Kasus Campak di Padang

Kasus Campak Meningkat, Puskesmas Andalas: Bisa Menyebar ke Paru-Paru dan Otak

"Biasanya ruam ini dimulai dari area sekitar wajah, kemudian menyebar sampai ke badan," ungkap dr. Weni saat ditemui di kantornya.

Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Muhammad Iqbal
KASUS CAMPAK- Penampakan Puskesmas Andalas di Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Jumat (13/3/2026). Hal yang dikhawatirkan terkait campak ini, ujar dr. Weni, adalah sifat virusnya yang sangat mudah menyebar di dalam tubuh anak jika sudah terinfeksi. 

Ringkasan Berita:
  • Update kasus capak di Kota Padang. Warga diminta untuk memperhatikan gejala awal virus pada anak.
  • Gejala awalnya hampir serupa dengan penyakit lain yang dipicu oleh demam.
  • Hal yang perlu diwaspadai adalah ciri khas campak berupa ruam kemerahan pada tubuh anak.
  • Campak sangat mudah menyebar di dalam tubuh anak jika sudah terinfeksi.
  • Bahkan, virus ini bisa merambat ke paru-paru yang menyebabkan pneumonia (radang paru-paru). Tak hanya itu, penyebarannya bahkan bisa mencapai otak.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Guna mengantisipasi sebaran campak, Kepala Puskesmas (Kapus) Andalas, dr. Weni Fitria Nazulis, meminta warga memperhatikan gejala awal virus tersebut pada anak.

Menurut dr. Weni, gejala awalnya hampir serupa dengan penyakit lain yang dipicu oleh demam.

Akan tetapi, hal yang perlu diwaspadai adalah ciri khas campak berupa ruam kemerahan pada tubuh anak.

"Biasanya ruam ini dimulai dari area sekitar wajah, kemudian menyebar sampai ke badan," ungkap dr. Weni saat ditemui di kantornya, Jumat (13/3/2026) pagi.

Baca juga: Kasus Campak di Padang, Puskesmas Andalas Temukan Dua Warga Positif di Awal 2026

Kemunculan ruam atau bercak kemerahan ini selalu disertai dengan demam. Selain itu, infeksi juga bisa menular ke mata sehingga menyebabkan mata berwarna merah.

Hal yang dikhawatirkan terkait campak ini, ujar dr. Weni, adalah sifat virusnya yang sangat mudah menyebar di dalam tubuh anak jika sudah terinfeksi.

Bahkan, virus ini bisa merambat ke paru-paru yang menyebabkan pneumonia (radang paru-paru). Tak hanya itu, penyebarannya bahkan bisa mencapai otak.

"Virusnya juga bisa menyebar sampai ke otak. Itulah yang kita khawatirkan jika campak meluas sehingga kondisinya menjadi berat," pungkasnya.

Baca juga: Cegah KLB, Puskesmas Andalas Gelar Imunisasi Massal ORI Pasca Temuan Positif Kasus Campak di Padang

dr. Weni menegaskan bahwa campak merupakan penyakit berbahaya apabila anak yang terinfeksi tidak mendapatkan penanganan tepat. Sebab, selain menyebabkan ruam, virus ini bisa memicu komplikasi penyakit lain.

Namun selama ini, sebagian masyarakat masih menganggap campak sebagai hal biasa. Padahal, penyakit ini termasuk kategori berat dan berbahaya jika sudah menyerang organ vital.

"Ini penyakit berbahaya, namun sering dianggap biasa oleh masyarakat. Jika tidak ditangani secara cepat, dapat menimbulkan penyakit lain," tambahnya.

Puskesmas Andalas Catat 13 Warga Positif Terinfeksi

KASUS CAMPAK PADANG - Kepala Puskesmas Andalas, dr. Weni Fitria Nazulis saat memberikan keterangan di kantornya, Puskesmas Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Jumat (13/3/3026). dr. Weni  sebut pihaknya merekap data kasus campak 2025 sebanyak 105 orang dan 32 orang di 2026, setelah pemeriksaan klinis.
KASUS CAMPAK PADANG - Kepala Puskesmas Andalas, dr. Weni Fitria Nazulis saat memberikan keterangan di kantornya, Puskesmas Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Jumat (13/3/3026). dr. Weni sebut pihaknya merekap data kasus campak 2025 sebanyak 105 orang dan 32 orang di 2026, setelah pemeriksaan klinis. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Petugas mencatat temuan kasus campak di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami tren peningkatan signifikan di wilayah kerja Puskesmas Andalas, Kelurahan Andalas, Kecamatan Padang Timur. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis, total terdapat 13 warga yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus tersebut sejak tahun lalu hingga awal tahun ini.

Kepala Puskesmas Andalas, dr. Weni Fitria Nazulis, mengonfirmasi peningkatan kasus campak di Padang ini saat ditemui TribunPadang.com di kantornya, Jumat (13/3/2026).

Sebanyak 105 orang diduga terinfeksi virus campak sepanjang tahun 2025 dan 32 kasus di 2026 setelah dilakukan pemeriksanaan secara klinis di Puskesmas Andalas.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved