Kantor Wali Nagari Disegel

Hari Pertama Pj Wali Nagari di Pasbar Bekerja Usai Sertijab, Staf dan Perangkat Kompak Tak Masuk

"Ini hari pertama saya masuk kantor setelah sertijab kemarin, namun rupanya staf dan perangkat nagari yang lain tidak ada yang masuk," ungkapnya.

Penulis: Ahmad Romi | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/Dendi Hardiman
PENOLAKAN PJ WALI NAGARI- Pj Wali Nagari Ranah Pasisie Dendi Hardiman saat melayani masyarakat yang mengurus surat-surat di kantor nagari tersebut. Ia menyebut, kendati kondisi yang demikian, pelayanan masyarakat di Kantor Nagari Ranah Pasisie tetap berjalan. 

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN BARAT - Pj Wali Nagari Ranah Pasisie, Dendi Hardiman, terpaksa dibantu para staf dari tingkat kecamatan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu 27/8/2025).

Perangkat dan Staf dari Kantor Wali Nagari Ranah Pasisie, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, tidak masuk kantor pasca penolakan Pj Wali Nagari yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat pada Kamis (21/8/2025) lalu.

Kantor Wali Nagari Ranah Pasisie yang berada di Jalan Pondok, Jorong Pondok yang berjarak sekitar 23,3 kilometer dari Kantor Bupati Pasaman Barat yang berlokasi di Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman.

Pj Wali Nagari Ranah Pasisie, Dendi Hardiman, kepada TribunPadang.com menyebut bahwa tidak ada satu orang pun perangkat maupun staf nagari yang hadir atau masuk kantor.

Baca juga: Pemkab Solsel Tekan Angka Stunting, Sadarkan Masyarakat akan Gizi Seimbang dan Pola Asuh yang Baik

Disampaikan, bahwa ia bersama Pj Wali Nagari sebelumnya telah melakukan Sertijab di Kantor Camat yang dipimpin oleh Camat Sasak Ranah Pasisie Yeni Tunida pada Rabu (27/8/2025).

"Kondisi ini sudah kami laporkan juga kepada Camat, Kadis DPMN, dan bahkan kepada Bapak Bupati," kata Dendi Hardiman, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (28/8/2025) siang.

Akan tetapi, ia tetap membuka kantor nagari dengan staf bantuan dari kantor camat setempat.

"Ini hari pertama saya masuk kantor setelah sertijab kemarin, namun rupanya staf dan perangkat nagari yang lain tidak ada yang masuk," ungkapnya.

Baca juga: Tambang Emas Ilegal Rusak Sungai di Sijunjung, WALHI Ungkap Dekat Kantor Bupati

PENYEGELAN KANTOR- Aksi masyarakat Nagari Ranah Pasisie, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, saat menyegel kantor wali nagari setempat pada Kamis (21/8/2025) kemarin. Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menanggapi terkait viralnya video penyegelan Kantor Wali Nagari Ranah Pasisie, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, yang dilakukan masyarakat pada Kamis (21/8/2025) kemarin.
PENYEGELAN KANTOR- Aksi masyarakat Nagari Ranah Pasisie, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, saat menyegel kantor wali nagari setempat pada Kamis (21/8/2025) kemarin. Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menanggapi terkait viralnya video penyegelan Kantor Wali Nagari Ranah Pasisie, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, yang dilakukan masyarakat pada Kamis (21/8/2025) kemarin. (Tangkapan Layar)

Ia menyebut, kendati kondisi yang demikian, pelayanan masyarakat di Kantor Nagari Ranah Pasisie tetap berjalan.

"Tetap berjalan, walaupun terbatas. Karena kita kasihan masyarakat datang, rupanya tidak bisa, makanya saya bawa staf dari kecamatan agar pelayanan tetap berjalan," ungkapnya.

Adapun pelayanan yang telah diberikan kepada masyarakat antaranya seperti Surat Keterangan Kurang Mampu (SKTM), penandatanganan surat rekomendasi pengambilan minyak ke SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) untuk BBM (Bahan Bakar Minyak) nelayan dan perbaikan.

Terakhir, ia menyatakan akan tetap menjalankan tugas sebagai Pj Wali Nagari di daerah tersebut, dikarenakan SK Bupati yang diterimanya sampai sekarang sebagai Pj Wali Nagari Ranah Pasisie masih berlaku dan belum ada perubahan.

"Saya akan tetap masuk kantor, karena tugas saya sebagai Abdi Negara dan menjalankan perintah pimpinan. Jangan pula gara-gara ini, masyarakat kita yang terabaikan," tandasnya.

Sementara itu, Camat Sasak Ranah Pasisie Yeni Tunida ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya pada pukul 12.23 WIB hingga pukul 14.27 WIB belum menjawab.

Sama halnya dengan Sekretaris Nagari Ranah Pasisie Rica Tasia Putri juga tidak membalas pesan WhatsApp ketika dikonfirmasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved