Idul Adha 2026
Disnakkeswan Sumbar Jamin Sapi Kurban Bantuan Presiden Sehat dan Layak Sembelih pada Idul Adha 2026
Seluruh sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Idul Adha 2026 telah melalui pengawasan ketat, terutama dari sisi kesehatan dan kelayakan.
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Disnakkeswan Sumbar pastikan sapi kurban Presiden lolos pemeriksaan kesehatan
- Setiap sapi wajib kantongi SKKH sebelum disalurkan ke daerah
- Petugas daerah turun langsung cek kondisi sapi kurban Presiden
- Sapi harus berumur minimal 2 tahun dan tidak cacat
- Total 20 sapi kurban Presiden disebar ke seluruh Sumbar
TRIBUNPADANG.COM, PADANG — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Sumatera Barat memastikan seluruh sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Idul Adha 2026 telah melalui pengawasan ketat, terutama dari sisi kesehatan dan kelayakan.
Fungsional Pengawas Bibit Ternak Ahli Madya Disnakkeswan Sumbar, Hilman, mengatakan setiap sapi yang akan disalurkan wajib memenuhi standar kesehatan yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
“Setiap sapi harus memiliki SKKH yang dikeluarkan dari kabupaten dan kota asal. Itu menjadi jaminan bahwa hewan dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan,” ujarnya saat diwawancarai TribunPadang.com di Kantor Disnakkeswan Sumbar, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, pengawasan dilakukan secara berjenjang dengan melibatkan petugas di masing-masing daerah.
Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses, mulai dari pemilihan hingga penyaluran sapi, sesuai dengan ketentuan.
Baca juga: Presiden Prabowo Kirim 20 Sapi Kurban ke Sumbar, Tiap Daerah Dapat Satu Ekor Berat Minimal 800 Kg
“Kita koordinasi dengan kabupaten dan kota karena mereka yang mengetahui kondisi di lapangan. Petugas di sana melakukan pengecekan langsung terhadap sapi yang akan dipilih,” katanya.
Selain faktor kesehatan, sapi kurban juga harus memenuhi kriteria lain seperti cukup umur, tidak cacat, serta berjenis kelamin jantan dan tidak dikebiri.
“Umur minimal dua tahun, bisa dilihat dari pergantian gigi. Kemudian tidak cacat dan jantan utuh,” jelasnya.
Hilman menambahkan, variasi jenis sapi yang digunakan sebagai hewan kurban cukup beragam, tergantung ketersediaan di daerah masing-masing.
“Bisa sapi lokal maupun jenis lain seperti limosin, simental, atau peranakan ongole. Yang penting memenuhi syarat yang ditetapkan,” ujarnya.
Baca juga: Agenda Wali Kota Padang hari Ini: Buka PNP Youth Innovators Fest 2026 hingga Hadiri HUT PERTI
Ia juga menegaskan, pengawasan tidak hanya dilakukan sebelum penyaluran, tetapi juga hingga pelaksanaan pemotongan di daerah.
“Tujuannya agar masyarakat menerima daging kurban yang aman dan layak konsumsi,” katanya.
Diketahui, pada Idul Adha 2026, Sumatera Barat menerima 20 ekor sapi kurban bantuan Presiden yang akan didistribusikan ke 19 kabupaten dan kota dan satu ekor untuk tingkat provinsi. (*)
| Presiden Prabowo Kirim 20 Sapi Kurban ke Sumbar, Tiap Daerah Dapat Satu Ekor Berat Minimal 800 Kg |
|
|---|
| Pemko Padang Mulai Sosialisasi Hewan Kurban Sehat, Sapi yang Layak Bakal Diberi Label Khusus |
|
|---|
| Pemprov Sumbar Prioritaskan Sapi Lokal untuk Hewan Kurban, Dorong Perputaran Ekonomi Daerah |
|
|---|
| Pemprov Sumbar Dorong OPD hingga BUMN Donasi Satu Sapi, Target 100 Kurban Idul Adha 1447 H |
|
|---|
| BBM Naik, Gubernur Mahyeldi Harap Harga Bahan Pokok di Sumbar Tetap Stabil Jelang Idul Adha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Selasa-552026ds.jpg)