Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi
Banjir Bandang Terjang Nagari Limo Kaum Tanah Datar Sumbar: 102 Hektare Sawah Gagal Panen
Banjir Bandang yang melanda Nagari Limo Kaum, Kecamatan Limo Kaum, Kabupaten Tanah Datar tak hanya berdampak pada rumah warga melainkan sawah warga pu
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Mona Triana
TRIBUNPADANG.COM, TANAH DATAR - Banjir Bandang yang melanda Nagari Limo Kaum, Kecamatan Limo Kaum, Kabupaten Tanah Datar tak hanya berdampak pada rumah warga melainkan sawah warga pun hancur akibat disapu banjir.
Wali Nagari Limo Kaum, Fadhli Tarmizi menjelaskan berdasarkan laporan kelompok tani, ratusan hektare sawah telah gagal panen.
“Sementara ini ada 15 kelompok tani yang melapor sebanyak 102 hektare sawah yang terdampak banjir, kemungkinan bisa bertambah lagi dari laporan kelompok tani yang lain,” katanya saat ditemui, Senin (13/5/2024).
Dijelaskannya, sawah yang terdampak akibat banjir itu mulai dari padi muda sampai padi yang siap untuk dipanen.
Baca juga: Kesaksian Martias saat Banjir Bandang Agam Sumbar: Air Sangat Deras Disertai Batu Sebesar Mobil
Semua telah habis dilahap lumpur, saluran irigasi telah hancur, petakan sawah semua sudah rata.
“Saya khawatir beberapa waktu mendatang masyarakat kami akan krisis ekonomi karna itu pencarian utama,” ucapnya.
Fadhli juga menjelaskan untuk korban yang hilang asal Nagari Limo Kaum itu masih berjumlah delapan orang yang dalam pencarian.
Baca juga: Pengungsi Banjir Lahar Dingin di Bukik Batabuah Agam Sumbar Butuh Bantuan Peralatan MCK
“Sampai sekarang masih ada delapan orang belum ditemukan, tadi ada juga mayat yang ditemukan tetapi bukan warga Nagari Limo Kaum melainkan warga Nagari Sungai Jambu dan Nagari Parambahan,” terangnya.
Ia berharap bencana yang terjadi ini dapat segera usai, semua fasilitas umum bisa cepat diperbaiki, aliran air cepat teratasi supaya masyarakat dapat menikmati air bersih.
“Salah satu harapan saya masjid Al Ikhlas juga dapat diperbaiki segera karna memiliki histori panjang yang menyatukan masyrakat Dusun Tuo,” pungkasnya. (*)
Pengungsi Butuh Bantuan Peralatan MCK
Puluhan pengungsi yang berada di Posko Tanggap Bencana di SD N 08 Kubang Duo Koto Panjang, Agam, Sumatera Barat (Sumbar) masih membutuhkan sejumlah bantuan.
Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus mengatakan total pengungsi yang ada di posko sebanyak 74 pengungsi.
Menurut Firdaus, yang paling dibutuhkan oleh pengungsi adalah peralatan Mandi, Cuci, Kakus (MCK).
Baca juga: Warga Koto Baru Kubang Putih Bahu Membahu Bersihkan Material Banjir Lahar Dingin Marapi Sumbar
"Yang paling dibutuhkan yaitu peralatan MCK, seperti pakaian dalam, popok, sabun mandi dan lain sebagainya," ungkapnya, Senin (13/5/2024).
Pemkab Agam Usulkan Ratusan Bantuan Rumah bagi Korban Banjir Lahar Dingin, Pembangunan Bertahap |
![]() |
---|
BPBD Agam: Bantuan Rehab Rumah untuk Korban Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Sumbar dalam Proses |
![]() |
---|
5 Bulan Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Sumbar Berlalu, Bantuan dari Presiden Tak Kunjung Cair |
![]() |
---|
Pasca Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi, Ombudsman: Korban Tagih Janji-Janji Pemerintah |
![]() |
---|
Mulai Bisa Dilalui 21 Juli, Perbaikan Jalan Padang-Bukittinggi Lembah Anai Baru 40 Persen |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.