Orang Tenggelam di Padang

Kendala Pencarian 2 Bocah Digulung Ombak di Padang: Cuaca Kurang Bersahabat dan Angin Kencang

Tri Desyu menyebut petugas gabungan mengalami beberapa kendala pada pencrian hari keempat, yaitu cuaca yang kurang bersahabat hingga angin kencang.

Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/Kantor SAR Padang
PENCARIAN ANAK TENGGELAM- Petugas gabungan menaiki perahu karet dalam rangka melakukan penyisiran di lokasi dua orang bocah hilang terseret ombak di kawasan Pantai Ujung Karang, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Selasa (21/4/2026). 

Ia menjelaskan, sebelumnya warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun belum membuahkan hasil.

"Operasi pencarian akan terus dilakukan dengan memaksimalkan seluruh potensi yang ada di lapangan," jelasnya.

Luas Area Penyisiran

Operasi pencarian dua anak yang hanyut di Pantai Ulak Karang, Kota Padang, dilakukan dengan cakupan area yang cukup luas serta melibatkan berbagai unsur dan peralatan.

Tri Desyu menyebut bahwa total area pencarian mencapai sekitar 20 nautical mile (Nm) atau 32,187 kilometer,m yang dibagi ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU).

“Setiap SRU menyisir sektor yang telah ditentukan dengan luas rata-rata 5 Nm⊃2; untuk memaksimalkan peluang menemukan korban,” jelasnya.

Baca juga: Hadiri APEKSI 2026, Wawako Padang Apresiasi Expo Banda Aceh Perkuat Kolaborasi Antarkota

Dalam operasi ini, tim SAR mengerahkan berbagai peralatan seperti rescue car, perahu karet (LCR) dengan motor tempel, peralatan SAR air, perlengkapan medis, komunikasi, serta drone thermal untuk pemantauan udara.

Tak hanya itu, sebanyak lebih dari 100 personel gabungan turut terlibat, terdiri dari Basarnas, TNI, Polairud, Brimob, BPBD, Damkar, PMI, relawan, hingga masyarakat setempat.

“Sinergi seluruh unsur ini sangat penting untuk mempercepat proses pencarian,” tambahnya.

Warga: Tiba-Tiba Ada Teriakan Minta Tolong

Upaya menyelamatkan bocah yang tenggelam kawasan Pantai Ujung Karang, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sabtu (18/4/2026), dilakukan warga, sesaat setelah mengetahui kejadian.

Mayang seorang warga yang ada di lokasi bahkan sempat melarang anak-anak yang hendak berenang saat mereka ada di pantai yang berada di belakang kampus Universitas Bung Hatta itu. 

Sebelum kejadian, dirinya sempat melihat enam orang anak berada di lokasi pantai. 

Dua orang berada di pinggir, sementara empat lainnya berada di bagian tengah laut.

“Awalnya saya melihat ada dua anak di pinggir dan empat di tengah. Tiba-tiba saya mendengar teriakan minta tolong, lalu saya lihat ke arah pantai, ternyata ada yang hanyut,” ujarnya.

Pegangan Terlepas Akibat Ombak

Berdasarkan informasi dari teman korban, dua anak yang pertama kali hanyut adalah Rasyid dan seorang lainnya yang akrab disapa Popo.

Mayang menyebut, saat kejadian sempat ada upaya penyelamatan oleh salah seorang teman korban bernama Naufal. 

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved