Breaking News:

WCC Nurani Perempuan: Selama 2021, Terjadi Lebih 20 Kasus Kekerasan Perempuan

Nurani Perempuan Women's Crisis Center mencatat hingga Februari tahun 2021 telah menerima 20 lebih laporan kekerasan perempuan di Sumatera Barat.

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Direktur Nurani Perempuan-Woman Crisis Center (WCC), Rahmi Meri Yanti 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Nurani Perempuan Women's Crisis Center mencatat hingga Februari tahun 2021 telah menerima 20 lebih laporan kekerasan perempuan di Sumatera Barat. 

Hal ini dikatakan Direktur Nurani Perempuan Women's Crisis Center Rahmi Meri Yanti, Senin (8/3/2021).

Menurutnya, sebagian besar tindak kekerasan tersebut berbentuk kekerasan seksual dan sebagian di antaranya adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Baca juga: WCC Nurani Perempuan Terima 9 Laporan Selama Pandemi, Kekerasan Seksual Berbasis Online Bermunculan

Baca juga: Nurani Perempuan: Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Rentan Terjadi pada Usia 1 hingga 18 Tahun

Baca juga: Catatan Tahunan Nurani Perempuan:Ada 105 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Sepanjang 2019 di Sumbar

Nurani Perempuan Women's Crissi Center juga mencatat pada tahun 2020, telah menangani 94 dugaan kekerasan terhadap perempuan. 

Di antaranya, sebanyak 54 kekerasan seksual, sisanya merupakan kasus KDRT, Perdagangan dan lainnya. 

"Sedangkan, dalam rentang waktu dua bulan ditahun 2021 sudah ada lebih 20 laporan kekerasan perempuan di Sumatera Barat," kata Rahmi Meri Yanti.

Baca juga: Nurani Perempuan dan Jaringan Peduli Perempuan Galang Petisi, Bebaskan NN Pelaku Prostitusi

Baca juga: Nurani Perempuan Ungkap Anak Usia 3,5 hingga 16 Tahun Paling Banyak Jadi Korban Kekerasan Seksual

Baca juga: Aksi Komunitas Forum Nurani Perempuan Diwarnai Mars Padusi di Transmart Padang

Menurutnya, pemerintah daerah hingga pusat sudah seharusnya segera mengambil langkah cepat terkait kondisi ini.

"Hal ini memperlihatkan kepada kita tindak kekerasan terhadap perempuan di Sumbar belum dapat ditekan," kata Rahmi Meri Yanti.  

Rahmi Meri Yanti menyebutkan sejauh ini kekerasan perempuan sangat berdampak terhadap para korban terutama psikis korban sendiri.

Baca juga: Peringatan Hari Perempuan Internasional di Padang, Komunitas Nurani Perempuan Lakukan Aksi Diam

Baca juga: Aksi Diam Komunitas Nurani Perempuan, Diam Tapi Tetap Melakukan Aksi

Nurani Perempuan mengajak masyarakat bersama organisasi masyarakat sipil di Sumatera Barat, untuk mendorong pemerintah segera mengesahkan RUU PKS. (*)

 


Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved