Bencana Agam

Jalan Palembayan-Matur Nyaris Putus, Mahyeldi: Perbaikan Terkendala Anggaran

“Kuncinya sekarang adalah masalah pendanaan. Uang kita dipotong oleh pusat, bagaimana kita akan membangun,” katanya.

Tayang:
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
PENDIDIKAN KELUARGA- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memberikan keterangan usai membuka seminar nasional di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Air Tawar, Senin (4/5/2026). Ia menyinggung adanya pemotongan anggaran daerah oleh pemerintah pusat yang berdampak pada kemampuan pembangunan di daerah. 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Mahyeldi Ansharullah angkat bicara terkait kondisi jalan di Palembayan, Agam.
  • Mahyeldi mengatakan, pemerintah provinsi telah menyiapkan langkah penanganan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
  • Menurutnya, persoalan utama dalam penanganan infrastruktur saat ini terletak pada pendanaan. 
  • Ia menyinggung adanya pemotongan anggaran daerah oleh pemerintah pusat yang berdampak pada kemampuan pembangunan di daerah.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, angkat bicara terkait kondisi jalan provinsi yang menghubungkan Padang Koto Gadang, Kecamatan Palembayan menuju Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, yang dilaporkan nyaris putus.

Mahyeldi mengatakan, pemerintah provinsi telah menyiapkan langkah penanganan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.

“Iya, itu makanya kita punya uang. Sekarang ini dana TKD yang dikembalikan pemerintah pusat kita gunakan untuk perbaikan,” ujar Mahyeldi saat diwawancarai TribunPadang.com di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Senin (4/5/2026).

Menurutnya, persoalan utama dalam penanganan infrastruktur saat ini terletak pada pendanaan. 

Baca juga: Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Direktur UT Padang: Pendidikan Adalah Proses Memanusiakan Manusia

Ia menyinggung adanya pemotongan anggaran daerah oleh pemerintah pusat yang berdampak pada kemampuan pembangunan di daerah.

“Kuncinya sekarang adalah masalah pendanaan. Uang kita dipotong oleh pusat, bagaimana kita akan membangun,” katanya.

Mahyeldi juga menyoroti beban tanggung jawab yang dinilai tidak seimbang antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk kewajiban pembiayaan yang harus ditanggung daerah.

“Sekarang ini tanggung jawab itu pusat yang menetapkan, tapi kita pula yang membayarnya. Ini tentu menjadi persoalan bagi daerah,” ujarnya.

Baca juga: Gubernur Mahyeldi: Nilai Rahmah El Yunusiyyah Solusi Persoalan Pendidikan Hari Ini

Ia menambahkan, pembangunan di daerah akan sulit maksimal jika pendapatan daerah, terutama dari sektor pajak, lebih banyak ditarik ke pusat tanpa pengembalian yang memadai.

“Kalau pajak-pajak di daerah diambil pusat dan tidak dikembalikan secara maksimal, ini bisa mematikan daerah,” tegasnya.

Meski demikian, Mahyeldi memastikan pembangunan infrastruktur, termasuk perbaikan jalan di Matur, tetap menjadi prioritas dan akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.

“Insya Allah kita akan membangun dengan dana yang kita miliki. Pembangunan ini berproses,” katanya.

Baca juga: Detik-detik Lansia Penjual Telur Asin di Kayu Tanam Terseret Arus Sungai Sejauh 100 Meter

Selain itu, Pemprov Sumbar juga terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak serta membangun komunikasi intensif dengan pemerintah pusat guna mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur.

“Kita berkolaborasi dengan banyak pihak. Saya, wakil gubernur, dan OPD terus membangun komunikasi dengan pusat. Mudah-mudahan secara bertahap apa yang diharapkan masyarakat, khususnya infrastruktur, bisa kita perbaiki secepatnya,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved