Kasus Campak di Padang
Kasus Campak di Padang, Puskesmas Andalas Temukan Dua Warga Positif di Awal 2026
Puskesmas Andalas, Kota Padang mengonfirmasi temuan dua kasus positif campak pada awal tahun 2026.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Puskesmas Andalas Padang menemukan dua orang positif campak pada awal 2026 setelah pemeriksaan laboratorium.
- Temuan ini berasal dari empat sampel pasien yang diperiksa pada Januari 2026.
- Selain itu, enam kasus terduga campak pada Februari masih menunggu hasil pemeriksaan.
- Sepanjang 2025, puskesmas juga mencatat 105 orang terduga campak di wilayah kerjanya.
- Petugas kesehatan melakukan langkah lanjutan setelah temuan kasus tersebut.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Puskesmas Andalas, Kota Padang mengonfirmasi temuan dua kasus positif campak pada awal tahun 2026.
Temuan ini terungkap setelah petugas melakukan pemeriksaan sampel terhadap warga yang mengeluhkan gejala klinis serupa virus tersebut pada Januari lalu.
Sebanyak 105 orang diduga terinfeksi virus campak sepanjang tahun 2025 dan 32 kasus di 2026 setelah dilakukan pemeriksanaan secara klinis di Puskesmas Andalas, Kelurahan Andalas, Kecamatan Padang Timur.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Puskesmas Andalas, dr. Weni Fitria Nazulis saat ditemui TribunPadang.com di kantornya, Jumat (13/3/2026).
Kata dr. Weni, pihaknya merekap data sejak Januari hingga bulan Desember 2025, diduga 105 orang terjangkit setelah pemeriksaan klinis, namun belum dipastikan semuanya terkena campak.
Baca juga: BMKG Minangkabau Prakirakan Cuaca Bukittinggi Berawan Siang, Malam Berpotensi Hujan Ringan
"Rekapan data kita, terdapat 105 orang terduga terkena campak di sepanjang tahun 2025," ungkapnya memberikan keterangan.
Dari total tersebut, hanya sebanyak 26 yang dikirimkan sampelnya ke labolatorium, karena tidak bisa semuanya diperiksa.
Setelah hasil penelitian di labolatorium keluar, satu orang dinyatakan positif mengidap rubella.
Rubella (campak jerman) merupakan infeksi virus menular yang umumnya menyerang anak-anak dan remaja, ditandai dengan demam ringan dan ruam merah pada kulit.
"Setelah pemeriksaan, 11 orang positif campak. Sedangkan yang lainnya negatif rubella maupun campak," sebutnya.
Baca juga: Kasus Campak di Padang Meningkat, Puskesmas Andalas Catat 13 Warga Positif Terinfeksi
Pasca itu, Puskesmas Andalas melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) campak di kelurahan-kelurahan yang warganya dinyatakan positif campak.
ORI merupakan program imunisasi massal yang dilakukan sebagai respons cepat terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak di wilayah tertentu.
"Itu sudah kita lakukan tahun 2025 lalu," jelasnya.
Sementara itu ujar dr Weni, kasus campak semakin meningkat jumlahnya tahun 2026. Dalam rentan waktu dua bulan, yakni Januari dan Februari sudah ada sebanyak 32 orang terduga terjangkit virus campak.
Pemeriksaan sampel kembali dilakukan pada bulan Januari 2026 sebanyak empat orang. Dua orang dinyatakan positif dan dua lainnya negatif campak setelah pemeriksaan.
Baca juga: Wabup Sijunjung Serahkan Santunan Baznas ke 80 Warga, Bantu Ringankan Beban Lebaran
Sedangkan pada bulan Februari 2026 terdapat enam kasus. Pemeriksaan sampel tengah dilakukan dan pihaknya masih menunggu hasilnya.
"Jadi, tahun 2026 ini, sudah ada dua orang positif campak, ini baru di wilayah kerja Puskesmas Andalas, masih ada 23 puskesmas lagi," pungkasnya.(*)
| Waspada Campak Jelang Lebaran, Puskesmas Ambacang Padang Minta Orang Tua Isolasi Anak di Keramaian |
|
|---|
| Warga Kuranji Padang Tolak Imunisasi Campak, Kapus Ambacang Beberkan Kendala Capaian Masih Rendah |
|
|---|
| Puskesmas Ambacang Kota Padang Catat 34 Kasus Campak 2025, 5 Positif Setelah Pengecekan |
|
|---|
| 23 Kasus Campak di Puskesmas Ambacang Padang Meledak Jelang Lebaran, Januari Terbanyak |
|
|---|
| 4 Pasien di Puskesmas Nanggalo Padang Terjangkit Virus Campak Awal 2026, Tahun Lalu Tembus 81 Kasus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Puskesmas-Andalas-Padang-mengonfirmasi-temuan-dua-kasus-positif-camd.jpg)