Banjir di Padang

Pedagang Depan Kampus UPI Lubuk Begalung Terpaksa Lambat Buka Lapak, Hujan Lebat Guyur Padang

Sejumlah pedagang kaki lima di depan Kampus UPI, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang harus terlambat membuka lapak

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Iqbal
BANJIR GENANGI JALAN - Pedagang salad dan jamu, Alif saat berada di lapaknya, Lubuk Begalung, Kota Padang, Rabu (13/5/2026) sore. Banjir masih terlihat menggenang di badan jalan. 

Ringkasan Berita:
  • Pedagang di Lubuk Begalung terlambat buka lapak akibat banjir jalanan.
  • Hujan deras sejak siang buat genangan muncul di depan Kampus UPI Padang.
  • Pedagang baru mulai jualan pukul 17.00 WIB, padahal biasa lebih awal.
  • Air setinggi 5 sentimeter bikin warga kesulitan menyeberang jalan.
  • Pedagang mengaku penjualan turun karena pembeli enggan keluar saat hujan.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sejumlah pedagang kaki lima di depan Kampus UPI, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang harus terlambat membuka lapak akibat hujan dan banjir menggenangi badan jalan, Rabu (13/5/2026).

Diketahui, hujan lebat sudah mengguyur Kota Padang sejak Rabu siang, sekira pukul 14.30 WIB hingga 17.00 WIB.

Akibatnya air meluap dan menggenangi badan jalan, sehingga banyak pedagang mengalami keterlambatan membuka lapak.

Pada hari biasa, rata-rata pedagang mengaku sudah membuka lapak pada pukul 15.00 WIB, akan tetapi karena hujan dan banjir mereka baru memulai jam 17.00 WIB.

Salah satu pedagang yang akrab disapa Ir mengatakan ia mengalami keterlambatan membuka lapak jualannya hampir 30 menit lebih.

Baca juga: Sungai Batang Aia Dingin Padang Meluap, Warga Lubuk Minturun Cemas Trauma Galodo

Kata dia, hujan lebat yang mengguyur Kota Padang menjadi kendala saat hendak berjualan. Terlebih air menggenang di lokasi lapak yang akan ia buka.

"Sudah terlambat buka, ini sudah pukul 17.00 baru buka lapak, biasanya sekitar jam 16.00 WIB sudah buka," ujarnya saat ditemui TribunPadang.com di lokasi.

Ia menjelaskan, pada umumnya jika hujan lebat, memang sering terjadi banjir di depan lapaknya.

Akan tetapi, biasanya banjir tidak berlangsung lama, karena air terus mengalir ke solokan di pinggir jalan.

"Biasanya satu jam sudah surut, memang kalau hujan lebat sering banjir di jalan. Tapi, lapak saya tidak terkena, karena posisinya sedikit tinggi," pungkasnya.

Senada, pedagang salad bernama Alif mengatakan hujan sudah terjadi sekira pukul 14.30 WIB.

Baca juga: Hujan Lebat Guyur Kota Padang, Banjir Rendam Jalan Lubuk Begalung hingga Arus Lalu Lintas Tersendat

Hujan berlangsung cukup lama, dan air sudah menggenang di badan jalan di depan lapaknya, tepat di samping Budiman Swalayan Lubuk Begalung.

"Kalau hujan sejak pukul 14.30 WIB tadi, tapi saya sudah buka jam 15.20 , cuma terlambat beberapa menit," kata dia.

Namun ujar Alif, banjir di badan jalan tidak mengenai lapaknya secara langsung, hanya cipratan dari kendaraan saat melintas.

Hanya saja, kendala saat banjir, sulit menyebarang karena ketinggiannya cukup lumayan, sekitar 5 sentimeter.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved