Kesehatan

Virus Nipah Belum Ditemukan di Padang, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada

Ia menjelaskan, secara umum gejala Virus Nipah hampir menyerupai influenza, seperti demam dan batuk.

Tayang:
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rezi Azwar
TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
VIRUS NIPAH- Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr Srikurnia Yati, Minggu (1/10/2023). Srikurnia Yati mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. 

Ringkasan Berita:
  • Dinkes Padang memastikan belum ditemukannya kasus Virus Nipah di Kota Padang.
  • Secara umum gejala Virus Nipah hampir menyerupai influenza, seperti demam dan batuk.
  • Namun tingkat keparahan gejalanya lebih berat dibandingkan influenza biasa.
  • Masyarakat agar tetap menjaga pola hidup sehat, istirahat yang cukup, berolahraga agar imunitas tubuh tetap terjaga, mengonsumsi sayur dan buah, minum air putih yang cukup, serta istirahat yang cukup.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang memastikan hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus maupun masyarakat yang terindikasi terpapar Virus Nipah di Kota Padang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, menyusul meningkatnya kewaspadaan terhadap Virus Nipah setelah dilaporkan muncul kembali di sejumlah negara.

“Kalau sampai saat ini, kami belum ada mendapatkan informasi terkait adanya masyarakat yang terindikasi atau terdampak Virus Nipah. Sejauh ini belum ada kasus di Kota Padang,” kata Srikurnia Yati, Senin (2/2/2026).

Baca juga: Waspadai Virus Nipah, Pakar Unand: Fatalitas Tinggi Meski Belum Ditemukan Menular Antarmanusia

Ia menjelaskan, secara umum gejala Virus Nipah hampir menyerupai influenza, seperti demam dan batuk. Namun tingkat keparahan gejalanya lebih berat dibandingkan influenza biasa.

“Gejalanya hampir sama dengan influenza, demam dan batuk, tetapi kondisinya bisa lebih berat. Penularan virus ini biasanya melalui hewan, terutama kelelawar,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi potensi penularan, Srikurnia Yati mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengonsumsi sayur dan buah, minum air putih yang cukup, serta istirahat yang cukup,” ujarnya.

Baca juga: Warga Terdampak Banjir Terserang Penyakit, Sidokkes Polresta Padang Beri Layanan Kesehatan Gratis

Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari kebiasaan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh, seperti begadang, serta tetap melakukan aktivitas fisik atau olahraga, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem.

“Jaga pola hidup sehat, istirahat yang cukup, dan tetap berolahraga agar imunitas tubuh tetap terjaga,” tambahnya.

Pakar Unand: Fatalitas Tinggi

KERACUNAN MBG: dr. Mohamad Reza, Ph.D, Pakar Kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand). dr. Reza mengungkapkan sejumlah kemungkinan terkait kasus keracunan makanan bergizi (MBG) di Kabupaten Agam beberapa waktu lalu.
VIRUS NIPAH- Pakar Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), dr. Mohamad Reza, Ph.D. Reza menyebut Virus Nipah memiliki karakteristik mirip dengan sejumlah virus zoonotik berbahaya lainnya. (Dok. Pribadi)

Menyusul kemunculan kembali penyakit Virus Nipah di India, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menerbitkan Surat Edaran kewaspadaan kepada seluruh jajaran kesehatan di Indonesia.

Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah itu ditandatangani Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Murti Utami pada 30 Januari 2026, dan ditujukan kepada seluruh kepala dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota hingga kepala puskesmas.

Dalam edaran tersebut dijelaskan, Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik emerging yang disebabkan oleh virus Nipah dari genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. 

Virus ini memiliki reservoir alami pada kelelawar buah (Pteropus sp.) dan dapat menular ke manusia secara langsung maupun melalui hewan perantara seperti babi, serta melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Baca juga: Wako Padang Dampingi Komisi IX DPR RI Tinjau RSUD dr Rasidin, Bahas Layanan Kesehatan Usai Banjir

“Hingga saat ini belum terdapat laporan kasus konfirmasi penyakit Virus Nipah pada manusia di Indonesia,” kata Murti Utami dalam keterangan resminya yang dilansir dari TribunNews.com, Senin (2/2/2026).

Menanggapi hal tersebut, Pakar Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), dr. Mohamad Reza, Ph.D, menyebut Virus Nipah memiliki karakteristik mirip dengan sejumlah virus zoonotik berbahaya lainnya.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved