Kasus Campak di Padang

Kasus Campak di Padang Meningkat, Puskesmas Andalas Catat 13 Warga Positif Terinfeksi

Petugas mencatat temuan kasus campak di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami tren peningkatan signifikan di wilayah kerja Puskesmas Andalas

Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Iqbal
KASUS CAMPAK PADANG - Kepala Puskesmas Andalas, dr. Weni Fitria Nazulis saat memberikan keterangan di kantornya, Puskesmas Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Jumat (13/3/3026). dr. Weni sebut pihaknya merekap data kasus campak 2025 sebanyak 105 orang dan 32 orang di 2026, setelah pemeriksaan klinis. 

Ringkasan Berita:
  • Puskesmas Andalas Padang mencatat 105 warga diduga terinfeksi campak sepanjang 2025.
  • Dari sampel yang diperiksa, 11 orang dinyatakan positif campak.
  • Puskesmas langsung melakukan imunisasi massal ORI di wilayah kasus.
  • Memasuki 2026, 32 warga kembali terduga terjangkit campak dalam dua bulan.
  • Dua kasus sudah positif, sementara sejumlah sampel lain masih menunggu hasil laboratorium.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Petugas mencatat temuan kasus campak di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami tren peningkatan signifikan di wilayah kerja Puskesmas Andalas,  Kelurahan Andalas, Kecamatan Padang Timur. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis, total terdapat 13 warga yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus tersebut sejak tahun lalu hingga awal tahun ini.

Kepala Puskesmas Andalas, dr. Weni Fitria Nazulis, mengonfirmasi peningkatan kasus campak di Padang ini saat ditemui TribunPadang.com di kantornya, Jumat (13/3/2026).

Sebanyak 105 orang diduga terinfeksi virus campak sepanjang tahun 2025 dan 32 kasus di 2026 setelah dilakukan pemeriksanaan secara klinis di Puskesmas Andalas.

Kata dr. Weni, pihaknya merekap data sejak Januari hingga bulan Desember 2025, diduga 105 orang terjangkit setelah pemeriksaan klinis, namun belum dipastikan semuanya terkena campak.

Baca juga: BMKG Prediksi Cuaca Mentawai Jumat 13 Maret 2026: Pagi Cerah Berawan, Waspada Hujan Malam Hari

"Rekapan data kita, terdapat 105 orang terduga terkena campak di sepanjang tahun 2025," ungkapnya memberikan keterangan.

Dari total tersebut, hanya sebanyak 26 yang dikirimkan sampelnya ke labolatorium, karena tidak bisa semuanya diperiksa.

Setelah hasil penelitian di labolatorium keluar, satu orang dinyatakan positif mengidap rubella

Rubella (campak jerman) merupakan infeksi virus menular yang umumnya menyerang anak-anak dan remaja, ditandai dengan demam ringan dan ruam merah pada kulit. 

Baca juga: Menteri Kebudayaan Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Ulakan Padang Pariaman

"Setelah pemeriksaan, 11 orang positif campak. Sedangkan yang lainnya negatif rubella maupun campak," sebutnya.

Pasca itu, Puskesmas Andalas melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) campak di kelurahan-kelurahan yang warganya dinyatakan positif campak.

ORI merupakan program imunisasi massal yang dilakukan sebagai respons cepat terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak di wilayah tertentu.

"Itu sudah kita lakukan tahun 2025 lalu," jelasnya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini 13 Maret 2026: Cerah Berawan Sepanjang Hari

Sementara itu ujar dr Weni, kasus campak semakin meningkat jumlahnya tahun 2026. Dalam rentan waktu dua bulan, yakni Januari dan Februari sudah ada sebanyak 32 orang terduga terjangkit virus campak.

Pemeriksaan sampel kembali dilakukan pada bulan Januari 2026 sebanyak empat orang. Dua orang dinyatakan positif dan dua lainnya negatif campak setelah pemeriksaan.

Sedangkan pada bulan Februari 2026 terdapat enam kasus. Pemeriksaan sampel tengah dilakukan dan pihaknya masih menunggu hasilnya.

"Jadi, tahun 2026 ini, sudah ada dua orang positif campak, ini baru di wilayah kerja Puskesmas Andalas, masih ada 23 puskesmas lagi," pungkasnya.(*)

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved