Pengamen Meninggal di Padang
BREAKING NEWS: Massa Datangi RSJ HB Saanin Padang, Tuntut Keadilan Kematian Pengamen Karim
Massa aksi peduli Karim mulai berdatangan di Rumah Sakit HB Saanin Padang, Selasa (12/5/2026) sekira pukul 14.47 WIB.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Massa aksi tiba di RSJ HB Saanin Padang tuntut keadilan atas kematian Karim.
- Karim meninggal usai diamankan Satpol PP Padang di Pasar Raya.
- Massa datang naik motor sambil membawa spanduk dan perlengkapan aksi.
- Polisi berjaga di gerbang RSJ HB Saanin saat massa mulai berkumpul.
- Gerimis turun, massa tetap lanjut aksi dan soroti kematian Karim.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Massa aksi peduli Karim mulai berdatangan di Rumah Sakit HB Saanin Padang, Selasa (12/5/2026) sekira pukul 14.47 WIB.
Lokasi RSJ ini tepatnya berada di Jalan Raya Ulu Gadut, Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Diketahui aksi ini merupakan proses mencari keadilan pasca pengamen Karim meninggal dunia usai diamankan Satpol PP Padang.
Karim meninggal dunia pada 25 Maret 2026 lalu di RSJ HB Saanin Padang. Sedangkan ia diamankan oleh Satpol PP di Pasar Raya pada 23 Maret 2026 lalu.
Massa terlihat datang menggunakan sepeda motor, dan membawa beberapa spanduk serta alat perlengkapan aksi lainnya.
Baca juga: Pemkab Solok Selatan Validasi 4.000 Calon Penerima Bantuan Pasang Baru Listrik agar Tepat Sasaran
Usai turun dari motor, massa terlihat membentangkan spanduk di kerikil pinggir jalan di depan RSJ HB Saanin Padang.
Di sisi lain, tepatnya di gerbang RSJ HB Saanin Padang, puluhan personel kepolisian sudah berjaga menyambut massa aksi.
Para personel kepolisian terlihat berbaris rapi, menggunakan seragam biasa warna cokelat dan memakai topi.
Sementara di lokasi, hujan gerimis juga turun. Meski begitu, massa tetap fokus menggelar aksi untuk mencari keadilan atas meninggalnya Karim.
Saat ini hingga pukul 14.58 WIB, massa mulai membentangkan spanduk dan menuju ke depan pintu masuk RSJ HB Saanin Padang.
Baca juga: 4 Bulan Buron, Pencuri di Dharmasraya Beraksi dengan Modus Dorong Motor Diringkus Polisi
Aksi Sebelumnya, Sang Adik Mengaku Terus Berjuang
Adik pengamen Karim, Sri Sukma mengaku bahwa keluarga akan terus memperjuangkan kematian saudaranya hingga keadilan datang.
Pernyataan itu ia sampaikan usai aksi unjuk rasa sebelumnya berlangsung di depan kantor Balai Kota Padang, Kamis (7/5/2026).
Dalam keterangannya, Sri menyebut penanganan kasus sangat lambat bahkan telah 43 hari berlalu pasca kematian Karim.
"Mungkin karena kami rakyat kecil," tegas Sri Sukma, usai aksi unjuk rasa berakhir.
Baca juga: Komisi III DPRD Padang Soroti Baliho Rapuh dan Operasional AMP yang Belum Optimal
Meski begitu, pihak keluarga akan terus memperjuangkan kasus kematian Karim sampai keadilan didapat.
Pengamen Meninggal di Padang
Pengamen
pengamen tewas di Padang
Karim
RSJ HB Saanin
Prof Dr HB Saanin
RS Jiwa Prof. HB. Saanin Padang
Breaking News
| Penanganan Kasus Kematian Karim Dinilai Lambat, Sri Sukma: Mungkin karena Kami Rakyat Kecil |
|
|---|
| 43 Hari Kematian Pengamen Karim Belum Terungkap, Keluarga Kecewa Proses Hukum Lambat |
|
|---|
| Gagal Bertemu Wako Fadly Amran, Massa Aksi Peduli Karim Segel Gedung Balai Kota Padang |
|
|---|
| Wako Fadly Amran Tak Kunjung Keluar, Massa Aksi Peduli Karim Bakar Ban di Balai Kota Padang |
|
|---|
| Breaking News: Massa Aksi Kembali Geruduk Balai Kota Padang, Tuntut Keadilan atas Kematian Karim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/AKSI-PEDULI-KARIM-Massa-aksi-dmen-Karim.jpg)