Idul Adha 2026

Dinas Pertanian Kota Padang Periksa 2.000 Ekor Sapi Kurban, Pastikan Hewan Sehat dan Layak

Dinas Pertanian Kota Padang telah memeriksa sekitar 2.000 ekor sapi. Dari jumlah tersebut, para sapi telah dipasangi label tanda layak kurban.

Tayang:
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
PEMERIKSAAN SAPI KURBAN- Kepala UPT Puskeswan Dinas Pertanian Kota Padang, Yasir Irawan, melakukan pemeriksaan sapi kurban di kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (12/5/2026). Menurut Yasir, sapi yang diperiksa mayoritas berasal dari penampungan hewan kurban. 

“Kalau sapi betina memang harus dilengkapi SKSR, artinya sudah bukan betina produktif lagi,” jelasnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, Dinas Pertanian Kota Padang juga melakukan pengawasan terhadap sapi yang masuk dari luar daerah maupun luar provinsi. 

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit hewan, terutama Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Dengan transportasi hewan dari satu daerah ke daerah lain memang ada risiko perpindahan penyakit. Yang paling rentan itu PMK, apalagi pernah outbreak pada 2022,” katanya.

Baca juga: Dinas Pertanian Padang Perketat Standar Hewan Kurban, Warga Diimbau Cermati Indikator Kesehatan

Namun hingga saat ini, pihaknya belum menemukan adanya sapi yang terindikasi penyakit berbahaya.

“Alhamdulillah sejauh ini sapi yang kita temukan aman. Kalau pun ada temuan nanti akan kita sampaikan ke pemilik untuk penanganan dan pengobatannya,” ujarnya.

Dinas Pertanian Kota Padang juga menyediakan surat keterangan kesehatan hewan secara gratis bagi pengusaha ternak maupun masyarakat yang membutuhkan legalitas kesehatan hewan kurban.

“Biasanya masjid, musala, surau atau pribadi meminta surat keterangan kesehatan hewan. Itu kita sediakan gratis, termasuk pemasangan label dan pemeriksaan individu sapi,” katanya.

Sementara untuk jenis sapi yang paling banyak masuk ke Kota Padang tahun ini didominasi oleh Brahman Cross. Selain itu juga terdapat jenis persilangan lain seperti Limousine Cross dan Simmental Cross.

“Yang paling dominan memang Brahman Cross,” tutup Yasir.(*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved