Dugaan Malpraktik
Wamenkes Bungkam Soal Kasus Bayi Alceo, Pengawal Halangi Wartawan saat Doorstop di Padang
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr Benjamin Paulus Octavianus SpP(K), FISR, memilih tidak memberikan komentar
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Wamenkes irit bicara saat ditanya soal kasus bayi Alceo di Padang.
- Awak media sempat tertahan saat mencoba mengejar penjelasan Wamenkes.
- Dirut RSUP M Djamil menyebut 15 orang sudah diperiksa polisi.
- Audit internal rumah sakit masih berjalan bersama penyelidikan polisi.
- RSUP M Djamil membantah dugaan pemalsuan dokumen kematian bayi.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr Benjamin Paulus Octavianus SpP(K), FISR, memilih tidak memberikan komentar terkait kasus meninggalnya bayi Alceo yang diduga akibat kelalaian pelayanan di RSUP M Djamil Padang.
Pantauan TribunPadang.com di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, Benjamin langsung meninggalkan lokasi usai melakukan wawancara doorstop terkait kunjungan kerjanya di Sumatera Barat.
Saat ditanya awak media mengenai perkembangan kasus Alceo, Wamenkes hanya berjalan menuju mobil dinasnya tanpa memberikan pernyataan.
Sejumlah aparat keamanan dan staf Kementerian Kesehatan juga tampak menghalangi awak media yang berupaya meminta tanggapan lebih lanjut.
Situasi sempat memanas antara awak media dengan aparat keamanan di lokasi. Namun ketegangan tersebut tidak berlangsung lama setelah sejumlah tamu undangan mencoba menenangkan keadaan.
Baca juga: Massa Desak RSJ HB Saanin Padang Hadirkan Dokter Amel dan Riska Terkait Kasus Kematian Karim
Sementara itu, Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, Dr dr Dovy Djanas SpOG SubspKFM MARS FISQua, mengatakan pihak rumah sakit menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus tersebut kepada kepolisian.
“Sekarang sudah ditangani oleh kepolisian dan kita menyerahkan kepada kepolisian. Sampai saat ini sudah 15 orang dimintai keterangan,” ujar Dovy kepada awak media.
Ia menegaskan RSUP M Djamil akan bersikap kooperatif selama proses penyelidikan berlangsung.
“Kita tunggu saja. Semuanya berjalan sebagaimana mestinya dan kita ikuti. Insya Allah kami akan kooperatif,” katanya.
Terkait audit internal yang dilakukan rumah sakit, Dovy menyebut proses tersebut masih berjalan bersamaan dengan penyelidikan polisi.
Baca juga: Diskusi Memanas di RSJ HB Saanin Padang, Massa Minta Rekam Medis Pengamen Karim yang Disebut ODGJ
“Audit internal jalan, kepolisian juga jalan. Mudah-mudahan nanti hasilnya bisa sejalan,” ujarnya.
Menurutnya, proses audit membutuhkan waktu karena harus dilakukan pendalaman dan konfirmasi terhadap sejumlah laporan yang masuk.
“Memang banyak hal yang harus ditindaklanjuti dan dikonfirmasi dengan laporan kepolisian,” katanya.
Saat ditanya apakah pihak rumah sakit menemukan indikasi kelalaian dalam penanganan pasien, Dovy mengaku belum menerima informasi tersebut.
“Belum, belum ada. Nanti kalau sudah ada hasilnya tentu akan kami sampaikan,” ucapnya.
Baca juga: Dinas Pertanian Padang Perketat Pemeriksaan Sapi Kurban Asal Luar Daerah, Waspadai Penularan PMK
dugaan malpraktik Padang
malpraktik
Alceo Hanan Flantika
RSUP Dr M Djamil Padang
Direktur RSUP M Djamil
RSUP M Djamil Padang
| Keluarga Alceo Laporkan Kejanggalan Dokumen Kematian ke Polda Sumbar |
|
|---|
| RSUP M Djamil Padang Siapkan Bantuan Hukum Hadapi Laporan Polisi Kasus Kematian Bayi Alceo |
|
|---|
| Orang Tua Alceo Kirim Surat ke Istana, Desak Presiden Prabowo Audit RSUP M Djamil Padang |
|
|---|
| 'Kami Ingin Perubahan', Harapan Ayah di Padang ke Presiden Usai Alceo Tiada di RSUP DR M Djamil |
|
|---|
| Orang Tua Alceo Kirim Surat Terbuka untuk Presiden, Sampaikan Dugaan Kelalaian Medis RSUP M Djamil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/MENGHALANGI-WAWANCARA-Sejumlderi-dFISdd-Selasa-1252026.jpg)