Bandara Internasional Dipangkas

BIM Sudah Buka 3 Penerbangan Internasional, Layani 250 Orang Setiap Hari

Bandara Internasional Minangkabau sudah membuka tiga penerbangan internasional sejak bulan Oktober 2022 yang lalu. Siswanto mengatakan penerbangan ...

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Fuadi Zikri
TribunPadang.com/RizkaDesriYusfita
Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman, Sumatera Barat. 

TRIBUNPADANG.COM,PADANG - Bandara Internasional Minangkabau sudah membuka tiga penerbangan internasional sejak bulan Oktober 2022 yang lalu.

Seperti diketahui, penerbangan internasional di BIM ditutup pada April 2020 untuk menekan laju penularan Covid-19.

Ketiga penerbangan internasional yang sudah tersedia itu adalah Air Asia dan Citilink rute Padang-Kuala Lumpur serta Padang-Madinah untuk penerbangan umrah.

Informasi ini diungkapkan Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Cabang BIM, Siswanto saat dihubungi, Senin (6/2/2023).

Dijelaskannya, pesawat Lion memberangkatkan jemaah umrah rute Padang-Madinah dua kali seminggu.

Baca juga: Pemerintah Berencana Pangkas Bandara Internasional Jadi 15, Bagaimana dengan BIM Sumbar?

Sementara pesawat Air Asia penerbangan Padang-Kuala Lumpur sebanyak sembilan kali seminggu.

"Pesawat Citilink dari Padang-Kuala Lumpur sebanyak empat kali seminggu," ujarnya.

Siswanto mengatakan, setidaknya kurang lebih 200-250 orang berangkat dengan penerbangan internasional di BIM setiap harinya.

"Bila ada penerbangan umrah bisa mencapai 500 orang," ujarnya.

Sementara jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumbar, Siswanto mengatakan, pihaknya tidak mendata, melainkan data dari BPS Sumbar.

Baca juga: Jumlah Penumpang Pesawat di Bandara Internasional Minangkabau Meningkat 10,27 Persen

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah berencana mengurangi jumlah bandara kategori internasional dari 32 menjadi 14-15 saja.

Menurut, Menteri BUMN Erick Thohir, pembukaan 15 bandara internasional itu sudah disepakati dalam rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menparekraf Sandiaga Uno pada Senin (30/1/2023).

Erick menyebutkan, kesepakatan itu dilakukan untuk mendukung peningkatan wisata dalam negeri, agar masyarakat lokal mau berlibur di tempat-tempat wisata dalam negeri sehingga konektivitas penerbangan lokal akan diperbaiki.

Namun, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut penerbangan haji dan umrah menjadi pengecualian alias tetap dibolehkan.

Lalu bagaimana nasib Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman, Sumbar?

Baca juga: Kunjungan Turis ke Sumbar Terus Meningkat, BPS Sumbar: Selama Oktober 373 Kunjungan

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved