Kasus Campak di Padang

Waspada Campak Jelang Lebaran, Puskesmas Ambacang Padang Minta Orang Tua Isolasi Anak di Keramaian

Kepala Puskesmas Ambacang, drg. Riny Zulfianty meminta masyarakat segera membawa balita atau anak yang sakit ke fasilitas kesehatan

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Ist
KASUS CAMPAK PADANG - Puskesmas Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (17/3/2026). Kepala Puskesmas Ambacang, drg. Riny Zulfianty meminta masyarakat segera membawa balita atau anak saat sakit ke fasilitas kesehatan terdekat. 

Ringkasan Berita:
  • Kasus campak di Padang meningkat jelang Lebaran, Puskesmas Ambacang beri peringatan
  • Anak dengan gejala demam dan ruam diminta segera diperiksa
  • Tenaga kesehatan minta anak diisolasi saat momen silaturahmi
  • Total 23 kasus tercatat sejak Januari, berpotensi terus bertambah
  • Status KLB jadi perhatian, risiko penularan saat keramaian makin tinggi

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kepala Puskesmas Ambacang, drg. Riny Zulfianty meminta masyarakat segera membawa balita atau anak yang sakit ke fasilitas kesehatan untuk mewaspadai gejala campak jelang Lebaran Idul Fitri 2026.

Masyarakat harus mengantisipasi potensi penularan gejala campak saat momen silaturahmi atau keramaian Lebaran, terutama jika anak mengalami demam atau muncul bintik merah.

Imbauan ini bertujuan untuk mengantisipasi, apakah anak hanya menderita demam biasa atau terjangkit virus campak menjelang lebaran Idul Fitri 2026.

"Kemudian jika ada bintik atau ruam merah di kulit anak, segera isolasi, jauhkan ia dari saudara-saudaranya saat momen silaturahmi atau keramaian saat lebaran," ucap Kepala Puskesmas Andalas itu, Selasa (17/3/2026).

Hal ini bisa mencegah penularan, sebab status kasus campak secara nasional, khususnya di beberapa daerah di Kota Padang sudah di tingkat Kejadian Luar Biasa (KLB).

Baca juga: Warga Kuranji Padang Tolak Imunisasi Campak, Kapus Ambacang Beberkan Kendala Capaian Masih Rendah

Kata dia, meski anak terjangkit campak dan bisa sembuh dengan sendirinya, namun dikhawatirkan gejala berat tiba-tiba menyerang saat imun tubuh tak lagi mampu menahan virus tersebut.

"Jadi pastikan diperiksa ke fasilitas kesehatan, masa inkubasi campak ini 10-20 hari, kita tidak tahu jika anak ini demam biasa atau terjangkit virus campak," tegasnya.

Selain itu, drg. Riny berharap masyarakat bisa sadar dan paham akan pentingnya imunisasi untuk anaknya.

Imunisasi ditegaskan, bisa membantu meningkatkan imun anak saat melawan virus. Ditambah kasus campak sudah menjadi perhatian secara nasional.

"Jadi, memang harapan kami sebagai tenaga kesehatan, ayo bapak dan ibu membawa anak imunisasi agar terhindar dari penyakit. Lebih baik mencegah dari para mengobati," tambahnya.

Baca juga: Puskesmas Ambacang Kota Padang Catat 34 Kasus Campak 2025, 5 Positif Setelah Pengecekan

Kasus Campak 2025 di Puskesmas Ambacang

Sebanyak 23 kasus campak tercatat di Puskesmas Ambacang, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji, Kota Padang pada awal tahun dan menjelang lebaran Idul Fitri 2026.

Lokasi tepatnya berada di Jalan Raya By Pass kilometer 8,5, di samping Polsek Kuranji.

Kepala Puskesmas Ambacang, drg. Riny Zulfianty mengatakan kasus campak tersebut terhitung sejak Januari hingga pertengahan Maret 2026.

"Totalnya mencapai 23 kasus, Januari 10, Februari delapan dan pertengahan Maret ini lima," ucap drg. Riny saat ditemui di kantornya, Selasa (17/3/2026).

Dari 23 kasus ini ujar drg. Riny, belum ada pengecekan sampel ke laboratorium. Sebab gejalanya tidak begitu berat.

Baca juga: Shuttle Bus Bandara BIM Berhenti Operasi, Penumpang KA Minangkabau Ekspres Keluhkan Jarak Jauh

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved