Orang Tenggelam di Padang

Terkendala Luas Medan, Hari Ketiga Pencarian 2 Bocah Hanyut di Pantai Ujung Karang Masih Nihil

“Kendala utama kita di lapangan adalah luasnya area pencarian, sehingga membutuhkan penyisiran lebih maksimal dan waktu yang cukup,” pungkasnya.

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/Kantor SAR Padang
PENCARIAN ORANG HILANG- Petugas gabungan melakukan pencarian dua orang bocah yang hilang terseret ombak di kawasan Pantai Ujung Karang, Ualak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Senin (20/4/2026). Danru Kantor SAR Kelas A Padang, Tri Desyu, sebut pencarian korban di hari ketiga masih nihil dan dihentikan sementara waktu. 

Namun saat kembali ke lokasi, para korban sudah tidak terlihat lagi di permukaan air.

“Waktu saya kembali, anak-anak yang hanyut sudah tidak nampak. Teman-temannya juga sudah tidak ada di lokasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebelumnya dirinya bersama beberapa warga juga sempat berinisiatif melakukan penyelamatan.

Bahkan ada dua pemuda yang mencoba menuju ke tengah laut, namun terhambat karena kondisi karang yang melukai kaki.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.49 WIB. 

Saat itu, menurut Mayang, kondisi pantai relatif sepi dan tidak ada pengawasan.

“Saya sebenarnya sudah heran melihat mereka berenang di sana. Saya sempat melarang dan menyuruh mereka naik, tapi tidak dihiraukan. Tidak lama setelah itu, mereka hanyut,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan bahwa dua anak yang dilaporkan tenggelam masing-masing bernama Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9), warga Kelurahan Gunung Pangilun.

Ia menjelaskan, kejadian bermula saat enam anak berenang di lokasi dengan kondisi ombak yang tidak bersahabat serta air yang keruh.

“Empat anak berada di tengah dan berusaha kembali ke pinggir. Namun dua anak diduga terseret ombak dan hilang,” kata Hendri.

Terus Berdoa Demi Cucu

BERHARAP- Yulidar, nenek Zafran Al Malik Akbar (9), bocah yang tenggelam di Pantai Ujung Karang, Kota Padang. Dirinya terus berdoa dan berharap agar sang cucu yang duduk ke kelas 3 SD itu ditemukan.
BERHARAP- Yulidar, nenek Zafran Al Malik Akbar (9), bocah yang tenggelam di Pantai Ujung Karang, Kota Padang. Dirinya terus berdoa dan berharap agar sang cucu yang duduk ke kelas 3 SD itu ditemukan. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Sabak mengungkung wajah Yulidar, nenek Zafran Al Malik Akbar (9), bocah yang tenggelam di Pantai Ujung Karang, Kota Padang, Sabtu (18/4/2026) sore

Cucu Yulidar hanyut di pantai tersebut saat berenang bersama teman-temannya sekira pukul 12:40 WIB.

Sabtu siang sekira pukul 16:00 WIB, kabar tak mengenakan itu sampai juga ke telinga Yulidar.  Dengan hati kacau balau, ia melangkah ke Pantai Ujung Karang.

Di sana, mata merah dan tetesan tangis tak terbendung, melihat dua perahu karet milik Kantor SAR Kelas A Padang ditarik ke daratan.

Sementara, sang cucu tak kunjung ditemukan hingga pukul 18:00 WIB. 

Sumber: Tribun Padang
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved