Pengamen Meninggal di Padang

43 Hari Kematian Pengamen Karim Belum Terungkap, Keluarga Kecewa Proses Hukum Lambat

"Saya sangat kecewa, saya cuma minta keadilan, dulu Fadly Amran pernah datang ke rumah, lalu sampaikan seperti itu," kata Rafles.

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Muhammad Iqbal
KASUS KEMATIAN KARIM- Ayah pengamen Karim, Rafles, memberikan keterangan seusai aksi unjuk rasa kedua di Balai Kota Padang, Kamis (7/3/2026). Rafles mengaku kecewa atas lambatnya proses hukum atas kematian sang anak. 

Ringkasan Berita:
  • Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli Karim kembali menggelar aksi damai di kantor Balai Kota Padang.
  • Aksi ini menuntut keadilan atas meninggalnya pengamen bernama Karim.
  • Malam aksi unjuk rasa, massa membentangkan berbagai spanduk.
  • Kecewa Wako Fadly Amran tak kunjung keluar, massa aksi membakar ban bekas.
  • Keluarga kecewa kasus kematian Karim belum menemukan titik terang.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pihak keluarga pengamen Karim kecewa atas sikap Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang tak kunjungi massa aksi di Balai Kota, Kamis (7/5/2026).

Diketahui, puluhan massa menggeruduk kantor Balai Kota Padang untuk meminta keadilan atas kematian pengamen Karim.

Aksi unjuk rasa ini sudah dua kali digelar di Balai Kota Padang. Namun, orang nomor satu di Kota Padang tersebut tak kunjung bertemu dengan peserta aksi.

Atas dasar itu, pihak keluarga mengaku kecewa, sebab merasa aspirasi mereka tidak didengar.

Baca juga: Gagal Bertemu Wako Fadly Amran, Massa Aksi Peduli Karim Segel Gedung Balai Kota Padang

Ayah Karim, Rafles, mengaku sangat kecewa lantaran sudah menyampaikan perihal kasus anaknya tersebut saat Wako Fadly Amran berkunjung ke rumahnya.

"Saya sangat kecewa, saya cuma minta keadilan, dulu Fadly Amran pernah datang ke rumah, lalu sampaikan seperti itu," kata Rafles, usai aksi menggelar aksi unjuk rasa.

Ia yang mengenakan baju kemeja kotak-kota berwarna biru putih itu juga sempat menjelaskan arti nama Karim Sukma Satria kepada Fadly Amran saat datang ke kediamannya.

Kata dia, arti nama Karim adalah mulia, Sukma itu hati dan Satria artinya laki-laki pemberani.

Baca juga: Tekan Ketimpangan, Pemkab Solok Selatan Verifikasi Data Penerima Bantuan Listrik dan Sekolah Rakyat

"Sudah kejadian begini, cobalah berani menghadapi secara jantan. Anak saya jantan dipukuli, dihujat, dibunuh begini," ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan adik Karim, Sri, juga mengaku kecewa atas lambannya pengusutan kasus kematian kakaknya.

"Sangat lambat, ini sudah 43 hari belum jelas titik terangnya," ujarnya.

Penanganan Kasus Selama 43 Hari Berlalu

Perihal penanganan kasus anaknya, Rafles menilai pihak berwajib sangat lambat. Sebab kata dia, sudah 43 hari berlalu belum ada titik terang.

Seharusnya penanganan kasus Karim dapat berjalan cepat.

"Sebetulnya lebih ringan dan cepat, ini sudah 43 hari," terang Rafles.

Meski begitu, ia berharap hukum berjalanan dengan baik serta adil bagi almarhum Karim.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved