Pengamen Meninggal di Padang

Massa Desak RSJ HB Saanin Padang Hadirkan Dokter Amel dan Riska Terkait Kasus Kematian Karim

Massa aksi yang menuntut kasus kematian Karim di RSJ HB Saanin Padang mendesak rumah sakit menghadirkan dokter

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Iqbal
AKSI PEDULI KARIM - Massa terlihat memaksa masuk ke RSJ HB Saanin Padang saat aksi menuntut kematian Karim, Selasa (12/5/2026). Massa meminta Dokter Amel dan Dokter Riska dihadirkan. 

Ringkasan Berita:
  • Massa desak RSJ hadirkan dokter yang menangani Karim sebelum meninggal.
  • Rekam medis status ODGJ Karim diminta dibuka di depan massa aksi.
  • Dokter Amel dan Riska diminta beri penjelasan soal perawatan Karim.
  • Orator pertanyakan obat dan suntikan yang diberikan kepada Karim.
  • Massa sempat mencari direktur RSJ saat aksi pengusutan terus berlangsung.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Massa aksi yang menuntut kasus kematian Karim di RSJ HB Saanin Padang mendesak rumah sakit menghadirkan dokter yang menangani pengamen tersebut sebelum meninggal dunia. 

Dalam aksi itu, massa juga meminta rekam medis terkait status ODGJ Karim ditunjukkan secara terbuka.

Massa mendesak pihak RSJ menghadirkan Dokter Amel dan Dokter Riska, karena kedua orang ini disebut yang menangani pengamen Karim sebelum meninggal dunia.

Diketahui, massa menggelar aksi di RSJ HB Saanin Padang untuk mengusut tuntas kematian Karim pada 25 Maret 2026 lalu di rumah sakit tersebut.

Massa menuntut pihak RSJ untuk dapat menunjukan bukti rekam medis atas klaim Karim sebagai ODGJ.

Baca juga: Diskusi Memanas di RSJ HB Saanin Padang, Massa Minta Rekam Medis Pengamen Karim yang Disebut ODGJ

Selain itu, massa meminta menghadirkan petugas yang terlibat saat Karim dirawat sebelum meninggal dunia di RSJ.

Namun dalam desakan tersebut, pihak RSJ HB Saanin menyatakan kedua dokter tersebut tidak dinas pada hari ini.

Bahkan, massa meminta piminan RSJ HB Saanin Padang untuk menghubungi kedua dokter tersebut, agar bisa memberikan keterangan.

"Kami ingin menanyakan, obat dan suntik apa yang diberikan kepada Karim," ucap salah satu orator.

Hingga pukul 16.29 WIB, aksi masih berlangsung. Massa juga terlihat mulai memaksa masuk mencari Direktur RSJ HB Saanin Padang yang sebelumnya masuk ke dalam bersama pihak keluarga untuk menunjukan rekam medis.

Akan tetapi, aksi massa dijaga para petugas kepolisian di lokasi. Aksi terus berlangsung dengan berbagai diskusi terkait kasus kematian Karim.

Baca juga: Dinas Pertanian Padang Perketat Pemeriksaan Sapi Kurban Asal Luar Daerah, Waspadai Penularan PMK

Minta Rekam Medis

Massa mendatangi gerbang RSJ HB Saanin Padang, Selasa (12/5/2026) sore.

Peserta aksi mempertanyakan dasar medis pihak rumah sakit yang menyatakan pengamen Karim sebagai Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

Pertanyaan itu dilontarkan oleh massa peduli Karim saat berorasi di gerbang RSJ HB Saanin Padang, Selasa (12/5/2026) pukul 15.32 WIB.

Aksi yang berlangsung merupakan buntut dari pengusutan atas kematian pengamen Karim sejak 25 Maret 2026 lalu di RSJ HB Saanin Padang.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved