Berita Populer Padang

3 BERITA POPULER PADANG: Usut Ilegal Minning, 10 Saksis Diperiksa Peluru Nyasar dan 2 Rumah Terbakar

belasan orang yang tergabung dalam Kelompok Komunitas Masyarakat Banjir Bandang Sumbar menggelar aksi unjuk rasa

Tayang:
Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
AKSI DEMO- Belasan massa yang tergabung dalam Kelompok Komunitas Masyarakat Banjir Bandang Sumbar menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (3/6/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai dari pengusutan praktik illegal logging dan illegal mining hingga percepatan pencairan dana revitalisasi pascabencana banjir bandang 2025. 

Sekretaris Universitas Negeri Padang, Erianjoni, membenarkan adanya insiden tersebut yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Akibat kejadian itu, dua orang mengalami luka tembak. Salah satu korban merupakan mahasiswi UNP bernama Nova Wirantika (25), mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP.

"Dari kedua korban tersebut, salah satunya merupakan mahasiswa UNP bernama Nova Wirantika (25), mahasiswi Program Studi Pendidikan Sosiologi FIS UNP," kata Erianjoni kepada TribunPadang.com.

Baca juga: Imbas Peluru Nyasar di UNP, Halaman Rektorat Mendadak Sepi, Mahasiswa Mengaku Takut dan Trauma

Sementara korban lainnya bernama Guruh Guino, yang merupakan masyarakat umum dan saat itu berada di lokasi kejadian bersama rekannya.

"Satu korban lainnya bernama Guruh Guino. Dia bukan mahasiswa UNP, melainkan teman dari salah seorang mahasiswa UNP," ujarnya.

Erianjoni menjelaskan, saat insiden terjadi kedua korban sedang duduk bersama sejumlah rekannya di alun-alun depan Rektorat UNP.

"Saat itu mereka sedang duduk bersama teman-temannya sebelum insiden tersebut terjadi," jelasnya.

Akibat luka yang dialaminya, Nova harus menjalani operasi di Rumah Sakit Hermina Padang karena proyektil peluru masih bersarang di paha kirinya.

"Nova harus menjalani operasi tadi malam karena proyektil peluru masih bersarang di paha kirinya di RS Hermina," ungkap Erianjoni.

Sementara itu, Guruh Guino telah mendapatkan penanganan medis dan dipindahkan ke Rumah Sakit Tentara Rekso Sudiryo Ganting Padang untuk menjalani masa pemulihan.

"Sementara korban Guruh Guino telah ditangani tim medis dan dipindahkan untuk proses pemulihan di RS Tentara Rekso Sudiryo Ganting Padang," katanya.

Baca juga: Detik-detik Peluru Nyasar di UNP, Siti Saksikan Korban Bersimbah Darah dan Terjadi Kepanikan Massal

Terkait sumber peluru yang mengenai kedua korban, Erianjoni menyebut pihaknya memperkirakan proyektil tersebut berasal dari lokasi latihan tembak TNI di kawasan Lapai yang berjarak sekitar 800 meter dari Kampus Induk UNP Air Tawar.

Ia mengatakan sesaat setelah kejadian, Rektor UNP Krismadinata yang berada di sekitar lokasi langsung mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

Rektor UNP segera menghubungi Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Komandan Batalyon 133/Yudha Sakti, Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda), serta Polsek Padang Utara untuk mengoordinasikan penanganan insiden tersebut.

Pada saat yang sama, tim medis UNP langsung mengevakuasi kedua korban ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans kampus agar segera mendapatkan penanganan medis.

"Pak Rektor langsung berkoordinasi dengan pihak terkait, sementara tim medis UNP segera membawa korban ke RS Hermina Padang menggunakan ambulans UNP untuk mendapatkan penanganan segera," tutupnya.

3. Dua Rumah Hangus Terbakar di Koto Panjang Padang, Kerugian Ditaksir Rp800 Juta

Kebakaran menghanguskan dua unit rumah di Perumahan Puskud, RT 002/RW 005, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (3/6/2026) malam

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.13 WIB itu menyebabkan dua rumah mengalami kerusakan berat dan tiga orang penghuni terpaksa mengungsi.

Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana (Kabid Ops dan Sarpras) Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 19.13 WIB.

"Setelah menerima laporan, satu menit kemudian petugas langsung bergerak ke lokasi. Armada tiba di tempat kejadian sekitar pukul 19.20 WIB dan proses pemadaman serta pendinginan selesai pada pukul 20.20 WIB," ujar Rinaldi melalui keterangan resminya.

Baca juga: Pocong Jadi-jadian Resahkan Warga di Kuranji, Aktivitas Ronda Kembali Diaktifkan untuk Antisipasi

Menurutnya, api pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Netti Yarni (61), warga setempat.

Saat itu saksi melihat kobaran api sudah membesar dari arah dapur salah satu rumah yang terbakar.

"Melihat api sudah membesar, saksi segera melaporkannya ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang sehingga petugas dapat segera melakukan penanganan," katanya.

Rinaldi menjelaskan, objek yang terbakar merupakan dua unit rumah milik Linda (56), seorang karyawan swasta, dan Khairul Khali (41), seorang dosen.

Akibat kebakaran tersebut, sekitar 500 meter persegi area bangunan terdampak. Sementara itu, sebanyak tiga penghuni dari dua kepala keluarga harus mengungsi untuk sementara waktu.

Baca juga: Imbas Peluru Nyasar di UNP, Halaman Rektorat Mendadak Sepi, Mahasiswa Mengaku Takut dan Trauma

"Penyebab kebakaran saat ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang," ungkapnya.

Dalam proses penanganan, Damkar Kota Padang mengerahkan enam unit armada dengan kekuatan sekitar 70 personel.

Petugas menghadapi tantangan berupa akses jalan yang sempit serta kondisi perumahan yang ramai oleh warga yang menyaksikan proses pemadaman.

Meski demikian, petugas berhasil mencegah api merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.

"Potensi bangunan yang terancam mencapai 15 unit rumah. Berkat penanganan cepat petugas, api berhasil dilokalisir sehingga tidak meluas ke bangunan lainnya," jelas Rinaldi.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang memperkirakan kerugian akibat peristiwa tersebut mencapai sekitar Rp800 juta.

Baca juga: Usai Insiden Peluru Nyasar Lukai Dua Orang di UNP, Tim Gabungan TNI dan Polri Gelar Olah TKP

Sementara aset dan bangunan yang berhasil diselamatkan diperkirakan bernilai sekitar Rp1 miliar.

Saat ini, pihak terkait masih melakukan pendataan dan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

Sementara itu, sebelumnya beredar informasi bahwasanya dua orang menjadi korban saat kejadian kebakaran.

Namun, Kasi Ops Dinas Damkar Padang, Sutopo juga memastikan bahwa tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut.

"Tidak, tidak ada korban jiwa, sesuai dengan laporan yang kami kirimkan dan tidak ada terdata adanya korban jiwa," tegasnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved