Harga BBBM Naik

Antrean Pertalite Mengular di Padang, Warga Terpaksa Beli Pertamax Rp 17.000 per Liter

Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp17.000 per liter di Sumatera Barat mulai dirasakan masyarakat. 

Tayang:
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
ANTREAN BBM - Naldi Pratama, pengguna kendaraan roda tiga untuk berjualan kopi, saat diwawancarai TribunPadang.com di SPBU Sawahan, Kota Padang, Kamis (11/6/2026). Naldi mengaku terpaksa membeli Pertamax meski harganya naik menjadi Rp17.000 per liter karena antrean pengisian Pertalite saat itu cukup panjang. 

Ringkasan Berita:
  • Antrean Pertalite di Padang mengular, banyak pengendara ubah pilihan BBM.
  • Harga Pertamax Rp17.000 per liter, namun tetap diburu demi hemat waktu.
  • Seorang pedagang kopi rela beli Pertamax karena tak sempat menunggu.
  • ASN di Padang hanya isi 1 liter Pertamax agar bisa segera pulang.
  • Kenaikan harga Pertamax picu lonjakan konsumsi Pertalite hingga 10 persen.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp17.000 per liter di Sumatera Barat mulai dirasakan masyarakat. 

Namun, di tengah lonjakan harga tersebut, sebagian pengguna kendaraan terpaksa tetap membeli Pertamax karena antrean Pertalite yang mengular.

Salah satunya dialami Naldi Pratama, seorang karyawan swasta yang menggunakan sepeda motor roda tiga (bajaj) untuk berjualan kopi.

Saat ditemui di SPBU Sawahan, Padang, Kamis (11/6/2026) sore, Naldi tampak mengantre di jalur pengisian Pertamax. 

Padahal, awalnya ia berencana membeli Pertalite.

Baca juga: UMKM Padang Diminta Kuasai Pemasaran Digital, Pola Belanja Masyarakat Beralih ke Online

Menurutnya, panjangnya antrean kendaraan di dispenser Pertalite membuat dirinya terpaksa beralih ke Pertamax meski harganya jauh lebih mahal.

"Tadi mau membeli Pertalite. Tapi karena panjang antreannya, terpaksa membeli Pertamax," kata Naldi kepada TribunPadang.com.

Ia mengaku situasi tersebut membuatnya berada dalam posisi yang sulit. 

Di satu sisi ia ingin menghemat pengeluaran dengan membeli Pertalite, namun di sisi lain ia harus segera kembali usai pulang bekerja. 

"Ini pilihannya sulit. Karena antrean Pertalite panjang, satu-satunya ya membeli Pertamax," ujarnya.

Baca juga: Raih Nilai 93,67, Pelayanan Publik Kota Padang Catat Rekor Tertinggi Reformasi Birokrasi di Sumbar

Naldi mengatakan dirinya tidak memiliki banyak waktu untuk menunggu karena harus segera kembali usai berjualan.

"Karena ini harus cepat balik. Kalau terlalu lama balik jualan, nanti ditanya atasan," katanya.

Ia pun berharap pemerintah dapat mengkaji kembali kebijakan kenaikan harga Pertamax.

"Kalau bisa pemerintah kembali mengkaji kenaikan BBM Pertamax ini," ucapnya.

Hal serupa juga dialami Yuni, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Padang.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved