Kasus Campak di Padang

Kasus Campak Meningkat, Puskesmas Andalas: Bisa Menyebar ke Paru-Paru dan Otak

"Biasanya ruam ini dimulai dari area sekitar wajah, kemudian menyebar sampai ke badan," ungkap dr. Weni saat ditemui di kantornya.

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Muhammad Iqbal
KASUS CAMPAK- Penampakan Puskesmas Andalas di Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Jumat (13/3/2026). Hal yang dikhawatirkan terkait campak ini, ujar dr. Weni, adalah sifat virusnya yang sangat mudah menyebar di dalam tubuh anak jika sudah terinfeksi. 

Kata dr. Weni, pihaknya merekap data sejak Januari hingga bulan Desember 2025, diduga 105 orang terjangkit setelah pemeriksaan klinis, namun belum dipastikan semuanya terkena campak.

Baca juga: BMKG Prediksi Cuaca Mentawai Jumat 13 Maret 2026: Pagi Cerah Berawan, Waspada Hujan Malam Hari

"Rekapan data kita, terdapat 105 orang terduga terkena campak di sepanjang tahun 2025," ungkapnya memberikan keterangan.

Dari total tersebut, hanya sebanyak 26 yang dikirimkan sampelnya ke labolatorium, karena tidak bisa semuanya diperiksa.

Setelah hasil penelitian di labolatorium keluar, satu orang dinyatakan positif mengidap rubella. 

Rubella (campak jerman) merupakan infeksi virus menular yang umumnya menyerang anak-anak dan remaja, ditandai dengan demam ringan dan ruam merah pada kulit. 

Baca juga: Menteri Kebudayaan Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Ulakan Padang Pariaman

"Setelah pemeriksaan, 11 orang positif campak. Sedangkan yang lainnya negatif rubella maupun campak," sebutnya.

Kemudian, Puskesmas Andalas melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) campak di kelurahan-kelurahan yang warganya dinyatakan positif campak.

ORI merupakan program imunisasi massal yang dilakukan sebagai respons cepat terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak di wilayah tertentu.

"Itu sudah kita lakukan tahun 2025 lalu," jelasnya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini 13 Maret 2026: Cerah Berawan Sepanjang Hari

Sementara itu ujar dr Weni, kasus campak semakin meningkat jumlahnya tahun 2026. Dalam rentan waktu dua bulan, yakni Januari dan Februari sudah ada sebanyak 32 orang terduga terjangkit virus campak.

Pemeriksaan sampel kembali dilakukan pada bulan Januari 2026 sebanyak empat orang. Dua orang dinyatakan positif dan dua lainnya negatif campak setelah pemeriksaan.

Sedangkan pada bulan Februari 2026 terdapat enam kasus. Pemeriksaan sampel tengah dilakukan dan pihaknya masih menunggu hasilnya.

"Jadi, tahun 2026 ini, sudah ada dua orang positif campak, ini baru di wilayah kerja Puskesmas Andalas, masih ada 23 puskesmas lagi," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved