Orang Tenggelam di Padang

Kendala Pencarian 2 Bocah Digulung Ombak di Padang: Cuaca Kurang Bersahabat dan Angin Kencang

Tri Desyu menyebut petugas gabungan mengalami beberapa kendala pada pencrian hari keempat, yaitu cuaca yang kurang bersahabat hingga angin kencang.

Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/Kantor SAR Padang
PENCARIAN ANAK TENGGELAM- Petugas gabungan menaiki perahu karet dalam rangka melakukan penyisiran di lokasi dua orang bocah hilang terseret ombak di kawasan Pantai Ujung Karang, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Selasa (21/4/2026). 

Ia menjelaskan, kejadian bermula saat enam anak berenang di lokasi dengan kondisi ombak yang tidak bersahabat serta air yang keruh.

“Empat anak berada di tengah dan berusaha kembali ke pinggir. Namun dua anak diduga terseret ombak dan hilang,” kata Hendri.

Terus Berdoa Demi Cucu

BERHARAP- Yulidar, nenek Zafran Al Malik Akbar (9), bocah yang tenggelam di Pantai Ujung Karang, Kota Padang. Dirinya terus berdoa dan berharap agar sang cucu yang duduk ke kelas 3 SD itu ditemukan.
BERHARAP- Yulidar, nenek Zafran Al Malik Akbar (9), bocah yang tenggelam di Pantai Ujung Karang, Kota Padang. Dirinya terus berdoa dan berharap agar sang cucu yang duduk ke kelas 3 SD itu ditemukan. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Sabak mengungkung wajah Yulidar, nenek Zafran Al Malik Akbar (9), bocah yang tenggelam di Pantai Ujung Karang, Kota Padang, Sabtu (18/4/2026) sore

Cucu Yulidar hanyut di pantai tersebut saat berenang bersama teman-temannya sekira pukul 12:40 WIB.

Sabtu siang sekira pukul 16:00 WIB, kabar tak mengenakan itu sampai juga ke telinga Yulidar.  Dengan hati kacau balau, ia melangkah ke Pantai Ujung Karang.

Di sana, mata merah dan tetesan tangis tak terbendung, melihat dua perahu karet milik Kantor SAR Kelas A Padang ditarik ke daratan. Sementara, sang cucu tak kunjung ditemukan hingga pukul 18:00 WIB. 

"Saya dapat kabar jam 16:00 WIB, diberitahu anak, juga dapat kabar dari adiknya yang tinggal di sekitar lokasi," ucap Yulidar dengan mata sembab.

Pergi Bermain Bersama Teman, Keluarga Tidak Tahu

Yulidar tak tahu jika sang cucu pergi meninggalkan rumah untuk pergi berenang ke Pantai Ujung Karang.

Tiba-tiba, kabar duka datang, mengabarkan sang cucu telah hanyut saat berenang di pantai bersama teman-temannya.

"Tidak tahu kalau pergi berenang, tiba-tiba dapat informasi kalau dia hanyut di sini," terang Yulidar dengan tatapan kosong ke arah laut.

Sementara di lokasi, masyarakat begitu ramai menyaksikan proses pencarian. 

Bahkan saat dua perahu milik Kantor SAR Kelas A Padang ditarik ke daratan, rasa penasaran masyarakat tak kunjung mereda.

Perlahan, matahari mulai tenggelam ke laut, awan mulai meredup, pertanda pergantian siang ke malam.

Baca juga: SAR Padang Ungkap Alasan Hentikan Proses Pencarian 2 Bocah Tenggelam di Malam Hari

Di tengah suasana itu, keluarga lainnya tak berhenti berharap terhadap korban. 

Sembab mata cukup membuktikan bagaimana mereka kehilangan sosok anak atau cucu kesayangan.

Mulai dari ibu, ayah, kakak dan kerabat lainnya. Kesedihan mereka tak terbendung, dan harus ditenangkan oleh masyarakat sekitar.

"Saya berdoa terus, bertemu lah cucu saya, dia sekarang kelas 3 di SDN 06 Padang," terangnya.

Perlahan, gelap pun datang, para keluarga masih berharap di tengah derasnya gelombang. 

Menanti cucu kesayangan balik ke daratan.(*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved