Idul Adha 2026

Dinas Pertanian Padang Perketat Standar Hewan Kurban, Warga Diimbau Cermati Indikator Kesehatan

Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pertanian mulai memperketat pengawasan dan edukasi terkait kelayakan hewan ternak

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
HEWAN KURBAN - Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pertanian mulai memperketat pengawasan dan edukasi terkait kelayakan hewan ternak menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, mengungkapkan bahwa sosialisasi masif telah dimulai pekan ini dengan menyasar panitia kurban di berbagai wilayah. 

Ringkasan Berita:
  • Dinas Pertanian Padang perketat pemeriksaan hewan kurban jelang Idul Adha.
  • Warga diminta teliti cek hidung, telinga, hingga kondisi bulu ternak.
  • Kota Padang masih bebas PMK, tapi pengawasan kandang terus ditambah.
  • Hewan kurban wajib jantan dan cukup umur, cek gigi jadi penentunya.
  • Ternak sehat bakal diberi label khusus dari Pemko Padang sebelum dijual.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pertanian mulai memperketat pengawasan dan edukasi terkait kelayakan hewan ternak menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Langkah ini diambil guna memastikan seluruh hewan yang dikurbankan masyarakat memenuhi standar kesehatan dan syariat Islam, sekaligus memitigasi risiko penularan penyakit.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, mengungkapkan bahwa sosialisasi masif telah dimulai pekan ini dengan menyasar panitia kurban di berbagai wilayah.

Fokus utama sosialisasi ini adalah memberikan pemahaman teknis mengenai cara membedakan ternak yang sehat dengan ternak yang berisiko membawa penyakit.

Hingga saat ini, Dinas Pertanian memastikan bahwa belum ditemukan adanya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Kota Padang.

Baca juga: Semen Padang VS Persik Kediri: Imran Nahumarury Minta Pemain Bertarung 200 Persen demi Warga Sumbar

Meskipun status kota masih terpantau aman dari wabah tersebut, pemerintah tetap melakukan langkah-langkah preventif ekstra ketat agar status bebas PMK ini tetap terjaga hingga hari penyembelihan tiba.

Menurut Yoice, pemahaman masyarakat mengenai indikator kesehatan hewan kurban tetap perlu ditingkatkan sebagai benteng pertahanan pertama.

Tanpa pengetahuan yang cukup, warga berpotensi memilih hewan yang secara fisik terlihat besar namun sebenarnya sedang dalam kondisi tidak fit atau memiliki gejala penyakit lain.

"Kami menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi fisik luar hewan. Jangan hanya tergiur dengan ukuran tubuh yang besar, tapi perhatikan apakah hewan tersebut menunjukkan gejala lesu atau memiliki cacat fisik yang tidak terlihat dalam sekilas pandang," ujar Yoice saat dihubungi pada Kamis (7/5/2026).

Baca juga: Semen Padang FC vs Persik Kediri, Imran Nahumarury Siap Turunkan Wajah Baru di Stadion H Agus Salim

Indikator utama yang harus dicermati oleh calon pembeli adalah lubang-lubang alami pada tubuh hewan.

Tim medis veteriner menyarankan warga untuk memeriksa bagian hidung, telinga, hingga anus secara teliti sebelum melakukan transaksi pembelian.

Hewan yang sehat tidak boleh mengeluarkan cairan berlebih atau tidak wajar dari bagian-bagian tersebut.

“Jika ditemukan cairan yang keluar dari hidung, telinga, atau anus, masyarakat patut menaruh kecurigaan. Cairan tidak normal sering kali menjadi indikasi awal adanya gangguan kesehatan internal pada ternak," lanjutnya.

Selain aspek cairan tubuh, kualitas bulu juga menjadi parameter sederhana yang bisa dilihat secara kasatmata.

Hewan kurban yang terawat dengan baik dan dalam kondisi prima biasanya memiliki bulu yang bersih, tidak rontok, dan tampak mengilap saat terkena cahaya matahari.

Baca juga: Semen Padang FC vs Persik Kediri, Imran Nahumarury Ungkap Kondisi Pemain Kabau Sirah Belum Ideal

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved