Orang Tenggelam di Padang
Kendala Pencarian 2 Bocah Digulung Ombak di Padang: Cuaca Kurang Bersahabat dan Angin Kencang
Tri Desyu menyebut petugas gabungan mengalami beberapa kendala pada pencrian hari keempat, yaitu cuaca yang kurang bersahabat hingga angin kencang.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Dua orang bocah dilaporkan hilang terseret ombak di kawasan Pantai Ujung Karang, Padang, pada Sabtu (18/4/2026).
- Memasuki pencarian hari keempat, petugas gabungan belum menemukan kedua korban.
- Petugas gabungan terus berupaya melakukan pencarian sejak pagi hingga sore hari.
- Pencarian akan dihentikan sementara waktu dan dilanjutkan besok Rabu (22/4/026).
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pencarian dua orang bocah tenggelam di Pantai Ujung Karang, Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, belum membuahkan hasil. Cuaca yang kurang bersahabat hingga angin kencang membuat proses pencarian terganggu.
Hal itu disampaikan oleh Komandan Regu (Danru) Kantor SAR Kelas A Padang, Tri Desyu, usai pencarian pada hari keempat dengan hasil nihil.
Korban diketahui bernama Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9), warga Gunung Pangilun.
Kedua korban dilaporkan hilang terseret arus ombak saat berenang bersama dengan teman-temannya pada Sabtu (18/4/2026).
Hingga pencarian hari keempat, petugas gabungan belum menemukan petunjuk dan tanda-tanda keberadaan korban.
Baca juga: Pencarian Hari Keempat 2 Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang: Rasyid dan Zafran Belum Ditemukan
Dikarenakan pencarian tidak memungkinkan untuk dilanjutkan pada malam hari, proses pencarian akan dilanjutkan besok pagi pada Rabu (22/4/2026) pagi.
Tri Desyu menyebut petugas gabungan mengalami beberapa kendala pada pencarian hari keempat, yaitu cuaca yang kurang bersahabat hingga angin kencang.
“Cuaca di lokasi pencarian dilaporkan hujan ringan dengan kecepatan angin berkisar antara 3 hingga 7 knot, yang cukup mempengaruhi visibilitas dan pergerakan tim di lapangan,” kata Tri Desyu, Selasa (21/4/2026).
Selain itu, luasnya area pencarian serta arus laut di kawasan tersebut juga menjadi kendala tersendiri bagi tim SAR.
“Arus laut yang dinamis, juga mungkin membuat pergeseran posisi korban cukup besar. Sehingga area pencarian harus terus diperluas dan disesuaikan,” ujarnya.
Pencarian Hari Keempat
Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap dua anak yang dilaporkan hanyut di kawasan Pantai Ujung Karang, belakang Kampus Universitas Bung Hatta (UBH), Kecamatan Padang Utara, Kota Padang hingga hari keempat.
Hingga Selasa (21/4/2026), kedua korban bernama Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9), warga Gunung Pangilun, masih belum ditemukan.
Komandan Regu (Danru) Kantor SAR Kelas A Padang, Tri Desyu, mengatakan bahwa operasi pencarian telah memasuki hari keempat sejak kejadian pada Sabtu (18/4/2026) siang lalu.
“Tim SAR gabungan terus melanjutkan upaya pencarian sejak pagi hari pukul 07.30 WIB dengan membagi area menjadi beberapa sektor," katanya saat memberikan keterangan.
Baca juga: Gunakan Sepablock, BNPB Perluas Pembangunan Huntap ke Limapuluh Kota dan Agam
Akan tetapi hingga saat ini, kedua korban masih belum ditemukan dan akan dilanjutkan pada Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun belum membuahkan hasil.
"Operasi pencarian akan terus dilakukan dengan memaksimalkan seluruh potensi yang ada di lapangan," jelasnya.
Luas Area Penyisiran
Operasi pencarian dua anak yang hanyut di Pantai Ulak Karang, Kota Padang, dilakukan dengan cakupan area yang cukup luas serta melibatkan berbagai unsur dan peralatan.
Tri Desyu menyebut bahwa total area pencarian mencapai sekitar 20 nautical mile (Nm) atau 32,187 kilometer,m yang dibagi ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU).
“Setiap SRU menyisir sektor yang telah ditentukan dengan luas rata-rata 5 Nm⊃2; untuk memaksimalkan peluang menemukan korban,” jelasnya.
Baca juga: Hadiri APEKSI 2026, Wawako Padang Apresiasi Expo Banda Aceh Perkuat Kolaborasi Antarkota
Dalam operasi ini, tim SAR mengerahkan berbagai peralatan seperti rescue car, perahu karet (LCR) dengan motor tempel, peralatan SAR air, perlengkapan medis, komunikasi, serta drone thermal untuk pemantauan udara.
Tak hanya itu, sebanyak lebih dari 100 personel gabungan turut terlibat, terdiri dari Basarnas, TNI, Polairud, Brimob, BPBD, Damkar, PMI, relawan, hingga masyarakat setempat.
“Sinergi seluruh unsur ini sangat penting untuk mempercepat proses pencarian,” tambahnya.
Warga: Tiba-Tiba Ada Teriakan Minta Tolong
Upaya menyelamatkan bocah yang tenggelam kawasan Pantai Ujung Karang, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sabtu (18/4/2026), dilakukan warga, sesaat setelah mengetahui kejadian.
Mayang seorang warga yang ada di lokasi bahkan sempat melarang anak-anak yang hendak berenang saat mereka ada di pantai yang berada di belakang kampus Universitas Bung Hatta itu.
Sebelum kejadian, dirinya sempat melihat enam orang anak berada di lokasi pantai.
Dua orang berada di pinggir, sementara empat lainnya berada di bagian tengah laut.
“Awalnya saya melihat ada dua anak di pinggir dan empat di tengah. Tiba-tiba saya mendengar teriakan minta tolong, lalu saya lihat ke arah pantai, ternyata ada yang hanyut,” ujarnya.
Pegangan Terlepas Akibat Ombak
Berdasarkan informasi dari teman korban, dua anak yang pertama kali hanyut adalah Rasyid dan seorang lainnya yang akrab disapa Popo.
Mayang menyebut, saat kejadian sempat ada upaya penyelamatan oleh salah seorang teman korban bernama Naufal.
Namun usaha tersebut gagal akibat kuatnya ombak.
“Saya lihat Naufal sempat menarik temannya yang hanyut, tapi karena ombak besar, pegangannya terlepas. Akhirnya mereka terpisah, satu ke arah pantai, satu lagi ke arah laut,” jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, Mayang langsung berupaya mencari pertolongan.
Ia berlari menuju arah kampus dan meminta bantuan kepada petugas keamanan yang ditemuinya.
“Saya sempat ke kampus, ketemu satpam yang sedang makan, lalu dia langsung meninggalkan makanannya dan menuju ke pantai,” katanya.
Baca juga: Breaking News 2 Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belakang Kampus Bung Hatta
Pinjam Ban Bekas untuk Evakuasi
Tak berhenti di situ, Mayang juga berusaha mencari alat bantu untuk evakuasi.
Ia menuju kawasan pintu muara dan meminta bantuan nelayan yang baru pulang melaut untuk meminjam pelampung dari ban bekas.
Namun saat kembali ke lokasi, para korban sudah tidak terlihat lagi di permukaan air.
“Waktu saya kembali, anak-anak yang hanyut sudah tidak nampak. Teman-temannya juga sudah tidak ada di lokasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebelumnya dirinya bersama beberapa warga juga sempat berinisiatif melakukan penyelamatan.
Bahkan ada dua pemuda yang mencoba menuju ke tengah laut, namun terhambat karena kondisi karang yang melukai kaki.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.49 WIB.
Saat itu, menurut Mayang, kondisi pantai relatif sepi dan tidak ada pengawasan.
“Saya sebenarnya sudah heran melihat mereka berenang di sana. Saya sempat melarang dan menyuruh mereka naik, tapi tidak dihiraukan. Tidak lama setelah itu, mereka hanyut,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan bahwa dua anak yang dilaporkan tenggelam masing-masing bernama Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9), warga Kelurahan Gunung Pangilun.
Ia menjelaskan, kejadian bermula saat enam anak berenang di lokasi dengan kondisi ombak yang tidak bersahabat serta air yang keruh.
“Empat anak berada di tengah dan berusaha kembali ke pinggir. Namun dua anak diduga terseret ombak dan hilang,” kata Hendri.
Terus Berdoa Demi Cucu
Sabak mengungkung wajah Yulidar, nenek Zafran Al Malik Akbar (9), bocah yang tenggelam di Pantai Ujung Karang, Kota Padang, Sabtu (18/4/2026) sore
Cucu Yulidar hanyut di pantai tersebut saat berenang bersama teman-temannya sekira pukul 12:40 WIB.
Sabtu siang sekira pukul 16:00 WIB, kabar tak mengenakan itu sampai juga ke telinga Yulidar. Dengan hati kacau balau, ia melangkah ke Pantai Ujung Karang.
Di sana, mata merah dan tetesan tangis tak terbendung, melihat dua perahu karet milik Kantor SAR Kelas A Padang ditarik ke daratan. Sementara, sang cucu tak kunjung ditemukan hingga pukul 18:00 WIB.
"Saya dapat kabar jam 16:00 WIB, diberitahu anak, juga dapat kabar dari adiknya yang tinggal di sekitar lokasi," ucap Yulidar dengan mata sembab.
Pergi Bermain Bersama Teman, Keluarga Tidak Tahu
Yulidar tak tahu jika sang cucu pergi meninggalkan rumah untuk pergi berenang ke Pantai Ujung Karang.
Tiba-tiba, kabar duka datang, mengabarkan sang cucu telah hanyut saat berenang di pantai bersama teman-temannya.
"Tidak tahu kalau pergi berenang, tiba-tiba dapat informasi kalau dia hanyut di sini," terang Yulidar dengan tatapan kosong ke arah laut.
Sementara di lokasi, masyarakat begitu ramai menyaksikan proses pencarian.
Bahkan saat dua perahu milik Kantor SAR Kelas A Padang ditarik ke daratan, rasa penasaran masyarakat tak kunjung mereda.
Perlahan, matahari mulai tenggelam ke laut, awan mulai meredup, pertanda pergantian siang ke malam.
Baca juga: SAR Padang Ungkap Alasan Hentikan Proses Pencarian 2 Bocah Tenggelam di Malam Hari
Di tengah suasana itu, keluarga lainnya tak berhenti berharap terhadap korban.
Sembab mata cukup membuktikan bagaimana mereka kehilangan sosok anak atau cucu kesayangan.
Mulai dari ibu, ayah, kakak dan kerabat lainnya. Kesedihan mereka tak terbendung, dan harus ditenangkan oleh masyarakat sekitar.
"Saya berdoa terus, bertemu lah cucu saya, dia sekarang kelas 3 di SDN 06 Padang," terangnya.
Perlahan, gelap pun datang, para keluarga masih berharap di tengah derasnya gelombang.
Menanti cucu kesayangan balik ke daratan.(*)
Bocah Tenggelam di Padang
bocah tenggelam
TribunBreakingNews
Multiangle
Orang Tenggelam di Padang
Padang Utara
Padang
| Pencarian Hari Keempat 2 Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang: Rasyid dan Zafran Belum Ditemukan |
|
|---|
| Terkendala Luas Medan, Hari Ketiga Pencarian 2 Bocah Hanyut di Pantai Ujung Karang Masih Nihil |
|
|---|
| Kendala Pencarian Korban Hanyut di Pantai UBH: Arus Berubah dan Tumpukan Kayu |
|
|---|
| Pencarian Korban Hanyut di Belakang Kampus UBH Padang, Hari Kedua Masih Belum Ditemukan |
|
|---|
| Update Hari Kedua Pencarian 2 Bocah Tenggelam di Padang, Tim Gabungan Sisir Area Sejauh 1,5 Mil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Pencarian-bocah-tenggelam-di-Padang-Utara-2142026.jpg)