Berita Populer Padang
3 BERITA POPULER PADANG: Usut Ilegal Minning, 10 Saksis Diperiksa Peluru Nyasar dan 2 Rumah Terbakar
belasan orang yang tergabung dalam Kelompok Komunitas Masyarakat Banjir Bandang Sumbar menggelar aksi unjuk rasa
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Simak sejumlah informasi menarik seputar Kota Padang dirangkum dalam berita populer Padang setelah tayang 24 jam terakhir di TribunPadang.com.
Pertama, belasan orang yang tergabung dalam Kelompok Komunitas Masyarakat Banjir Bandang Sumbar menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Barat hingga Mapolda Sumbar, Rabu (3/6/2026) sore.
Pantauan TribunPadang.com, massa mulai menggelar aksi sekitar pukul 14.00 WIB di halaman Kantor Gubernur Sumbar.
Kedua, Komando Polisi Militer Kodam (Pomdam) XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) telah memeriksa 10 orang saksi terkait insiden dugaan peluru nyasar yang mengakibatkan dua orang terluka di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (2/6/2026) sore.
Komandan Polisi Militer Kodam I/Tuanku Imam Bonjol (Danpomdam XX/TIK), Kolonel CPM Laksono Puji Lisdianto, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Ketiga, kebakaran menghanguskan dua unit rumah di Perumahan Puskud, RT 002/RW 005, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (3/6/2026) malam
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.13 WIB itu menyebabkan dua rumah mengalami kerusakan berat dan tiga orang penghuni terpaksa mengungsi.
Baca selengkapnya berikut ini:
1. Kelompok Korban Banjir Bandang Sumbar Tuntut Pengusutan Illegal Mining dan Illegal Logging
Belasan orang yang tergabung dalam Kelompok Komunitas Masyarakat Banjir Bandang Sumbar menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Barat hingga Mapolda Sumbar, Rabu (3/6/2026) sore.
Pantauan TribunPadang.com, massa mulai menggelar aksi sekitar pukul 14.00 WIB di halaman Kantor Gubernur Sumbar.
Dalam aksi tersebut, perwakilan massa diterima langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumbar Mursalim, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar Helmi Heriyanto, Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Ferdinal Asmin, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar Tasliatul Fuaddi.
Massa membawa sejumlah poster berisi tuntutan terkait penanganan bencana banjir bandang yang melanda Sumbar pada November 2025 lalu.
Mereka juga mendesak agar sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemprov Sumbar dicopot dari jabatannya.
Baca juga: Imbas Peluru Nyasar di UNP, Halaman Rektorat Mendadak Sepi, Mahasiswa Mengaku Takut dan Trauma
Tuntutan yang disampaikan di Kantor Gubernur Sumbar tersebut juga dibawa massa saat melanjutkan aksi ke Mapolda Sumbar.
Koordinator aksi Kelompok Komunitas Masyarakat Banjir Bandang Sumbar, Muhammad Nurefanda, mengatakan aksi itu digelar untuk mendorong pengusutan berbagai dugaan pelanggaran yang dinilai menjadi penyebab terjadinya banjir bandang pada November 2025 lalu di Sumbar.
Menurutnya, praktik illegal logging dan illegal mining menjadi salah satu fokus tuntutan yang disampaikan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.
"Di sini kami membawa lima tuntutan, mulai dari pengusutan illegal logging hingga illegal mining di wilayah Sumbar," kata Muhammad Nurefanda kepada TribunPadang.com.
Ia juga meminta aparat penegak hukum dan Pemerintah Provinsi Sumbar mengusut para pemodal yang diduga terlibat dalam aktivitas illegal logging maupun illegal mining.
"Kami juga meminta agar oknum-oknum yang bermain dalam aktivitas illegal logging dan illegal mining diusut tuntas," tegasnya.
Baca juga: Detik-detik Peluru Nyasar di UNP, Siti Saksikan Korban Bersimbah Darah dan Terjadi Kepanikan Massal
Selain itu, massa aksi mendesak Gubernur Sumbar untuk mencopot Kepala Dinas ESDM Sumbar, Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar.
Menurut Nurefanda, ketiga pejabat tersebut dinilai tidak mampu menjalankan fungsi pengawasan lingkungan di Sumatera Barat.
"Ketiga kepala dinas ini kami nilai tidak mampu menjalankan tugas pengawasan lingkungan di Sumbar," ujarnya.
Pada poin tuntutan lainnya, massa meminta Pemprov Sumbar segera mencairkan dana revitalisasi bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang 2025.
"Dana ini merupakan dana yang pernah dijanjikan oleh pemerintah," katanya.
Nurefanda menjelaskan, peserta aksi berasal dari sejumlah kelompok masyarakat di Sumbar. Namun, mayoritas massa berasal dari Kota Padang, khususnya warga Air Tawar Barat, Parak Kopi, hingga Lubuk Minturun.
Baca juga: Usai Insiden Peluru Nyasar Lukai Dua Orang di UNP, Tim Gabungan TNI dan Polri Gelar Olah TKP
"Peserta aksi berasal dari beberapa daerah, namun yang paling banyak dari Kota Padang, seperti Air Tawar Barat, Parak Kopi hingga Lubuk Minturun," ujarnya.
Ia berharap seluruh tuntutan yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Sumbar.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Sumbar, Mursalim, mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan massa telah diterima oleh pemerintah daerah.
"Seluruh tuntutan ini akan kami sampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang ada," kata Mursalim kepada TribunPadang.com.
Terkait tuntutan pencairan dana revitalisasi pascabencana 2025, Mursalim menyebut proses penanganan dan perbaikan infrastruktur masih terus berjalan di Sumbar.
"Untuk revitalisasi dan perbaikan infrastruktur pascabencana saat ini sudah berproses dan terus dilaksanakan," tutupnya.
2. Pomdam XX/TIK Periksa 10 Saksi Terkait Dugaan Peluru Nyasar yang Lukai Dua Orang di UNP
Komando Polisi Militer Kodam (Pomdam) XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) telah memeriksa 10 orang saksi terkait insiden dugaan peluru nyasar yang mengakibatkan dua orang terluka di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (2/6/2026) sore.
Komandan Polisi Militer Kodam I/Tuanku Imam Bonjol (Danpomdam XX/TIK), Kolonel CPM Laksono Puji Lisdianto, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
"Yang sudah kami mintai keterangan sekitar 10 orang," kata Kolonel CPM Laksono Puji Lisdianto saat konferensi pers dengan awak media, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, para saksi yang telah diperiksa berasal dari berbagai pihak, mulai dari teman-teman korban, petugas keamanan UNP, hingga prajurit Batalyon DTP Singgalang yang saat itu sedang melaksanakan latihan menembak di Lapangan Tembak Lapai.
"Memang sudah ada beberapa saksi yang kami periksa dan mintai keterangannya. Itu termasuk teman-teman korban, pihak keamanan UNP, serta personel yang melakukan latihan menembak saat itu," ujarnya.
Baca juga: Peluru Nyasar di Kampus UNP Masih Diselidiki, Kodam XX/TIB Tunggu Hasil Uji Balistik Proyektil
Laksono menegaskan proses investigasi masih berlangsung dan dilakukan secara internal dengan berkoordinasi bersama Polda Sumbar.
"Saat ini investigasi masih berlangsung dan dilakukan internal oleh pihak kami serta berkoordinasi dengan Polda Sumbar," tegasnya.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap saksi, TNI juga menutup sementara lokasi latihan menembak di kawasan Lapai.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Letkol Kav Taufiq, mengatakan penutupan tersebut merupakan bagian dari langkah evaluasi pascainsiden.
"Penutupan lokasi menembak ini merupakan bagian dari evaluasi. Perlu dipahami bahwa kondisi lapangan tembak kami saat ini masih dalam kondisi terbatas. Meski demikian, dari sisi keamanan seperti tanggul dan fasilitas pendukung lainnya tetap dalam kondisi safety," kata Taufiq.
Ia menegaskan lapangan tembak tersebut untuk sementara tidak akan digunakan hingga proses investigasi selesai dilakukan.
Baca juga: Kelompok Korban Banjir Bandang Sumbar Tuntut Pengusutan Illegal Mining dan Illegal Logging
"Untuk sementara lapangan tembak ini belum bisa digunakan sampai investigasi lanjutan selesai," jelasnya.
Taufiq menambahkan, proses penyelidikan masih terus berjalan. Sementara itu, kondisi kedua korban saat ini terus berangsur pulih.
Sebelumnya, dua orang mengalami luka tembak yang diduga akibat peluru nyasar di kawasan depan Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP), Jalan Prof Dr Hamka, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (2/6/2026) sore.
Sekretaris Universitas Negeri Padang, Erianjoni, membenarkan adanya insiden tersebut yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.
Akibat kejadian itu, dua orang mengalami luka tembak. Salah satu korban merupakan mahasiswi UNP bernama Nova Wirantika (25), mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP.
"Dari kedua korban tersebut, salah satunya merupakan mahasiswa UNP bernama Nova Wirantika (25), mahasiswi Program Studi Pendidikan Sosiologi FIS UNP," kata Erianjoni kepada TribunPadang.com.
Baca juga: Imbas Peluru Nyasar di UNP, Halaman Rektorat Mendadak Sepi, Mahasiswa Mengaku Takut dan Trauma
Sementara korban lainnya bernama Guruh Guino, yang merupakan masyarakat umum dan saat itu berada di lokasi kejadian bersama rekannya.
"Satu korban lainnya bernama Guruh Guino. Dia bukan mahasiswa UNP, melainkan teman dari salah seorang mahasiswa UNP," ujarnya.
Erianjoni menjelaskan, saat insiden terjadi kedua korban sedang duduk bersama sejumlah rekannya di alun-alun depan Rektorat UNP.
"Saat itu mereka sedang duduk bersama teman-temannya sebelum insiden tersebut terjadi," jelasnya.
Akibat luka yang dialaminya, Nova harus menjalani operasi di Rumah Sakit Hermina Padang karena proyektil peluru masih bersarang di paha kirinya.
"Nova harus menjalani operasi tadi malam karena proyektil peluru masih bersarang di paha kirinya di RS Hermina," ungkap Erianjoni.
Sementara itu, Guruh Guino telah mendapatkan penanganan medis dan dipindahkan ke Rumah Sakit Tentara Rekso Sudiryo Ganting Padang untuk menjalani masa pemulihan.
"Sementara korban Guruh Guino telah ditangani tim medis dan dipindahkan untuk proses pemulihan di RS Tentara Rekso Sudiryo Ganting Padang," katanya.
Baca juga: Detik-detik Peluru Nyasar di UNP, Siti Saksikan Korban Bersimbah Darah dan Terjadi Kepanikan Massal
Terkait sumber peluru yang mengenai kedua korban, Erianjoni menyebut pihaknya memperkirakan proyektil tersebut berasal dari lokasi latihan tembak TNI di kawasan Lapai yang berjarak sekitar 800 meter dari Kampus Induk UNP Air Tawar.
Ia mengatakan sesaat setelah kejadian, Rektor UNP Krismadinata yang berada di sekitar lokasi langsung mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait.
Rektor UNP segera menghubungi Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Komandan Batalyon 133/Yudha Sakti, Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda), serta Polsek Padang Utara untuk mengoordinasikan penanganan insiden tersebut.
Pada saat yang sama, tim medis UNP langsung mengevakuasi kedua korban ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans kampus agar segera mendapatkan penanganan medis.
"Pak Rektor langsung berkoordinasi dengan pihak terkait, sementara tim medis UNP segera membawa korban ke RS Hermina Padang menggunakan ambulans UNP untuk mendapatkan penanganan segera," tutupnya.
3. Dua Rumah Hangus Terbakar di Koto Panjang Padang, Kerugian Ditaksir Rp800 Juta
Kebakaran menghanguskan dua unit rumah di Perumahan Puskud, RT 002/RW 005, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (3/6/2026) malam
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.13 WIB itu menyebabkan dua rumah mengalami kerusakan berat dan tiga orang penghuni terpaksa mengungsi.
Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana (Kabid Ops dan Sarpras) Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 19.13 WIB.
"Setelah menerima laporan, satu menit kemudian petugas langsung bergerak ke lokasi. Armada tiba di tempat kejadian sekitar pukul 19.20 WIB dan proses pemadaman serta pendinginan selesai pada pukul 20.20 WIB," ujar Rinaldi melalui keterangan resminya.
Baca juga: Pocong Jadi-jadian Resahkan Warga di Kuranji, Aktivitas Ronda Kembali Diaktifkan untuk Antisipasi
Menurutnya, api pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Netti Yarni (61), warga setempat.
Saat itu saksi melihat kobaran api sudah membesar dari arah dapur salah satu rumah yang terbakar.
"Melihat api sudah membesar, saksi segera melaporkannya ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang sehingga petugas dapat segera melakukan penanganan," katanya.
Rinaldi menjelaskan, objek yang terbakar merupakan dua unit rumah milik Linda (56), seorang karyawan swasta, dan Khairul Khali (41), seorang dosen.
Akibat kebakaran tersebut, sekitar 500 meter persegi area bangunan terdampak. Sementara itu, sebanyak tiga penghuni dari dua kepala keluarga harus mengungsi untuk sementara waktu.
Baca juga: Imbas Peluru Nyasar di UNP, Halaman Rektorat Mendadak Sepi, Mahasiswa Mengaku Takut dan Trauma
"Penyebab kebakaran saat ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang," ungkapnya.
Dalam proses penanganan, Damkar Kota Padang mengerahkan enam unit armada dengan kekuatan sekitar 70 personel.
Petugas menghadapi tantangan berupa akses jalan yang sempit serta kondisi perumahan yang ramai oleh warga yang menyaksikan proses pemadaman.
Meski demikian, petugas berhasil mencegah api merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
"Potensi bangunan yang terancam mencapai 15 unit rumah. Berkat penanganan cepat petugas, api berhasil dilokalisir sehingga tidak meluas ke bangunan lainnya," jelas Rinaldi.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang memperkirakan kerugian akibat peristiwa tersebut mencapai sekitar Rp800 juta.
Baca juga: Usai Insiden Peluru Nyasar Lukai Dua Orang di UNP, Tim Gabungan TNI dan Polri Gelar Olah TKP
Sementara aset dan bangunan yang berhasil diselamatkan diperkirakan bernilai sekitar Rp1 miliar.
Saat ini, pihak terkait masih melakukan pendataan dan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.
Sementara itu, sebelumnya beredar informasi bahwasanya dua orang menjadi korban saat kejadian kebakaran.
Namun, Kasi Ops Dinas Damkar Padang, Sutopo juga memastikan bahwa tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut.
"Tidak, tidak ada korban jiwa, sesuai dengan laporan yang kami kirimkan dan tidak ada terdata adanya korban jiwa," tegasnya.(*)
populer Padang
BERITA POPULER PADANG
Banjir Bandang
aksi demo mahasiswa di Sumbar
aksi demonstrasi
peluru nyasar UNP
Peluru nyasar
peluru nyasar depan Rektorat UNP
Kebakaran di Padang
| 3 BERITA POPULER PADANG: Peluru Nyasar Kena Mahasiswi, Pesawat AS Mendarat di BIM dan Pelatihan AC |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Update Kematian Bayi Alceo, Penimbunan Solar dan Maling Motor Kepergok |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Pantai Diserbu Wisatawan, Alasan GM Baru Kabau Sirah dan Antrean SPBU |
|
|---|
| 4 Berita Populer Padang: OB Unand Meninggal Tergantung hingga Minibus Rem Blong di Sitinjau Lauik |
|
|---|
| 4 Berita Populer Padang: Sapi Kurban Mandi Kembang, Momen Idul Adha di Huntara dan Penangkapan Curas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Aksi-unjuk-rasa-di-kantor-Gubernur-Sumbar-362026.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.