Kasus Campak di Padang

23 Kasus Campak di Puskesmas Ambacang Padang Meledak Jelang Lebaran, Januari Terbanyak

Sebanyak 23 kasus campak tercatat di Puskesmas Ambacang, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji, Kota Padang

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Iqbal
KASUS CAMPAK PADANG - Kepala Puskesmas Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, drg. Riny saat memberikan keterangan di kantornya, Selasa (17/3/2026). drg. Riny ungkap sebanyak 23 kasus campak tercatat di Puskesmas Ambacang pada awal tahun 2026. 
Ringkasan Berita:
  • 23 kasus campak muncul di Puskesmas Ambacang sejak awal 2026 hingga jelang Lebaran.
  • Januari jadi bulan dengan kasus tertinggi, disusul Februari dan Maret.
  • Seluruh pasien dilaporkan mengalami gejala ringan dan sudah sembuh.
  • Pemeriksaan laboratorium belum dilakukan, ada alasan di balik keputusan ini.
  • Status KLB ditetapkan, potensi lonjakan kasus berikutnya mulai diwaspadai.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sebanyak 23 kasus campak tercatat di Puskesmas Ambacang, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji, Kota Padang pada awal tahun dan menjelang lebaran Idul Fitri 2026.

Lokasi tepatnya berada di Jalan Raya By Pass kilometer 8,5, di samping Polsek Kuranji.

Kepala Puskesmas Ambacang, drg. Riny Zulfianty mengatakan kasus campak tersebut terhitung sejak Januari hingga pertengahan Maret 2026.

"Totalnya mencapai 23 kasus, Januari 10, Februari delapan dan pertengahan Maret ini lima," ucap drg. Riny saat ditemui di kantornya, Selasa (17/3/2026).

Dari 23 kasus ini ujar drg. Riny, belum ada pengecekan sampel ke laboratorium. Sebab gejalanya tidak begitu berat.

Baca juga: Shuttle Bus Bandara BIM Berhenti Operasi, Penumpang KA Minangkabau Ekspres Keluhkan Jarak Jauh

Selain itu, alasan pengambilan sampel harus ada persetujuan pasien, karena itu belum ada pengecekannya.

Ia memprediksi peningkatan kasus campak pada bulan ini dan seterusnya, mengingat sudah ditetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Jadi, ada resiko-resiko peningkatan kasus campak. Ke depan, kita harus cek sampelnya ke laboratorium," ujarnya.

Untuk 23 kasus campak di Puskesmas Ambacang, semua pasien ujar drg. Riny hanya mengalami gejala ringan.

Selain itu, para pasien juga sudah dinyatakan sembuh. Untuk itu, pengecekan sampel hanya dilakukan kepada penambahan kasus baru.

"Tapi, yang kita cek nanti, kita lihat dulu gejala klinis seperti apa, jika memang layak, harus dicek," tambahnya.(*)

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved