Keracunan di Lapas Biaro

Narapidana Lapas Bukittinggi Keracunan Akibat Minuman Oplosan, Polisi: Terjadi Saat Peringati Ultah

Penyalahgunaan alkohol dari bahan parfum dengan kadar 70 persen tersebut, berlangsung saat acara penyerahan kado di Lapas Kelas IIA Bukittinggi.

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Muhammad Iqbal
KERACUNAN LAPAS BIARO- Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi, AKP Idris Bakara, saat dimintai keterangan, Senin (5/5/2025) sore. AKP Idris sebut kejadian terjadi pada Selasa (29/4/2025), saat penyerahan kado. 

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bukittinggi sebut Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Bukittinggi yang keracunan akibat minuman oplosan.

Insiden warga binaan keracunan ini terjadi pada hari Selasa (29/4/2025).

"Untuk penyalahgunaan alkohol tersebut, terjadi di hari Selasa," ungkap Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi AKP Idris Bakara, Senin (5/5/2025) sore.

Penyalahgunaan alkohol dari bahan parfum dengan kadar 70 persen tersebut, berlangsung saat acara penyerahan kado di Lapas Kelas IIA Bukittinggi.

Baca juga: Polresta Bukittinggi Selidiki Kasus 23 Napi Keracunan Minuman Oplosan, 24 Saksi Telah Diperiksa

"Mungkin ada kegiatan di Lapas pada saat itu," jelas AKP Idris Bakara saat memberikan keterangan.

"Saat memperingati hari ulang tahun," sambungnya.

Jadi, kata AKP Idris, momen penyerahan kado itulah yang digunakan oleh oknum warga binaan atau memanfaatkan situasi untuk mengoplos atau mengambil bahan baku parfum tersebut.

"Lalu dikonsumsi bersama-sama," terangnya.

Baca juga: Korban Tewas Keracunan Lapas Bukittinggi Bertambah Jadi 3 Orang, Polisi Terima Laporan Minggu

"Sedangkan gejala keracunan dari minuman oplosan baru dirasakan oleh warga binaan pada hari Rabu (30/4/2025)," tambah AKP Idris.

Sebelumnya diberitakan, terkait 22 warga binaan Lapas Kelas II A Bukittinggi keracunan, dirawat di RSUD Achmad Mochtar, Rabu (30/4/2025) malam.

Hal itu dibenarkan oleh Direktur RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi Busril saat memberikan keterangan, Rabu (30/4/2025) malam.

Busril menyebut data yang yang masuk ke RSUD Achmad Mochtar sebanyak 22 orang.

Dua orang di antarannya kritis.

"Dua orang dinyatakan kritis. Penanganan sudah dilakukan dengan pemasangan ventilator," kata Busril.

Busril menjelaskan, dua orang tersebut juga sudah dirawat di ruangan ICU.

Sementara 11 orang lagi berstatus kritis, namun berpotensi besar situasinya memburuk.

"Saat ini kami berupaya memberikan penanganan terbaik kepada semua pasien ini. Terutama yang kondisinya memang merah dan kuning," katanya. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved