Berita Populer Padang

3 BERITA POPULER PADANG: UNP Minta Solusi Peluru Nyasar, Kecelakaan Sitinjau Lauik dan Perda Adat

DPRD Kota Padang bersama Pemerintah Kota Padang resmi mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penguatan Lembaga Adat 

Tayang:
Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
PELURU NYASAR - Sebuah insiden mengerikan yang terjadi di lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP) menyisakan cerita mencekam dari para mahasiswa yang berada di lokasi kejadian. Peristiwa peluru nyasar yang tiba-tiba datang tersebut seketika mengubah suasana sore yang tenang menjadi penuh kepanikan massal, Selasa (2/6/2026). Pihak UNP meminta agar Kodam XX/TIB bisa memindahkan lokasi lapangan latihan menembak. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Simak sejumlah berita menarik seputar Kota Padang ditayangkan 24 jam terakhir di TribunPadang.com.

Pertama, Sekretaris Universitas Negeri Padang (UNP), Erianjoni, angkat bicara memberikan tanggapan terkait insiden peluru nyasar yang menghantam kawasan kampus pada Selasa (2/6/2026) lalu

Dalam keterangannya, Erianjoni menegaskan bahwa pihak rektorat menaruh perhatian serius terhadap keselamatan civitas akademika dan mendesak adanya solusi permanen dari pihak militer.

Kedua, rus lalu lintas diberlakukan buka tutup di kawasan Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, pada Sabtu (6/6/2026) malam.

Informasi yang beredar di grup WhatsApp Sitinjau Lauik, arus buka tutup dipicu akibat adanya kendaraan yang mengalami kecelakaan di atas Panorama 2 dari arah Padang menuju Solok.

Ketiga, DPRD Kota Padang bersama Pemerintah Kota Padang resmi mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau.

Pengesahan regulasi daerah tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi-Fraksi di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Padang, Sabtu (6/6/2026).

Baca selengkapnya berikut:

1. UNP Minta Solusi Permanen Usai Kasus Peluru Nyasar, Dorong Pemindahan Lapangan Tembak

Sekretaris Universitas Negeri Padang (UNP), Erianjoni, angkat bicara memberikan tanggapan terkait insiden peluru nyasar yang menghantam kawasan kampus pada Selasa (2/6/2026) lalu

Dalam keterangannya, Erianjoni menegaskan bahwa pihak rektorat menaruh perhatian serius terhadap keselamatan civitas akademika dan mendesak adanya solusi permanen dari pihak militer.

Erianjoni mengungkapkan bahwa pihak TNI langsung merespons cepat pasca-kejadian. Dalam pertemuan darurat yang digelar pada malam hari setelah insiden, perwakilan TNI memberikan pernyataan langsung di hadapan jajaran pimpinan UNP.

"Iya, kita tidak meminta ke pihak TNI, tapi itu pernyataan TNI di hadapan pimpinan UNP pada malam pasca-kejadian tersebut, akan menghentikan sementara aktivitas latihan tembak dan akan mencarikan solusi," ujar Erianjoni saat dihubungi Sabtu (6/6/2026).

Baca juga: Cuaca Panas Melanda Sumatra, BMKG Ungkap Penyebab dan Imbau Warga Waspada Karhutla hingga Dehidrasi

Kekhawatiran Warga Kampus dan Sekitar Meningkat

Lebih lanjut, Erianjoni menjelaskan bahwa situasi di lapangan berkembang dinamis. Trauma akibat dentuman dan ancaman peluru nyasar tersebut membuat tensi kekhawatiran di lingkungan kampus dan pemukiman sekitar semakin meningkat.

"Tapi sejalan dengan perkembangan isu, warga kampus dan warga masyarakat sekitar kampus khawatir akan keamanannya," jelasnya.

Tuntutan Pemindahan Lokasi Latihan Tembak

Mewakili aspirasi yang berkembang, Erianjoni menyampaikan tuntutan dari warga dan mahasiswa. Pihak kampus menilai penghentian sementara tidaklah cukup, melainkan harus ada tindakan preventif yang radikal agar peristiwa mencekam ini tidak menjadi teror berkepanjangan.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved