulau Sumatra dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pemantauan suhu pada siang hari, sejumlah kota besar di Sumatra mencatat suhu yang cukup tinggi sehingga aktivitas masyarakat di luar ruangan terasa lebih menyengat dibanding biasanya.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di satu atau dua daerah, melainkan hampir merata di berbagai wilayah Sumatra. Bahkan, berdasarkan data suhu yang dirasakan tubuh manusia atau feels like temperature, beberapa kota besar mencatat angka yang tergolong ekstrem.

Dilansir dari akun informasi cuaca regional @infoandalas, berdasarkan data satelit cuaca pada Jumat (5/6/2026) pukul 13.00 WIB, suhu yang dirasakan tubuh manusia di sejumlah kota besar di Sumatra mencapai angka yang jauh lebih tinggi dibanding suhu udara yang tercatat pada termometer.

Pekanbaru Catat Suhu Tertinggi

CUACA PANAS – Peta suhu yang dirasakan tubuh manusia (feels like temperature) menunjukkan sebagian besar wilayah Pulau Sumatra dilanda cuaca panas pada Jumat (5/6/2026). Kota Pekanbaru mencatat suhu tertinggi mencapai 41 derajat Celsius, sementara Medan, Palembang, dan Bengkulu berada di angka 40 derajat Celsius. BMKG menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi minimnya pasokan uap air akibat pergerakan angin dari Australia, sehingga pembentukan awan hujan berkurang dan cuaca panas lebih dominan.
CUACA PANAS – Peta suhu yang dirasakan tubuh manusia (feels like temperature) menunjukkan sebagian besar wilayah Pulau Sumatra dilanda cuaca panas pada Jumat (5/6/2026). Kota Pekanbaru mencatat suhu tertinggi mencapai 41 derajat Celsius, sementara Medan, Palembang, dan Bengkulu berada di angka 40 derajat Celsius. BMKG menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi minimnya pasokan uap air akibat pergerakan angin dari Australia, sehingga pembentukan awan hujan berkurang dan cuaca panas lebih dominan. (TribunPadang.com/Tangkapan Layar Media Sosial)

Dari data yang dirilis tersebut, Kota Pekanbaru menjadi wilayah dengan suhu feels like tertinggi di Pulau Sumatra, yakni mencapai 41 derajat Celsius.

Tingginya suhu yang dirasakan masyarakat itu menunjukkan adanya kombinasi antara suhu udara permukaan dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi.

Baca juga: Satpol PP Gerebek Kos dan Hotel Melati di Padang, 13 Orang Terjaring Razia Trantibum

Akibatnya, hawa panas yang dirasakan menjadi lebih menyengat dibandingkan suhu udara sebenarnya.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved