Bandara Internasional Dipangkas
Pemangkasan Bandara Internasional, Kadispar Sumbar: Baru Wacana, Lebih Baik Tunggu Keputusan Pusat
Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat (Sumbar) Luhur Budianda tidak mau berandai-andai soal wacana pemangkasan bandara internasional di Indonesia.
Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Fuadi Zikri
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat (Sumbar) Luhur Budianda tidak mau berandai-andai soal wacana pemangkasan bandara internasional di Indonesia.
Ketika dikonfirmasi TribunPadang.com, ia enggan berkomentar seandainya Bandara Internasional Minangkabau (BIM) termasuk salah satu bandara yang dicabut status internasionalnya.
"Ini kan baru wacana, lebih baik menunggu keputusan dari pusat," ujar Luhur Budianda kepada TribunPadang.com, Selasa (7/2/2023).
Yang pasti, kata dia, penerbangan langsung antar negara, khususnya ke BIM sangat penting untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara.
Sumbar, ujarnya merupakan salah satu daerah yang punya daya tarik wisata, baik wisata alam maupun budaya.
Baca juga: Bandara Internasional Bakal Dipangkas, Wagub Sumbar: BIM Saya Rasa Tak Akan Dicabut
Apalagi tahun 2023 ialah tahun kunjungan wisata ke Sumbar. Pihaknya telah menyusun 77 agenda wisata sepanjang tahun ke Sumbar bertajuk Visit Beautiful West Sumatera (VBWS) 2023.
Sejauh ini, kata dia, potensi wisatawan mancanegara ke Sumbar ialah dari negara Malaysia.
Untuk diketahui, tahun 2022 lalu, wisatawan asal negara Malaysia mendominasi kunjungan ke Sumbar.
"Potensi wisman kita dari Malaysia, tahun lalu hampir 80 persen lebih wisatawan asal Malaysia," ujar dia.
Ia menguraikan, tahun 2022 lalu, total kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumbar ialah 10.368 orang.
Baca juga: BIM Sudah Buka 3 Penerbangan Internasional, Layani 250 Orang Setiap Hari
Sementara itu, data kunjungan wisatawan lokal tahun 2022 ke Sumbar ialah sebanyak 6.020.055.
Diberitakan Kompas.com, Pemerintah berencana memangkas bandara (airport) internasional di Indonesia menjadi 15 saja.
Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, pembukaan 15 bandara internasional itu sudah disepakati dalam rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menparekraf Sandiaga Uno pada Senin (30/1/2023).
"Di situ ada kesepakatan, silakan Pak Menhub kita akan membuka international airport 14-15 saja," ujar Erick di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (1/2/2023).
Erick menyebutkan, kesepakatan itu dilakukan untuk mendukung peningkatan wisata dalam negeri. Utamanya, agar masyarakat lokal mau berlibur di tempat-tempat wisata dalam negeri. Sehingga, konektivitas penerbangan lokal akan diperbaiki.
Baca juga: Pemerintah Berencana Pangkas Bandara Internasional Jadi 15, Bagaimana dengan BIM Sumbar?
BIM Sumatera Barat Tetap Berstatus Internasional, 17 Lainnya Dihapus jadi Bandara Domestik |
![]() |
---|
BIM Dipastikan Tetap Internasional, Anggota DPRD Sumbar: Fokus Kini Soal Peningkatan Prasarana |
![]() |
---|
DPRD Wanti-Wanti Pemprov Sumbar Tetap Bersurat ke Pusat Pertahankan Status Internasional BIM |
![]() |
---|
Pemprov Sumbar: Masyarakat Tak Perlu Khawatir, BIM Tetap Berstatus Internasional |
![]() |
---|
Ketua PHRI Sumbar Harap BIM Tetap Berstatus Internasional: Penerbangan Luar Negeri Harusnya Ditambah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.