Nelayan Kesulitan BBM
Nelayan di Padang Sulit Dapat Pertalite, Terpaksa Beli Pertamax
Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi Pertalite sulit mereka dapatkan di beberapa SPBU yang sudah diprioritaskan.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: afrizal
Ringkasan Berita:
- Nelayan di Padang mengaku BBM subsidi Pertalite sulit mereka dapatkan di beberapa SPBU yang sudah diprioritaskan
- Tak jarang pembeli menggunakan jeriken dan sepeda motor tangki besar sering mengatasnamakan nelayan
- Kalau kondisi ikan sedang banyak, nelayan terpaksa beli Pertamax, walau perbandingannya satu jeriken Pertamax sama dengan dua jeriken Pertalite
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kapal nelayan di kampung Elo Pukek, Purus, Kota Padang tampak menepi ke daratan usai salat zuhur selesai digelar, Selasa (5/5/2026).
Di tengah cuaca panas itu, para nelayan menggotong kapal dengan memanfaatkan gaya dorong dari ombak hingga potongan kayu sebagai tumpuan.
Bukan tanpa alasan, di siang hari itu, tangkapan ikan tak lagi membuahkan hasil bagi mereka.
Baca juga: Hari Kelima Pencarian 2 Bocah Hanyut di Pantai Ujung Karang Padang, Nelayan Ikut Bantu Penyisiran
Ditambah, Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi Pertalite sulit mereka dapatkan di beberapa SPBU yang sudah diprioritaskan.
Sehingga, pendapatan dari hasil tangkapan ikan sering tak menutupi biaya operasional para nelayan.
Stok Sering Habis
Seorang nelayan, Zulhelmi (55) mengatakan bahwa kapalnya menggunakan BBM subsidi Pertalite untuk bisa menangkap ikan di laut.
Namun, pembelian Pertalite terkendala lantaran stok di SPBU di tempat yang direkomendasikan sering habis.
"Kalau payang (kapal) kecil saya, bahan bakarnya pakai Pertalite. Tapi belinya susah sekarang, sering habis karena banyak yang beli pakai jerigen tapi bukan dari nelayan," kata dia saat ditemui jurnalis TribunPadang.com, Muhammad Iqbal, di Kampung Elo Pukek, Selasa (5/5/2026).
Baca juga: Ketua Kadin Sumbar Ingatkan Harga Barang Bakal Mahal Dampak Harga BBM Non-subsidi Naik
Faktor sulitnya pembelian Zulhelmi, disebabkan banyak masyarakat umum yang beralih ke BBM subsidi, pasca bahan bakar non subsidi melonjak.
Terkadang kata Zulhelmi, sulitnya mendapatkan pertalite membuat ia dan nelayan lainnya sulit ke laut.
Bahkan saat sekarang, hasil tangkapan para nelayan juga kurang membuahkan hasil.
"Berdasarkan izin Dinas Perikanan kami bisa beli maksimal, tapi saat kami mengisi ke SPBU sering tidak dapat," pungkasnya.
Dipicu Kenaikan Harga BBM Non Subsidi
Hal serupa juga dirasakan Irfan Efendi (37), melonjaknya harga BBM non subsidi berpengaruh terhadap pembelian Pertalite.
Hal tersebut diperparah banyaknya pembelian menggunakan jeriken ataupun kendaraan dengan tangki besar, membuat pembatasan terhadap nelayan.
Tak jarang pembeli menggunakan jeriken dan sepeda motor tangki besar sering mengatasnamakan nelayan.
Baca juga: Usai BBM Non Subsidi, Kini Gas Elpiji 12 Kilogram Naik hingga Rp35.000
| 3 BERITA POPULER PADANG: Wanita Nyaris Lompat Jembatan, Pelantikan Sekda Baru dan Reses DPRD |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Lansia Terseret Arus, Aksi Demo May Day dan Paman Cabuli Keponakan |
|
|---|
| Diduga Masalah Keluarga, IRT di Padang Berniat Lompat dari Jembatan Siti Nurbaya |
|
|---|
| Petugas Damkar Padang Selamatkan Wanita yang Nyaris Lompat dari Jembatan Siti Nurbaya |
|
|---|
| Posko Siaga Telkomsel Hadir di Asrama Haji Padang dan Batam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Nelayan-di-Padang-05052026.jpg)